Truk Cina Disebut Mulai Gerus Pasar Kendaraan Komersil Indonesia
23 Desember 2025, 09:00 WIB
Transjakarta meresmikan pengoperasian 30 bus listrik untuk melayani warga Jakarta dan sekitarnya sehari-hari
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – PT Transjakarta mulai mengoperasikan 30 bus listrik di Jakarta. Puluhan armada baru tersebut akan melayani kebutuhan transportasi sehari-hari warga Jakarta dan sekitarnya.
Bus listrik tersebut di atas juga hadir sebagai upaya pemerintah daerah, dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.
Adapun bus listrik ini akan dioperasikan oleh PT Mayasari Bakti dan dihadirkan atas kerja sama antara PT Vektr Mobiliti Indonesia (VKTR) dengan BYD Auto, China.
BYD sendiri telah lebih dulu masuk pasar otomotif Indonesia melalui model sedan yang digunakan oleh perusahaan taksi.
“Kami memiliki kemitraan strategis dengan BYD Auto. Mereka menjadi mitra penyedia teknologi bagi Bakrie Autoparts untuk bus listrik sejak 2018,” ucap Gilarsi W Setijono, Presiden Direktur PT VKTR seperti dikutip Antara.
Peluncuran bus listrik tersebut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakata Anies Baswedan.
VKTR (dibaca Vektor) dikatakan merupakan entitas baru yang memisahkan dari usaha PT Bakrie Autoparts. Adapun Bakrie Autoparts sendiri merupakan anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk yang sudah puluhan tahun berkiprah di dunia otomotif nasional.
VKTR saat ini fokus pada pengembangan kendaraan listrik. Langkah pertamanya adalah dengan mengenalkan bus listrik. Tidak hanya itu, mereka juga berencana menghadirkan kendaraan komersial lain ke depannya.
Sebagai informasi, 30 bus listrik tersebut di atas akan beroperasi di rute non-BRT Transjakarta. BRT (Bus Rapid Transit) merupakan sistem bus yang terintegrasi dengan Transjakarta.
Sementara bus listrik BYD tipe K-9 Low Deck memiliki panjang 12 meter. Kapasitas maksimal bus listrik ini adalah 60 penumpang baik duduk maupun berdiri.
Puluhan bus listrik yang disodorkan VKTR dikatakan sudah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan Transjakarta. Lalu ke depannya akan hadir bus listrik lainnya sesuai dengan kebutuhan Transjakarta.
“Pihak Transjakarta menyampaikan bahwa untuk tahap kedua, mereka membutuhkan bus listrik dengan lantai tinggi untuk rute BRT. Mereka juga akan perlu bus berukuran menengah untuk jalur feeder,” tutur Gilarsi.
VKTR dalam hal ini ingin menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan industtri kendaraan listrik di Indonesia. Salah satunya melalui beberapa kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki keahlian berbeda-beda.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Desember 2025, 09:00 WIB
21 Desember 2025, 13:00 WIB
21 Desember 2025, 09:00 WIB
10 Desember 2025, 16:00 WIB
07 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV