TVS Tebar Diskon Hingga Rp 2 Juta dan Voucher Belanja di PRJ 2026
12 Juni 2026, 21:28 WIB
Vinfast pastikan meluncurkan motor listrik di awal semester kedua 2026 guna memperkuat posisinya di Tanah Air
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Besarnya jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia memang menjadi salah satu daya tarik untuk berkompetisi. Terlebih jumlah perkembangan EV di Tanah Air cukup menggoda.
Tak heran bila VinFast tertarik untuk ikut masuk segmen tersebut, Bahkan pabrikan asal Vietnam itu sudah berkomitmen meluncurkan motor listriknya pada awal semester kedua 2026.
“Untuk motor listrik kami akan meluncurkannya di awal semester II 2026, ditunggu saja,” ungkap Davy J Tuilan, Deputy CEO Sales and Network Development VinFast Indonesia di IIMS 2026 (10/02).
Sayang dirinya tidak menyampaikan spesifikasi dari model yang akan dijual. Meski demikian, diperkirakan motor tersebut adalah VinFast Viper.
Berdasarkan data yang kami miliki motor sudah dibekali dua baterai swap bermaterial LFP, diklaim lebih aman dan masing-masing punya kapasitas 1,5 kWh. Dalam kondisi dua baterai penuh, VinFast Viper dapat menempuh jarak sampai 165 kilometer.
Selain itu, VinFast juga dikabarkan bakal membawa model lain seperti VinFast Evo dan Feliz II. Sehingga diharapkan masyarakat bisa memiliki pilihan lebih banyak.
Tak hanya itu VinFast Amio menggunakan baterai tanam buat operasionalnya. Materialnya LFP kemudian memiliki kapasitas 1,02 kWh.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan infrastrukturnya seperti battery swap. Bila sudah rampung baru motor akan diluncurkan,” ungkap Kariyanto Hardjosoemantoro, CEO VinFast Indonesia dalam kesempatan terpisah.
Nantinya motor-motor tersebut akan dikirim secara utuh dari Vietnam dan fokus untuk memenuhi kebutuhan di kawasan Jabodetabek terlebih dahulu.
Perlu diketahui bahwa penjualan motor listrik di 2025 mengalami penurunan tajam bila dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) penjualan motor listrik hanya mencapai 55.059 unit.
Angka tersebut turun cukup dalam dari tahun sebelumnya yang sebesar 77.078 unit.
Koreksi ini terjadi karena ketidakjelasan subsidi kendaraan listrik sehigga banyak pelanggan yang menunda pembelian.
Guna menghindari penurunan yang lebih dalam, sejumlah pabrikan motor listrik pun memutuskan memberi beragam potongan harga. Dengan demikian diharapkan perusahaan bisa tetap bertahan di pasar otomotif nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 21:28 WIB
11 Juni 2026, 09:30 WIB
08 Juni 2026, 18:00 WIB
07 Juni 2026, 20:47 WIB
26 Mei 2026, 15:38 WIB
Terkini
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur Tahun Baru Hijriyah, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk melayani para pengendara
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Aturan rutin di jam kerja bernama Ganjil genap Jakarta kembali berlaku meskipun pada Selasa kembali libur
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi terbatas, berikut informasi lengkap terkait fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini
14 Juni 2026, 20:00 WIB
BYD Dolphin PHEV merupakan salah satu strategi BYD menembus pasar Eropa, tawarkan alternatif EV yang menarik
14 Juni 2026, 18:27 WIB
Menurut Kawasaki, proses perancangan dan pengembangan Brusky 125 sepenuhnya dilakukan oleh Modenas Malaysia
13 Juni 2026, 21:35 WIB
Astra Honda Racing Team sukses di race pertama ARRC Motegi, Jepang dengan membawa dua podium via Herjun dan Irfan
13 Juni 2026, 20:27 WIB
Nama Hyundai Staria Hybrid telah terdaftar di laman Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026
13 Juni 2026, 18:28 WIB
Menurut Pindad, masalah yang terjadi pada mobil kepresidenan Prabowo terjadi pada awal-awal penggunaan