Yamaha Luncurkan Y-On, Layanan Digital Praktis buat Pelanggan
15 April 2026, 18:00 WIB
Vinfast pastikan meluncurkan motor listrik di awal semester kedua 2026 guna memperkuat posisinya di Tanah Air
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Besarnya jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia memang menjadi salah satu daya tarik untuk berkompetisi. Terlebih jumlah perkembangan EV di Tanah Air cukup menggoda.
Tak heran bila VinFast tertarik untuk ikut masuk segmen tersebut, Bahkan pabrikan asal Vietnam itu sudah berkomitmen meluncurkan motor listriknya pada awal semester kedua 2026.
“Untuk motor listrik kami akan meluncurkannya di awal semester II 2026, ditunggu saja,” ungkap Davy J Tuilan, Deputy CEO Sales and Network Development VinFast Indonesia di IIMS 2026 (10/02).
Sayang dirinya tidak menyampaikan spesifikasi dari model yang akan dijual. Meski demikian, diperkirakan motor tersebut adalah VinFast Viper.
Berdasarkan data yang kami miliki motor sudah dibekali dua baterai swap bermaterial LFP, diklaim lebih aman dan masing-masing punya kapasitas 1,5 kWh. Dalam kondisi dua baterai penuh, VinFast Viper dapat menempuh jarak sampai 165 kilometer.
Selain itu, VinFast juga dikabarkan bakal membawa model lain seperti VinFast Evo dan Feliz II. Sehingga diharapkan masyarakat bisa memiliki pilihan lebih banyak.
Tak hanya itu VinFast Amio menggunakan baterai tanam buat operasionalnya. Materialnya LFP kemudian memiliki kapasitas 1,02 kWh.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan infrastrukturnya seperti battery swap. Bila sudah rampung baru motor akan diluncurkan,” ungkap Kariyanto Hardjosoemantoro, CEO VinFast Indonesia dalam kesempatan terpisah.
Nantinya motor-motor tersebut akan dikirim secara utuh dari Vietnam dan fokus untuk memenuhi kebutuhan di kawasan Jabodetabek terlebih dahulu.
Perlu diketahui bahwa penjualan motor listrik di 2025 mengalami penurunan tajam bila dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) penjualan motor listrik hanya mencapai 55.059 unit.
Angka tersebut turun cukup dalam dari tahun sebelumnya yang sebesar 77.078 unit.
Koreksi ini terjadi karena ketidakjelasan subsidi kendaraan listrik sehigga banyak pelanggan yang menunda pembelian.
Guna menghindari penurunan yang lebih dalam, sejumlah pabrikan motor listrik pun memutuskan memberi beragam potongan harga. Dengan demikian diharapkan perusahaan bisa tetap bertahan di pasar otomotif nasional.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 April 2026, 18:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 21:57 WIB
07 April 2026, 16:41 WIB
02 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
06 Mei 2026, 18:00 WIB
Leap Motor siap untuk meramaikan ajang GIIAS 2026 dengan beberapa model andalan termasuk SUV elektrik B10
06 Mei 2026, 17:00 WIB
Indomobil Expo hadir untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan populasi mobil listrik di RI
06 Mei 2026, 16:00 WIB
Teknologi PHEV bernama i-DM disematkan ke sederet lini kendaraan JETOUR untuk pasar global, salah satunya T2
06 Mei 2026, 15:00 WIB
Simak kebijakan baru yang mengatur pembebasan pajak dan aturan ganjil genap mobil listrik di Jakarta
06 Mei 2026, 14:34 WIB
Lepas kian serius menggarap pasar mobil listrik maupun PHEV dengan menjalani beberapa strategi ke depan
06 Mei 2026, 11:35 WIB
Bosch berkomitmen terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan industri otomotif khususnya di era elektrifikasi
06 Mei 2026, 09:50 WIB
Mobil listrik MG S5 EV dipasarkan dalam dua varian buat konsumen di Indonesia, mulai dari Ignite dan Magnify
06 Mei 2026, 06:21 WIB
Rekayasa lalu lintas bernama ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan kepolisian dalam mengatur jalanan