VinFast Pede Jual Mobil Listrik Tanpa Insentif Pemerintah
11 Februari 2026, 13:00 WIB
Vinfast pastikan meluncurkan motor listrik di awal semester kedua 2026 guna memperkuat posisinya di Tanah Air
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Besarnya jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia memang menjadi salah satu daya tarik untuk berkompetisi. Terlebih jumlah perkembangan EV di Tanah Air cukup menggoda.
Tak heran bila VinFast tertarik untuk ikut masuk segmen tersebut, Bahkan pabrikan asal Vietnam itu sudah berkomitmen meluncurkan motor listriknya pada awal semester kedua 2026.
“Untuk motor listrik kami akan meluncurkannya di awal semester II 2026, ditunggu saja,” ungkap Davy J Tuilan, Deputy CEO Sales and Network Development VinFast Indonesia di IIMS 2026 (10/02).
Sayang dirinya tidak menyampaikan spesifikasi dari model yang akan dijual. Meski demikian, diperkirakan motor tersebut adalah VinFast Viper.
Berdasarkan data yang kami miliki motor sudah dibekali dua baterai swap bermaterial LFP, diklaim lebih aman dan masing-masing punya kapasitas 1,5 kWh. Dalam kondisi dua baterai penuh, VinFast Viper dapat menempuh jarak sampai 165 kilometer.
Selain itu, VinFast juga dikabarkan bakal membawa model lain seperti VinFast Evo dan Feliz II. Sehingga diharapkan masyarakat bisa memiliki pilihan lebih banyak.
Tak hanya itu VinFast Amio menggunakan baterai tanam buat operasionalnya. Materialnya LFP kemudian memiliki kapasitas 1,02 kWh.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan infrastrukturnya seperti battery swap. Bila sudah rampung baru motor akan diluncurkan,” ungkap Kariyanto Hardjosoemantoro, CEO VinFast Indonesia dalam kesempatan terpisah.
Nantinya motor-motor tersebut akan dikirim secara utuh dari Vietnam dan fokus untuk memenuhi kebutuhan di kawasan Jabodetabek terlebih dahulu.
Perlu diketahui bahwa penjualan motor listrik di 2025 mengalami penurunan tajam bila dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) penjualan motor listrik hanya mencapai 55.059 unit.
Angka tersebut turun cukup dalam dari tahun sebelumnya yang sebesar 77.078 unit.
Koreksi ini terjadi karena ketidakjelasan subsidi kendaraan listrik sehigga banyak pelanggan yang menunda pembelian.
Guna menghindari penurunan yang lebih dalam, sejumlah pabrikan motor listrik pun memutuskan memberi beragam potongan harga. Dengan demikian diharapkan perusahaan bisa tetap bertahan di pasar otomotif nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Februari 2026, 13:00 WIB
11 Februari 2026, 12:00 WIB
11 Februari 2026, 11:00 WIB
10 Februari 2026, 14:00 WIB
09 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
12 Februari 2026, 07:00 WIB
Mobil hybrid perdana Mitsubishi di Indonesia akan langsung dirakit lokal, diyakini LMPV Xpander Hybrid
12 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan dengan diawasi langsung oleh kepolisian di sejumlah titik rawan
12 Februari 2026, 06:00 WIB
Pemohon perlu menyiapkan dokumen SIM A atau C asli dan salinannya untuk perpanjangan di SIM keliling Jakarta
12 Februari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi bagi masyaraka yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
11 Februari 2026, 21:00 WIB
Harga BYD Atto 1 disebut masih akan bertahan mulai dari Rp 199 jutaan meskipun statusnya diimpor utuh
11 Februari 2026, 20:00 WIB
Diler GWM Kelapa Gading hadir di lokasi strategis, sehingga memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen
11 Februari 2026, 19:00 WIB
Insentif otomotif jadi salah satu daya tarik utama, perlu diterapkan agar penjualan bisa bertahan konsisten
11 Februari 2026, 18:00 WIB
Bridgestone Indonesia berhasil mencatat perkembangan pasar yang positif pada tahun lalu di tengah tantangan