Ulas Platform EV BYD, Rahasia Performa Gahar Denza dan Yangwang

Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional

Ulas Platform EV BYD, Rahasia Performa Gahar Denza dan Yangwang
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Manufaktur mobil listrik asal Tiongkok, BYD dahulu bermula sebagai perusahaan teknologi. Inovasi yang dikembangkan kemudian diterapkan pada lini kendaraan mereka saat ini.

Salah satunya adalah platform e3 dan e4, dikembangkan khusus Electric Vehicle (EV) atau mobil listrik murni. Keduanya sudah dipatenkan lalu disematkan pada sejumlah model seperti Denza Z9 GT dan Yangwang U9.

Jadi hal menarik sebab rangkaian teknologi pada lini BYD bukan sekadar pemanis namun juga berperan dalam menunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Tidak hanya itu, platform tersebut menjadi salah satu rahasia gaharnya performa mobil listrik Denza Z9 GT.

BYD
Photo: BYD

Perlu diketahui, e3 dan e4 berbeda dari e platform 3.0 yang sudah dipakai di deretan produk BYD di dalam negeri.

“Platform e3 ada tiga motor independen. Tenaganya 230 kW di depan, 210 kW di belakang dengan total sampai 710 kW dan torsi 1.150 Nm,” kata Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia dalam acara Tech Auto Talk di sela IIMS 2026, belum lama ini.

Pada Denza Z9 GT yang pakai platform e3, ada fitur rear-wheel steering. Ini memungkinkan ban belakang ikut berbelok untuk membantu manuver.

Teknologi modern itu bukannya tanpa maksud. Tambahan tersebut dapat mempermudah pergerakan mobil di kondisi tertentu, misalnya area parkir padat di daerah perkotaan.

Kemudian sama seperti banyak lini mobil listrik BYD lain, platform e3 dan e4 pakai struktur pemasangan baterai Cell-to-Body atau CTB. Artinya baterai dipasangkan langsung ke platform alias terintegrasi bodi mobil.

“Sehingga jadi lebih rigid. Torsional rigidity-nya bertambah 32 persen, impact (tabrakan) dari depan berkurang 15 persen,” jelas Bobby.

Sementara platform di atas e3, yakni e4 digunakan pada lini performa tinggi BYD seperti Yangwang U9.

Sesuai namanya, e4 artinya platform mengakomodir empat motor independen pada setiap ban mobil.

“E3 didesain khusus untuk sasis performa tinggi. Yang menggunakan e4 hanya Yangwang U9 sampai saat ini,” jelas Bobby.

Denza B5
Photo: Denza

Sebagai informasi, BYD belum menjual resmi produk dengan platform e3 dan e4 di Indonesia. 

Namun Denza Z9 GT serta Yangwang U9 sempat dibawa ke Indonesia pada sejumlah ajang otomotif, sebagai perkenalan ke masyarakat soal kecanggihan teknologi mobil listrik BYD.

Dalam waktu dekat, Denza bakal menghadirkan produk baru. Bukan Z9 GT, tetapi Sport Utility Vehicle (SUV) premium Denza B5.


Terkini

otosport
Gresini Racing

Alasan Gresini Racing Pakai Jasa Joan Mir dan Daniel Holgado

Gresini Racing mengusung Joan Mir dan Daniel Holgado untuk menghadapi persaingan era baru MotoGP 2027

mobil
Changan S05

Changan Deepal S05 Masuk Indonesia Berstatus CBU, Simak Alasannya

Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris

mobil
Hyundai New Creta

Hyundai New Creta Tawarkan Perjalanan yang Lebih Nyaman

Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan

motor
All New TVS Callisto 110

All New TVS Callisto 110 Resmi Meluncur, Tantang Beat dan Mio M3

All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan

mobil
Mazda 6e

GIIAS 2026, Jadi Panggung Debut Mazda 6e Di Indonesia

Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km

komunitas
Kagama

Kagama 4X4 Adventure Rayakan Hari Jadi di Kaki Gunung Ciremai

Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima

mobil
Daihatsu

Cara Daihatsu Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan, Raih Penghargaan

Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 2 Juli 2026, Ada Dendanya

Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan