Polisi Gelar Operasi Lilin 2022 Mulai 23 Desember
21 Desember 2022, 12:53 WIB
Pembatasan wilayah di sejumlah negara membuat juragan travel di India menjual bus pariwisata layaknya barang bekas
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Pembatasan aktivitas yang dilakukan sejumlah negara membuat bisnis pariwisatan mengalami kesulitan. Tak memiliki wisatawan, banyak pengusaha akhirnya gulung tikar seperti yang dialami juragan travel di India.
Seperti dilansir New India Express, Kamis (17/2/2022), Royson Joseph pemilik Roy Tourism harus rela menjual bus wisata miliknya karena mengalami kesulitan keuangan. Berbeda dengan penjualan pada umumnya, kendaraan tersebut dijual layaknya barang bekas.
Dalam postingann yang dibagikan Contract Carriage Operators Association Kerala (CCOA), Royson terpaksa menjual bus wisata dengan harga 45 rupee atau setara dengan Rp8.571 untuk setiap kilogram. Selama 18 bulan terakhir, Ia mengaku harus menjual 10 dari 20 bus wisata miliknya.
"Biasanya Februari lalu, jalan menuju Munnar padat lalu lintas. Sekarang, seluruh ruas jalan sepi," katanya.
Royson juga menegaskan, pihaknya harus menjual bus hanya untuk membayar pinjaman.
"Saya siap menjual bus saya kepada siapa pun yang membayar saya 45 rupee per kilogram. Situasinya sangat buruk, banyak operator bus wisata di ambang bunuh diri," ujarnya.
Binu John selaku Presiden CCOA mengatakan, jumlah bus wisata di Kerala mengalami penurunan signifikan. Bila sebelumnya terdapat 14 ribu kendaraan saat hanya tersisa kurang dari 12 ribu.
Hal ini terjadi karena pengusaha gagal melakukan pembayaran sehingga leasing harus mengambil kendaraan akibat gagal bayar.
"Dalam dua bulan terakhir saja, lebih dari seribu bus diambil oleh bank atau rentenir. Jumlah pastinya baru diketahui setelah Maret, tapi kami khawatir 2 hingga 3 ribu bus wisata lainnya akan dipasang oleh bank dan rentenir dalam satu bulan ke depan atau lebih," kata Binu.
Aturan perjalanan akibat Covid-19 menjadi masalah terbesar bagi pengusaha travel. Pihaknya tak bisa mendapatkan pengunjung akibat penguncian wilayah yang dilakukan pemerintah secara mendadak.
“Ada paket wisata selama 8 hingga 10 hari di mana kami menjemput wisatawan dari bandara Kochi dan menurunkan mereka di bandara Thiruvananthapuram setelah kunjungan ke lokasi utama. Tapi, kemudian tiba-tiba pemerintah mengumumkan penguncian hari Minggu, dan kami dikenakan denda 2 ribu rupee oleh pemerintah," kata Royson.
Selain itu, operator bus wisata harus membayar 40.000 rupee per kuartal sebagai pajak jalan atau kendaraan.
"Ada biaya bahan bakar dan pengeluaran lain yang tinggi. Kami ingin pemerintah negara bagian setidaknya menarik pajak sampai pembatasan Covid-19 benar-benar dicabut," kata S Prashanthan dari Viswasree Services, operator bus wisata lainnya.
Khusus Royson Travels, terdapat 50 staf meninggalkan perusahaan karena pendapatan operator perjalanan mengalami penurunan signifikan. Meskipun pemerintah telah meminta bank untuk memperpanjang periode moratorium setelah gelombang pertama pandemi, sebagian besar bank menghentikan fasilitas tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Desember 2022, 12:53 WIB
04 Januari 2022, 13:00 WIB
08 Desember 2021, 18:16 WIB
06 Desember 2021, 17:48 WIB
Terkini
06 Januari 2026, 18:00 WIB
Performa Francesco Bagnaia turun drastis di MotoGP 2025, kesulitan bersaing dengan rekan setimnya di Ducati
06 Januari 2026, 17:00 WIB
Kembaran BYD Seal bakal dipasarkan dengan nama Seal 07 EV, dipasarkan di Tiongkok lebih dulu tahun ini
06 Januari 2026, 16:00 WIB
Sensor LiDAR kerap ditempatkan di bagian depan atap mobil listrik Cina keluaran terkini, dukung keselamatan
06 Januari 2026, 15:24 WIB
Keputusan itu diambil pasca PO Cahaya Trans terlibat kecelakaan di exit Tol Krapyak pada Desember lalu
06 Januari 2026, 14:00 WIB
Pada 2026 tren warna cat bawaan pabrik atau base colour turut digandrungi, karena banyak restorasi kendaraan
06 Januari 2026, 13:00 WIB
Chery memimpin ekspor mobil di Tiongkok sepanjang 2025, sementara total penjualannya tembus 2 juta unit
06 Januari 2026, 12:00 WIB
Pasar ekspor kendaraan di 2026 diperkirakan bakal menghadapi beberapa tantangan yang dinilai cukup berat
06 Januari 2026, 11:00 WIB
Banyaknya populasi mobil listrik di Tanah Air diyakini bakal mempengaruhi dunia modifikasi Tanah Air