Pandemi, Juragan Travel Jual 20 Bus Wisata Kiloan

Pembatasan wilayah di sejumlah negara membuat juragan travel di India menjual bus pariwisata layaknya barang bekas

Pandemi, Juragan Travel Jual 20 Bus Wisata Kiloan
Dian Tami Kosasih

TRENOTO – Pembatasan aktivitas yang dilakukan sejumlah negara membuat bisnis pariwisatan mengalami kesulitan. Tak memiliki wisatawan, banyak pengusaha akhirnya gulung tikar seperti yang dialami juragan travel di India.  

Seperti dilansir New India Express, Kamis (17/2/2022), Royson Joseph pemilik Roy Tourism harus rela menjual bus wisata miliknya karena mengalami kesulitan keuangan. Berbeda dengan penjualan pada umumnya, kendaraan tersebut dijual layaknya barang bekas.

Dalam postingann yang dibagikan Contract Carriage Operators Association Kerala (CCOA), Royson terpaksa menjual bus wisata dengan harga 45 rupee atau setara dengan Rp8.571 untuk setiap kilogram. Selama 18 bulan terakhir, Ia mengaku harus menjual 10 dari 20 bus wisata miliknya.

"Biasanya Februari lalu, jalan menuju Munnar padat lalu lintas. Sekarang, seluruh ruas jalan sepi," katanya.

Royson juga menegaskan, pihaknya harus menjual bus hanya untuk membayar pinjaman.

"Saya siap menjual bus saya kepada siapa pun yang membayar saya 45 rupee per kilogram. Situasinya sangat buruk, banyak operator bus wisata di ambang bunuh diri," ujarnya.

Binu John selaku Presiden CCOA mengatakan, jumlah bus wisata di Kerala mengalami penurunan signifikan. Bila sebelumnya terdapat 14 ribu kendaraan saat hanya tersisa kurang dari 12 ribu.

Hal ini terjadi karena pengusaha gagal melakukan pembayaran sehingga leasing harus mengambil kendaraan akibat gagal bayar.

"Dalam dua bulan terakhir saja, lebih dari seribu bus diambil oleh bank atau rentenir. Jumlah pastinya baru diketahui setelah Maret, tapi kami khawatir 2 hingga 3 ribu bus wisata lainnya akan dipasang oleh bank dan rentenir dalam satu bulan ke depan atau lebih," kata Binu.

Aturan perjalanan akibat Covid-19 menjadi masalah terbesar bagi pengusaha travel. Pihaknya tak bisa mendapatkan pengunjung akibat penguncian wilayah yang dilakukan pemerintah secara mendadak.

“Ada paket wisata selama 8 hingga 10 hari di mana kami menjemput wisatawan dari bandara Kochi dan menurunkan mereka di bandara Thiruvananthapuram setelah kunjungan ke lokasi utama. Tapi, kemudian tiba-tiba pemerintah mengumumkan penguncian hari Minggu, dan kami dikenakan denda 2 ribu rupee oleh pemerintah," kata Royson.

Photo : New India Express

Pekerja bus pariwisata kehilangan pekerjaan

Selain itu, operator bus wisata harus membayar 40.000 rupee per kuartal sebagai pajak jalan atau kendaraan.

"Ada biaya bahan bakar dan pengeluaran lain yang tinggi. Kami ingin pemerintah negara bagian setidaknya menarik pajak sampai pembatasan Covid-19 benar-benar dicabut," kata S Prashanthan dari Viswasree Services, operator bus wisata lainnya.

Khusus Royson Travels, terdapat 50 staf meninggalkan perusahaan karena pendapatan operator perjalanan mengalami penurunan signifikan. Meskipun pemerintah telah meminta bank untuk memperpanjang periode moratorium setelah gelombang pertama pandemi, sebagian besar bank menghentikan fasilitas tersebut.


Terkini

news
Asuransi Astra

70 Tahun Asuransi Astra, Evolusi Perlindungan di Era Digital

Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga

mobil
GIIAS Makassar 2026

GIIAS Makassar 2026 Siap Digelar, Empat Merek Hadir Perdana

Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen

mobil
BYD

BYD Atto 2 Sudah Masuk di Indonesia, Segera Dipasarkan

Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia

mobil
Mitsubishi Destinator

Mitsubishi Destinator, SUV 7 Seater Teman Berbagai Aktivitas

Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan

motor
Skutik premium

Opsi Handgrip Skutik Premium yang Bisa Bikin Tampil Beda

Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih

mobil
BYD

BYD Flash Charging Diluncurkan, Ngecas EV Hanya Lima Menit

BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9

mobil
MG S6 EV

MG S6 EV Sudah Bisa Dipesan, Estimasi Harga Rp 500 Jutaan

Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026

mobil
Danza Z9GT

Spesifikasi Danza Z9GT, Bisa Pakai Flash Charging BYD

Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar