Belajar dari Kecelakaan Bus di Tol Cipularang, Wajib Beristirahat
26 Desember 2024, 15:00 WIB
Ada beberapa tips memilih bus pariwisata untuk kurangi risiko kecelajaan seperti yang terjadi di Ciater
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kecelakaan bus pariwisata yang membawa rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok masih mendapat banyak perhatian dari masyarakat. Pasalnya kendaraan tersebut rupanya tidak tidak memiliki izin angkutan dan status lulus uji berkala (BLU-e).
Dilansir dari Antara, bus Trans Putera Fajar bernomor polisi AD 7524 OG telah kadarluarsa sejak 6 Desember 2023. Padahal pemeriksaan seharusnya dilakukan setiap enam bulan sekali guna memastikan kondisi kendaraan terjaga.
“Ini sebenarnya merupakan tugas dari semua pihak termasuk pemerintah. Karena harus pertanyakan juga kenapa ada kendaraan tidak memiliki izin bisa ada di jalan, bagaimana pengawasannya?” ungkap Sony Susmana, Senior Instructor SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia) pada KatadataOTO (13/05).
Oleh sebab itu masyarakat yang hendak berpergian menanfaatkan bus pariwisata harus berhati-hati. Hal ini untuk mengurangi risiko menggunakan kendaraan tidak layak jalan.
“Pastikan meminta detail data kendaraan sejak awal seperti uji KIR, STNK, Service Record dan sebagainya. Bila perlu cek fisik dengan memanfaatkan jasa teknisi agar pemeriksaan lebih teliti,” ungkapnya.
Kemudian ia juga menyarankan penyewa kendaraan agar tidak ragu memeriksa SIM dan sertifikasi pelatihan yang dimiliki oleh pengemudi. Sony pun mengingatkan untuk meminta perjanjial dengan pihak penyedia jasa transportasi agar terhindar dari risiko berbahaya.
“Kadang kita juga dikasih pilihan kurang menyenangkan seperti unit yang datang tidak sesuai dengan permintaan. Kemudian pengemudinya pun sering berganti-ganti padahal uang muka sudah diberikan,” tambahnya.
Namun dirinya meminta masyarakat tetap tegas terhadap bus yang digunakan agar keselamatan terjaga.
“Jangan ragu juga untuk menggunakan jasa perusahaan transportasi bereputasi baik meski harganya lebih mahal. Tetapi tetap saja pelanggan harus melakukan pemeriksaan,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa sebuah bus pariwisata mengalami kecelakaan hingga menyebabkan 11 orang meninggal dunia. Kejadian tersebut terjadi di jalan Raya Kp. Palasari Ds. Palasari, Ciater, Subang pukul 18.45 WIB.
Berdasarkan penyelidikan, kecelakaan ini disebabkan kendaraan mengalami rem blong. Bus pun sempat menabrak mobil dan sepeda motor hingga baru bisa berhenti setelah menghantam tiang di bahu jalan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Desember 2024, 15:00 WIB
24 Desember 2024, 11:00 WIB
23 Desember 2024, 19:34 WIB
02 Desember 2024, 18:09 WIB
10 Juli 2024, 21:00 WIB
Terkini
31 Maret 2025, 12:03 WIB
200 peserta mengikuti program mudik gratis bareng Diton 2025 dengan berbagai kota tujuan seperti ke Semarang
31 Maret 2025, 09:00 WIB
Chery mengungkapkan ada tantangan tersendiri dalam memasarkan SUV crossover listrik Omoda E5 di Indonesia
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Haka Auto buka bengkel siaga saat Lebaran untuk menemani perjalanan pelanggan BYD mudik ke kampung halamannya
31 Maret 2025, 06:00 WIB
Kepolisian prediksi ada lonjakan arus mudik dan kepadatan di sejumlah titik setelah pelaksanaan sholat Id
31 Maret 2025, 05:08 WIB
Francesco Bagnaia akhirnya keluar sebagai pemenang pada MotoGP Amerika 2025 usai Marc Marquez terjatuh
30 Maret 2025, 22:03 WIB
Satu unit mobil listrik Hyundai Ioniq 5 N terlibat kecelakaan fatal dengan sebuah truk di Tol JORR, Cengkareng
30 Maret 2025, 12:00 WIB
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM, disebut sebagai hadiah Lebaran 2025 bagi pengendara
30 Maret 2025, 10:38 WIB
PT YIMM mengklaim penjualan Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid baik, unit dikirim ke konsumen mulai Aprl 2025