Praktisi Tanggapi Kecelakaan McLaren: Modal Nyetir Saja Tak Cukup
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Agar terhindar dari kecelakaan bus seperti di Tol Cipularang, pengemudi disarankan untuk istirahat yang optimal
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kecelakaan bus kembali terulang jelang 2024 tutup buku. Kali ini terjadi di Tol Cipularang KM 80 pada Kamis (26/12) pukul 02.15 WIB.
Mengutip keterangan resmi Jasamarga Metropolitan Tollroad, insiden itu melibatkan satu buah bus yang mengangkut rombongan jamaah ziarah asal Tangerang.
Mereka melaju dari Bandung, Jawa Barat setelah berziarah di daerah Pamijahan, Tasikmalaya. Setibanya di KM 80 bus menabrak bagian belakang truk pengangkut kerikil.
“Akibatnya terdapat dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian (akibat terhimpit badan bus),” tulis Jasamaraga Metropolitan Tollroad.
Sayang tidak disebutkan secara rinci identitas dari para korban meninggal. Namun seluruh jenazah sudah dievakuasi ke RS Abdul Radjak Purwakarta.
“Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, diduga pengemudi bus dalam kondisi mengantuk. Sehingga kurang antisipasi kendaraan di depan dan menyebabkan terjadi tabrak belakang,” lanjut mereka.
Jasa Marga lantas menjelaskan bahwa seluruh kendaraan maupun penumpang yang terluka sudah dievakuasi. Mereka pun menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
Di sisi lain Jasa Marga kembali mengimbau kepada para pengguna jalan, baik kendaraan pribadi maupun angkutan penumpang untuk mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan.
Apalagi buat Anda yang berniat mengemudi jarak jauh, jangan sampai kelelahan atau mengantuk. Sebab bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan fatal.
Sementara itu kecelakaan bus di Tol Cipularang membuat sebagian pihak memberikan pendapat. Seperti dilontarkan oleh Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).
“Mendekati libur panjang pada Nataru (Natal dan Tahun baru) mobilitas kendaraan cukup padat. Banyak pengemudi yang menuju luar kota serta kadang durasi istirahat sangat kurang lalu menimbulkan kantuk,” kata Sony saat dihubungi KatadataOTO.
Sony mengungkapkan bahwa mengantuk sangat berbahaya sekali. Membuat kinerja sensor motorik menurun, kehilangan fokus sampai berujung pada kecelakaan.
Oleh sebab itu Sony menyarankan kepada masyarakat agar tidak menunda istirahat selama perjalanan. Terutama ketika tubuh sudah memberikan sinyal kelelahan.
“Banyak sekali pengemudi terutama kendaraan angkutan yang merekayasa kantuk dengan seribu cara. Tetapi tidak paham kalau kondisi itu tetap melekat,” lanjut dia.
Terkhusus sopir para rombongan ziarah dengan jarak cukup jauh, diimbau buat beristirahat setiap tiga jam sekali. Sehingga dapat mengurangi kelelahan sampai mengantuk.
“Jangan cuma masuk rest area terus ngopi-ngopi, tetapi pastikan istirahatnya optimal,” Sony menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 07:00 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
24 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
Terkini
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung lagi untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda
27 September 2026, 21:23 WIB
SUV legendaris Mitsubishi yakni All-new Pajero kembali hadir, mobil ini mendapat respon baik di Indonesia
27 September 2026, 20:20 WIB
Pada bulan ini harga motor matic 150 cc tidak mengalami kenaikan, jadi kesempatan buat Anda membeli kendaraan
27 September 2026, 19:45 WIB
Kontes modifikasi Customaxi 2026 Yamaha digelar di Bandung, Jawa Barat karena memiliki daya tarik tersendiri