Persaingan Tak Sehat Kerap Sebabkan Kecelakaan Bus di Indonesia

Persaingan tidak sehat akibat perang harga membuat faktor keamanan sebuah bus sering dijadikan nomor dua

Persaingan Tak Sehat Kerap Sebabkan Kecelakaan Bus di Indonesia
  • Oleh Satrio Adhy

  • Selasa, 16 September 2025 | 12:00 WIB

KatadataOTOKecelakaan bus sudah sangat sering terjadi di Indonesia. Terkini menimpa rombongan dari RS Bina Sehat Jember pada Minggu (14/09).

Bus yang mereka tumpangi diduga mengalami rem blong ketika melaju dari arah Bromo menuju ke Jember.

Setibanya di Jalan Raya Sukapura, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur bus melaju tak terkendali.

Sehingga bus RS Bina Sehat Jember itu menabrak pembatasan jalan serta motor yang melintas. Membuat delapan orang meninggal dunia dan puluhan luka-luka.

Kecelakaan Bus RS Bina Sehat, Kemampuan Sopir Jadi Pertanyaan
Photo : Istimewa

Insiden serupa sejatinya sudah kerap terulang. Berbagai faktor pun digadang-gadang menjadi biang kerok peristiwa maut itu.

Seperti persaingan tidak sehat antar perusahaan bus pariwisata turut mendorong kecelakaan terus terjadi.

“Adanya kompetisi harga yang tidak sehat, karena di Indonesia harga jasa transportasi diserahkan ke pasar,” ungkap Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada KatadataOTO, Senin (15/09).

Menurut Jusri mekanisme harga sewa bus pariwisata tidak tersentuh oleh pemerintah. Sehingga para perusahaan bebas menentukan banderol.

Dengan begitu masyarakat bakal memilih bus yang menawarkan biaya sewa paling murah. Memaksa para perusahaan menekan biaya operasional mereka.

Misal biaya perjalanan satu bus pariwisata seharusnya Rp 10 juta, namun ada perusahaan lain yang menawarkan hanya Rp 5 juta.

Otomatis masyarakat bakal memilih bus dengan banderol sangat murah, karena dinilai lebih ekonomis.

“Apa yang terjadi? Parameter atau kelengkapan yang harusnya jadi satu bagian di dalam jasa ini, terkhusus aspek safety harus dihilangkan. Akhirnya masyarakat mendapatkan sebuah bus berkualitas jelek,” tutur Jusri.

Menurut Jusri hal tersebut sudah sering ditemukan. Tentu ini sangat merugikan masyarakat secara langsung.

Oleh sebab itu Jusri meminta pemerintah mau turun langsung, mengatur harga sewa bus pariwisata. Dengan begitu tidak timbul lagi persaingan-persaingan kurang sehat.

“Harusnya ditentukan (pemerintah), sehingga masyarakat tidak bisa memilih yang termurah. Kasih harga flat untuk transportasi yang menyangkut nyawa,” tegas Jusri.

Kemenhub Bakal Selidiki Kecelakaan Bus ALS yang Renggut 12 Nyawa
Photo : Antara

Lebih jauh Jusri mengatakan, dengan pemerintah turun tangan bisa memperkecil ruang gerak perusahaan buat membanting harga.

Tidak ada lagi bus-bus yang kurang terawat atau tak mengutamakan faktor keamanan dari kendaraan tersebut.

Jadi banyak armada-armada berkualitas yang sudah menjalani perawatan berkala. Risiko kecelakaan di jalan pun dapat diminimalisir.


Terkini

news
Upaya Pemprov DKI Jakarta Menghadapi Risiko Kebakaran EV

Upaya Pemprov DKI Jakarta Menghadapi Risiko Kebakaran EV

Rano Karno berharap para petugas pemadam kebakaran di DKI Jakarta memiliki SOP untuk menghadapi kebakaran EV

mobil
Toyota Avanza Veloz

5 Unit Toyota Veloz Hybrid Sudah Terpesan di Lombok

Sejak pertama diluncurkan, Toyota Veloz Hybrid sudah menjangkau banyak wilayah di Indonesia termasuk NTB

mobil
Changan Nevo Q07

Prediksi Mobil 7-seater Changan yang Mau Masuk Indonesia

Changan disinyalir mengembangkan mobil elektrifikasi 7-seater untuk pasar Indonesia, ini model yang potensial

motor
Alasan All New Honda Vario 125 Tak Andalkan Rangka eSAF

Alasan All New Honda Vario 125 Tak Andalkan Rangka eSAF

All new Honda Vario 125 tetap menggunakan rangka tubular untuk menyangga mesin 125 cc yang disematkan

mobil
Harga Mobil Hybrid Desember 2025, Innova Zenix Turun Rp 9 Jutaan

Harga Mobil Hybrid Desember 2025, Innova Zenix Turun Rp 9 Jutaan

Menjelang akhir tahun harga mobil hybrid cenderung stabil, hanya Toyota yang melakukan penyesuaian banderol

mobil
Pertimbangan Gaikindo Revisi Target Penjualan Mobil Baru 2025

Pertimbangan Gaikindo Revisi Target Penjualan Mobil Baru 2025

Gaikindo baru saja resmi merevisi target penjualan mobil baru di 2025, menjadi hanya berkisar 780 ribu unit

mobil
IIMS 2026

Harga Tiket IIMS 2026 Tidak Naik, Mulai Dari Rp 50 Ribu

Harga tiket IIMS 2026 tidak mengalami kenaikan imbas dari besarnya tekanan yang dihadapi oleh industri otomotif

mobil
Promo IIMS 2025

Jawab Kebutuhan Peserta, IIMS 2026 Bakal Hadirkan Banyak Pengembangan

IIMS 2026 hadir dengan area pameran yang lebih luas karena jumlah peserta lebih banyak dibang tahun lalu