Izin PO Cahaya Trans Dibekukan Usai Kecelakaan Maut di Tol
06 Januari 2026, 15:24 WIB
Persaingan tidak sehat akibat perang harga membuat faktor keamanan sebuah bus sering dijadikan nomor dua
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kecelakaan bus sudah sangat sering terjadi di Indonesia. Terkini menimpa rombongan dari RS Bina Sehat Jember pada Minggu (14/09).
Bus yang mereka tumpangi diduga mengalami rem blong ketika melaju dari arah Bromo menuju ke Jember.
Setibanya di Jalan Raya Sukapura, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur bus melaju tak terkendali.
Sehingga bus RS Bina Sehat Jember itu menabrak pembatasan jalan serta motor yang melintas. Membuat delapan orang meninggal dunia dan puluhan luka-luka.
Insiden serupa sejatinya sudah kerap terulang. Berbagai faktor pun digadang-gadang menjadi biang kerok peristiwa maut itu.
Seperti persaingan tidak sehat antar perusahaan bus pariwisata turut mendorong kecelakaan terus terjadi.
“Adanya kompetisi harga yang tidak sehat, karena di Indonesia harga jasa transportasi diserahkan ke pasar,” ungkap Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada KatadataOTO, Senin (15/09).
Menurut Jusri mekanisme harga sewa bus pariwisata tidak tersentuh oleh pemerintah. Sehingga para perusahaan bebas menentukan banderol.
Dengan begitu masyarakat bakal memilih bus yang menawarkan biaya sewa paling murah. Memaksa para perusahaan menekan biaya operasional mereka.
Misal biaya perjalanan satu bus pariwisata seharusnya Rp 10 juta, namun ada perusahaan lain yang menawarkan hanya Rp 5 juta.
Otomatis masyarakat bakal memilih bus dengan banderol sangat murah, karena dinilai lebih ekonomis.
“Apa yang terjadi? Parameter atau kelengkapan yang harusnya jadi satu bagian di dalam jasa ini, terkhusus aspek safety harus dihilangkan. Akhirnya masyarakat mendapatkan sebuah bus berkualitas jelek,” tutur Jusri.
Menurut Jusri hal tersebut sudah sering ditemukan. Tentu ini sangat merugikan masyarakat secara langsung.
Oleh sebab itu Jusri meminta pemerintah mau turun langsung, mengatur harga sewa bus pariwisata. Dengan begitu tidak timbul lagi persaingan-persaingan kurang sehat.
“Harusnya ditentukan (pemerintah), sehingga masyarakat tidak bisa memilih yang termurah. Kasih harga flat untuk transportasi yang menyangkut nyawa,” tegas Jusri.
Lebih jauh Jusri mengatakan, dengan pemerintah turun tangan bisa memperkecil ruang gerak perusahaan buat membanting harga.
Tidak ada lagi bus-bus yang kurang terawat atau tak mengutamakan faktor keamanan dari kendaraan tersebut.
Jadi banyak armada-armada berkualitas yang sudah menjalani perawatan berkala. Risiko kecelakaan di jalan pun dapat diminimalisir.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Januari 2026, 15:24 WIB
29 Desember 2025, 13:00 WIB
26 Desember 2025, 07:00 WIB
12 Desember 2025, 19:00 WIB
29 November 2025, 09:00 WIB
Terkini
25 Januari 2026, 13:00 WIB
Ananta Rispo memiliki koleksi kendaraan beragam yang sudah dimodifikasi sesuai dengan selera dan kebutuhannya
25 Januari 2026, 11:00 WIB
Untuk pertama kalinya di Indonesia Chery akan meluncurkan mobil diesel yang rencananya hadir di segmen niaga
25 Januari 2026, 09:00 WIB
Meski akan ada banyak rintangan, AISI menargetkan 6,7 juta unit motor baru bisa terjual sepanjang 2026
25 Januari 2026, 07:00 WIB
Menjelang akhir Januari hampir semua harga LCGC mengalami kenaikan, Honda Brio Satya tipe tertinggi Rp 4 juta
24 Januari 2026, 17:00 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
24 Januari 2026, 15:00 WIB
Farizon SV hadir di Indonesia dan siap menantang Toyota Hiace di bidang transportasi perkotaan Tanah Air
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo ingin para konsumen di Indonesia tidak merasa berat ketika ingin membeli mobil listrik mereka di 2026
24 Januari 2026, 11:17 WIB
Yamaha Fazzio Hybrid tampil lebih segar di awal 2026 dengan diberikan warna maupun grafis baru di seluruh tipe