Kepolisian Tegaskan Ada Tilang Manual di Operasi Keselamatan 2025
11 Februari 2025, 08:00 WIB
Tilang manual kembali dilakukan oleh Polda Jawa Tengah guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Tilang manual kembali dilakukan oleh Polda Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kedisiplinan pengendara kendaraan bermotor di jalan raya.
Meski demikian Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tetap menjadi prioritas dibanding tilang manual. Hal ini diungkapkan oleh Kombes. Pol. Agus Suryo Nugroho, Dirlantas Polda Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
“Penindakan manual tetap dijalankan tapi prioritasnya adalah ETLE. Di Jawa Tengah sudah dilaksanakan sejak Januari 2023,” ungkapnya.
Dilansir dari Antara, Kombes. Pol. Agus menyebut bahwa kebijakan tersebut menyasar beberapa pelanggaran yang sulit dijangkau oleh ETLE. Mulai dari kendaraan tanpa pelat nomor, knalpot brong, over load dan over dimension, berboncengan tiga, tidak menggunakan helm SNI hingga TNKB palsu.
“Termasuk pengendara yang tidak membawa SIM karena ETLE belum mampu menjangkau itu. Pelanggaran dengan potensi menimbulkan kecelakaan juga akan menjadi sasaran tilang manual,” jelas Dirlantas.
Menurut Kombes. Pol. Agus, penindakan menggunakan ETLE sebenarnya mendapat dukungan masyarakat. Pasalnya tak ada lagi petugas yang menyalahgunakan wewenangnya dan melakukan pungutan liar.
Namun di balik keunggulan tersebut, kepatuhan masyarakat justru mengalami penurunan. Bahkan banyak yang mencari celah agar tidak tertangkap kamera saat melakukan pelanggaran lalu lintas.
Hal ini terungkap saat kepolisian menggelar evaluasi penerapan ETLE di Indonesia. Hasilnya pelanggaran dinilai masih tinggi sehingga diperlukan beberapa langkah tambahan guna meningkatkan kedisiplinan berkendara termasuk tilang manual.
Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III pun mendukung penerapan kembali tilang manual. Menurutnya langkah tersebut masih diperlukan karena banyak masyarakat melanggar aturan.
“Selama pemberlakuan penuh ETLE banyak masyarakat mengakali aturan. Hal seperti ini membuat kedisiplinan pengguna jalan semakin turun,” ungkap Sahroni.
Meski mendukung Ia tetap menyoroti potensi pungutan liar yang marak dilaporkan masyarakat. Perlu tindakan tegas jika diketahui petugas menyalahgunakan wewenangnya.
“Bila tilang manual kembali diterapkan saya ingin anggota polisi di lapangan harus lebih profesional. Sudah tidak ada lagi cerita polisi main mata di lapangan,” ujarnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Februari 2025, 08:00 WIB
23 Januari 2025, 16:00 WIB
21 Januari 2025, 22:30 WIB
06 Januari 2025, 15:00 WIB
12 Agustus 2024, 14:00 WIB
Terkini
31 Maret 2025, 16:17 WIB
Hybrid BYD Shark semakin dekat ke Indonesia, debut di Thailand dengan harga di kisaran Rp 800 jutaan
31 Maret 2025, 12:03 WIB
200 peserta mengikuti program mudik gratis bareng Diton 2025 dengan berbagai kota tujuan seperti ke Semarang
31 Maret 2025, 09:00 WIB
Chery mengungkapkan ada tantangan tersendiri dalam memasarkan SUV crossover listrik Omoda E5 di Indonesia
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Haka Auto buka bengkel siaga saat Lebaran untuk menemani perjalanan pelanggan BYD mudik ke kampung halamannya
31 Maret 2025, 06:00 WIB
Kepolisian prediksi ada lonjakan arus mudik dan kepadatan di sejumlah titik setelah pelaksanaan sholat Id
31 Maret 2025, 05:08 WIB
Francesco Bagnaia akhirnya keluar sebagai pemenang pada MotoGP Amerika 2025 usai Marc Marquez terjatuh
30 Maret 2025, 22:03 WIB
Satu unit mobil listrik Hyundai Ioniq 5 N terlibat kecelakaan fatal dengan sebuah truk di Tol JORR, Cengkareng
30 Maret 2025, 12:00 WIB
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM, disebut sebagai hadiah Lebaran 2025 bagi pengendara