Cara Forwot Tunjukan Kepedulian Masa Depan Industri Otomotif
26 Januari 2026, 18:47 WIB
Penggunaan oli mobil yang tidak sesuai anjuran pabrikan, dapat memperpendek usia pakai kendaraan Anda
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Bagi Anda para pemilik mobil, tidak boleh terlewat melakukan perawatan rutin. Termasuk mengenai mengganti oli mesin secara berkala.
Hal ini penting agar seluruh ruang dapur pacu bisa terlumasi. Sehingga dapat bekerja secara maksimal ketika kendaraan roda empat Anda digunakan.
Akan tetapi, dalam mengganti oli mesin mobil tidak boleh sembarangan. Harus memperhatikan viskositas atau kekentalan yang dianjurkan oleh pabrikan.
“Jangan coba-coba mengubah viskositas oli (mobil),” ungkap Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia dalam diskusi Forwot dengan tajuk Indonesia Automotive Outlook 2026.
Menurut Rifat, pemilik mobil keluaran terbaru atau modern harus memperhatikan hal ini. Jangan sampai salah menggunakan pelumas maupun suatu produk.
Sebab kendaraan roda empat keluaran tahun lama dan terkini, memiliki karakteristik mesin berbeda meski mempunyai kubikasi serupa.
“Mesin mobil zaman dulu, ukurannya gede dan lebar. Lalu mempunyai boring empat silinder dan bisa dikorter 0,25 mm sampai 0,100 mm,” lanjut Rifat.
Akan tetapi untuk jantung pacu pada kendaraan roda empat terkini, ruang mesinnya terbatas serta tidak terlalu besar.
Rifat menjelaskan, liner pada jantung mekanis tersebut semakin tipis. Jarak antara piston satu dengan satunya sangat berdekatan.
“Itu harus patuh sama yang namanya viskositas oli rekomendasi, karena bisa memperpendek umur (usia pakai),” tutur Brand Ambassador Mitsubishi ini.
Lebih jauh dijelaskan, jika menggunakan pelumas dengan tingkat kekentalan berbeda dari rekomendasi pabrik maka bakal membawa dampak buruk.
Pelumas tidak bisa masuk ke celah piston, lalu mempengaruhi kinerja mesin mobil dan membuat cepat rusak.
“Oli yang lebih kental naik temperaturnya lama, tetapi turunnya juga lama. Jadi kalau sudah kepanasan tidak dingin-dingin,” tegas Rifat.
Sementara jika menggunakan oli yang lebih encer, suhu pada dapur pacu bakal cepat naik dan turun.
Sehingga pemilik harus benar-benar memperhatikan viskositas oli, tidak boleh sembarangan memilih sebuah produk.
“Jadi makanya mobil sekarang berapa menit untuk memanaskan mesin mobil? Tidak ada karena dia kayak air, benar-benar langsung naik dalam 10 detik,” pungkas dia.
Oleh sebab itu, Anda disarankan dan diwajibkan mengikuti buku petunjuk kepemilikan. Lalu pastikan menggunakan pelumas sesuai anjuran dari pabrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Januari 2026, 18:47 WIB
25 Januari 2026, 15:00 WIB
23 Desember 2025, 16:27 WIB
19 Desember 2025, 16:00 WIB
18 Desember 2025, 17:07 WIB
Terkini
29 Januari 2026, 09:00 WIB
Penjualan BYD secara retail alami kenaikan 217,5 persen dari 2024 ke 2025, belum termasuk sub merek Denza
29 Januari 2026, 08:00 WIB
Penyegaran pada Yamaha MX King di Januari 2026 membuat persaingan pada segmen motor bebek kembali sengit
29 Januari 2026, 07:00 WIB
Harga Chery C5 CSH diyakini ada di rentang angka Rp 350 juta sampai Rp 400 jutaan, meluncur Februari 2026
29 Januari 2026, 06:00 WIB
Kehadiran SIM keliling Bandung hari ini dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
29 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta akan diselenggarakan pada 29 Januari 2026 untuk atasi kemacetan lalu lintas di Ibu Kota
29 Januari 2026, 06:00 WIB
Pemilik SIM A dan C bisa melakukan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi di SIM keliling Jakarta
28 Januari 2026, 20:00 WIB
Toyota mengunggah bocoran mobil terbaru mereka, siluet SUV berukuran besar diyakini versi produksi dari bZ5X
28 Januari 2026, 19:00 WIB
Yamaha akan segera menjajal motor balap dengan mesin V4 berkubikasi 850 cc untuk berlaga di MotoGP 2027