Jangan Coba-coba Mengubah Viskositas Oli Mobil, Bisa Cepat Rusak

Penggunaan oli mobil yang tidak sesuai anjuran pabrikan, dapat memperpendek usia pakai kendaraan Anda

Jangan Coba-coba Mengubah Viskositas Oli Mobil, Bisa Cepat Rusak
Satrio Adhy

KatadataOTO – Bagi Anda para pemilik mobil, tidak boleh terlewat melakukan perawatan rutin. Termasuk mengenai mengganti oli mesin secara berkala.

Hal ini penting agar seluruh ruang dapur pacu bisa terlumasi. Sehingga dapat bekerja secara maksimal ketika kendaraan roda empat Anda digunakan.

Akan tetapi, dalam mengganti oli mesin mobil tidak boleh sembarangan. Harus memperhatikan viskositas atau kekentalan yang dianjurkan oleh pabrikan.

“Jangan coba-coba mengubah viskositas oli (mobil),” ungkap Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia dalam diskusi Forwot dengan tajuk Indonesia Automotive Outlook 2026.

memilih oli mobil
Photo: 123RF

Menurut Rifat, pemilik mobil keluaran terbaru atau modern harus memperhatikan hal ini. Jangan sampai salah menggunakan pelumas maupun suatu produk.

Sebab kendaraan roda empat keluaran tahun lama dan terkini, memiliki karakteristik mesin berbeda meski mempunyai kubikasi serupa.

“Mesin mobil zaman dulu, ukurannya gede dan lebar. Lalu mempunyai boring empat silinder dan bisa dikorter 0,25 mm sampai 0,100 mm,” lanjut Rifat.

Akan tetapi untuk jantung pacu pada kendaraan roda empat terkini, ruang mesinnya terbatas serta tidak terlalu besar.

Rifat menjelaskan, liner pada jantung mekanis tersebut semakin tipis. Jarak antara piston satu dengan satunya sangat berdekatan.

“Itu harus patuh sama yang namanya viskositas oli rekomendasi, karena bisa memperpendek umur (usia pakai),” tutur Brand Ambassador Mitsubishi ini.

Lebih jauh dijelaskan, jika menggunakan pelumas dengan tingkat kekentalan berbeda dari rekomendasi pabrik maka bakal membawa dampak buruk.

Pelumas tidak bisa masuk ke celah piston, lalu mempengaruhi kinerja mesin mobil dan membuat cepat rusak.

“Oli yang lebih kental naik temperaturnya lama, tetapi turunnya juga lama. Jadi kalau sudah kepanasan tidak dingin-dingin,” tegas Rifat.

Sementara jika menggunakan oli yang lebih encer, suhu pada dapur pacu bakal cepat naik dan turun.

memilih oli mobil
Photo: Istimewa

Sehingga pemilik harus benar-benar memperhatikan viskositas oli, tidak boleh sembarangan memilih sebuah produk.

“Jadi makanya mobil sekarang berapa menit untuk memanaskan mesin mobil? Tidak ada karena dia kayak air, benar-benar langsung naik dalam 10 detik,” pungkas dia.

Oleh sebab itu, Anda disarankan dan diwajibkan mengikuti buku petunjuk kepemilikan. Lalu pastikan menggunakan pelumas sesuai anjuran dari pabrik.


Terkini

mobil
Daihatsu

Pendaftaran Daihatsu National SMK Skill Contest ke-9 Dibuka

Ajang Daihatsu National SMK Skill Contest merupakan kompetisi untuk menyiapkan generasi mendatang tahan banting

mobil
BYD M6 DM

Harga BYD M6 DM Mulai Rp 298 Juta, Bisa Tempuh 1.800 KM

BYD M6 DM akan bersaing di kelas MPV ramah lingkungan lain di Indonesia mengandalkan harga dan teknologinya

mobil
MPMX

Upaya MPMX Berdayakan SDM Disabilitas di Indonesia

MPMX kembali menggelar program MPM Bisa untuk memberdayakan ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia

motor
Motul

Strategi Motul dan Ipone Edukasi Pentingnya Merawat Kendaraan

Motul Indonesia Energy terus berupaya untuk memberikan pemahanan bahwa merawat motor harus dilakukan rutin

motor
TVS

TVS Tebar Diskon Hingga Rp 2 Juta dan Voucher Belanja di PRJ 2026

TVS perkenalkan sejumlah model motor baru di Pekan Raya Jakarta 2026 dan tebar promo diskon jutaan rupiah

motor
Motul

Kawasaki dan Motul Kolaborasi di PRJ 2026, Luncurkan Pelumas Baru

Motul menggandeng Kawasaki untuk meluncurkan sejumlah produk anyar guna memanjakan para pengendara di PRJ 2026

mobil
Toyota Innova Zenix

Biaya Pertamax Full Tank buat MPV, Innova Zenix Rp 800 Ribuan

Harga Pertamax resmi mengalami kenaikan per 10 Juni 2026, segini biaya isi full tank untuk mobil-mobil MPV

mobil
BYD

BYD Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat, Jualan Masih Lancar

BYD membantah secara keras tudingan Pentagon kalau mereka merupakan perusahaan yang terafiliasi militer Cina