Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diklaim Turun
29 Maret 2026, 11:44 WIB
Kedewasaan mental memiliki peran besar untuk menjaga keselamatan dan antisipasi laka lantas selama berkendara
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kecelakaan lalu lintas atau laka lantas seringkali terjadi karena kelalaian manusia alias Human Error. Bisa akibat kelelahan atau perselisihan dengan pengguna jalan lain.
Maka sejatinya sebelum mengemudikan kendaraan bermotor, bekal pengetahuan teknis dan cara berkendara tidaklah cukup. Perlu diimbangi kedewasaan mental dan pemahaman aturan lalu lintas.
Rifat Sungkar, Praktisi Keselamatan Berkendara sekaligus pereli nasional ungkap bahwa tahun ini prediksi jumlah kecelakaan bisa mencapai 50.000 kasus. Adapun nominal itu disebabkan oleh Human Error.
Padahal ini menyebabkan kerugian buat banyak pihak baik secara finansial maupun sosial. Guna mengantisipasi hal tersebut Rifat menegaskan pentingnya etika, pengetahuan dan kedewasaan mental saat berkendara.
Sering salah kaprah, menurut Rifat kebanyakkan orang merasa bahwa apabila sudah bisa mengemudikan kendaraan maka memiliki cukup bekal untuk antisipasi laka lantas.
“Ketika berkendara kita pikir sudah bisa. Satu contoh, semua orang tahu yang namanya rem ABS, tapi bagaimana cara kerjanya?” kata Rifat di sela acara Media Session Bosch Safety Driving Campaign, Jakarta Pusat, Kamis (6/6).
Menurut dia ketika dipraktikkan, sejumlah orang yang belum pernah merasakan ketika rem ABS justru mengangkat rem di saat sistem itu aktif. Hal ini juga bisa jadi salah satu pemicu kecelakaan.
Selanjutnya Rifat mengatakan pentingnya mengatur waktu ketika akan berpergian terkhusus ke area kota Jakarta yang padat.
“Semua kejadian disebabkan emosi, tapi kalau kita punya mental dewasa misal berangkat satu jam lebih cepat. Ada mobil mogok, diselak dan lainnya kita santai,” kata dia.
Sering terjadi ketika berangkat dalam waktu terbatas pengemudi jadi cepat emosi apalagi berhadapan dengan kemacetan di pusat kota.
Terakhir Rifat menekankan pentingnya menjaga waktu istirahat guna menjaga kondisi mental yang baik. Terkhusus untuk para pengemudi taksi online karena mobilitasnya terbilang tinggi.
“Kecelakaan sering terjadi 80 persen ketika sudah di titik Fatigue. Quick nap atau tidur sebentar, dua jam kerja 15 menit istirahat atau tiga jam kerja, lalu 30 menit istirahat,” ujar dia.
Meski pada akhirnya strategi dan kekuatan tubuh setiap orang berbeda, jeda dibutuhkan setiap pengemudi agar kondisi fisik dan mental prima ketika kembali berkendara.
“Defensive Driving itu kita ketika berkendara aman, apakah juga aman untuk orang lain? Ini hanya bisa didapatkan ketika kita prima,” kata Rifat menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
29 Januari 2026, 10:00 WIB
Terkini
18 Mei 2026, 13:00 WIB
Penjualan Jetour secara retail stabil dan mengalami kenaikan sejak awal 2026, totalnya tembus 822 unit
18 Mei 2026, 11:21 WIB
Marco Bezzecchi berhasil mengumpulkan 142 poin pada puncak klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Catalunya
18 Mei 2026, 06:06 WIB
Skema Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku mulai dari ini setelah libur panjang untuk sedikit mengurai kemacetan
18 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang