Tanpa Subsidi, Permintaan Motor Listrik Bisa Meningkat Kembali
12 Januari 2026, 10:00 WIB
Menperin mengatakan pemerintah tengah membahas skema subsidi mobil listrik yang akan diberikan nantinya kepada masyarakat
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pemerintah terus menyusun rencana insentif akan diberikan kepada pembeli mobil listrik. Namun kabarnya anggaran untuk program tersebut belum dimasukan ke dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional) 2023.
Kendati demikian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin (Menteri Perindustrian) mengatakan pemerintah tengah membahas skema subsidi yang akan diberikan nantinya.
“Memang kebijakan fiskalnya belum ada tetapi kan kebijakan-kebijakan lainnya bisa kita ambil. Di anggaran 2023 memang belum ada,” ujar Agus seperti dikutip dari Katadata Selasa (20/12).
Lebih lanjut dia belum mau memberikan tanggapan apakah subsidi mobil listrik akan membebani APBN atau tidak. Menurutnya mereka berencana meminta izin kepada DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) terkait isu tersebut.
Sebelumnya Agus mengungkapkan pemerintah akan memberikan stimulus untuk setiap pembelian mobil listrik sebesar Rp80 juta. Kemudian juga kendaraan roda empat berbasis hybrid Rp50 juta.
Sedangkan motor listrik Rp8 juta dan motor konversi Rp5 juta. Meski belum diketuk palu Agus optimistis besarannya sejumlah itu.
Ia menjelaskan kompensasi akan diberikan kepada masyarakat yang membeli kendaraan elektrik khusus diproduksi di Indonesia. Kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan kajian perbandingan dari negara lain memiliki kemajuan dalam bidang ini.
“Contoh negara Eropa mereka lebih maju karena pemerintah berikan insentif. Kalau kita lihat China juga Thailand melakukan hal sama," tuturnya.
Di sisi lain Agus menerangkan bahwa pemberian insentif berdasarkan kajian serta perbandingan dari negara lain memiliki kemajuan dalam industri kendaraan listrik. Salah satunya adalah guna mempercepat investasi industri kendaraan setrum di Indonesia.
Selanjutnya guna memanfaatkan cadangan nikel Tanah Air. Seperti diketahui Indonesia merupakan negara yang memiliki cadangan salah satu komponen kendaraan listrik terbesar di dunia.
Terbaru Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan langkah tersebut ditargetkan akan dimulai pada 2023. Bahkan ia menegaskan agar jumlah subsidi lebih besar dari ditargetkan.
“Berapa banyak subsidi itu kita gak boleh kalah atau gak boleh juga beda jauh dengan negara-negara lain karena akan merugikan kita. Targetnya, ya kita harus tahun depan,” ungkap Luhut.
Sebagai informasi pada November 2022 volume penjualan wholesale mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di pasar domestik mencapai 1.965 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 10:00 WIB
07 Januari 2026, 10:00 WIB
02 Januari 2026, 13:38 WIB
31 Desember 2025, 12:00 WIB
17 Desember 2025, 22:00 WIB
Terkini
11 Maret 2026, 20:39 WIB
MPV ramah lingkungan Wuling Darion PHEV jadi opsi menarik buat masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik
11 Maret 2026, 19:00 WIB
Kehadiran mobil listrik baru Polytron, diharapkan bisa menggairahkan pasar kendaraan roda empat di Indonesia
11 Maret 2026, 18:00 WIB
Penjualan motor listrik Alva diklaim mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya meski harganya lebih tinggi
11 Maret 2026, 17:00 WIB
Keinginan BYD untuk bergabung dengan Formula 1 demi semakin memperkenalkan brand mereka ke seluruh dunia
11 Maret 2026, 15:00 WIB
Diler Xpeng Pluit jadi salah satu strategi pabrikan untuk memperluas jangkauan pasar dan permudah konsumen
11 Maret 2026, 13:00 WIB
Tanpa insentif mobil listrik impor, harga BYD Atto 1 dipertahankan di bawah Rp 200 jutaan di Maret 2026
11 Maret 2026, 11:00 WIB
Jetour T2 buktikan kekuatan rangka dengan menopang bobot lebih dari 300 kg dan juga terdapat fitur terkini
11 Maret 2026, 09:00 WIB
Fatalitas dalam kecelakaan di jalan raya dapat ditekan dengan sinergitas beberapa pihak dan peran publik