Komponen Termahal di Mobil Listrik yang Sering Bermasalah
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Salah satu strategi yang bisa diterapkan guna menggairahkan pasar motor listrik dengan menurunkan harga produk
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja pasar motor listrik Indonesia pada 2025 mengalami penurunan tajam. Hal tersebut merupakan imbas ketidakjelasan subsidi dari pemerintah.
Membuat masyarakat menunggu-nunggu bantuan dari pemerintah. Sehingga mereka menahan pembelian kendaraan roda dua setrum.
Pada 2026 pemberian subsidi motor listrik juga masih abu-abu. Berpotensi menghambat laju kinerja industri Electric Vehicle (EV).
“Namun tidak berarti satu-satunya jalan harus subsidi tunai terus-menerus. Ada ruang strategi lain yang dapat menahan penurunan dan perlahan membangun pasar,” ungkap Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Menurut Josua ada beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh para pelaku atau produsen motor listrik di dalam negeri.
Semisal Alva, Gesits sampai Polytron menggantikan sebagian fungsi subsidi dengan penurunan harga lebih agresif.
Selanjutnya menerapkan paket uang muka ringan dan tenor lebih panjang yang sehat. Lalu skema cicilan menempel pada penghematan biaya harian.
“Supaya konsumen merasa arus kasnya lebih aman. Ini penting karena adopsi motor listrik di Indonesia selama ini sangat dipacu insentif,” lanjut Josua.
Kemudian penurunan harga baterai baru motor listrik, diperkirakan makin terasa dalam beberapa waktu ke depan.
Sementara skema sewa baterai maupun jaminan purna jual, dapat menurunkan rasa takut konsumen terhadap biaya servis penampung daya serta nilai jual kembali.
“Ketiga, perluasan jaringan pengisian dan penukaran baterai yang benar-benar mudah dipakai akan memperbesar kelompok pembeli yang tadinya ragu,” tegas Josua.
Sedangkan pada tingkat pemerintahan, Josua menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri dapat menggeser fokus dari subsidi tunai ke insentif non-tunai.
Pemerintah juga bisa memberikan kepastian aturan mengenai motor listrik demi menstimulus masyarakat.
“Misalnya memberi kemudahan lalu lintas atau parkir untuk kendaraan listrik. Seperti pembebasan ganjil genap di DKI Jakarta,” pungkas Josua.
Tidak berhenti sampai di situ saja, pemerintah turut disarankan mendorong standar teknis dan infrastruktur.
Dengan begitu biaya kepemilikan motor listrik dapat turun secara alami. Sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Jika seluruh strategi di atas diterapkan, dipercaya dapat mendorong penjualan motor listrik pada 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Juli 2026, 22:00 WIB
13 Juli 2026, 21:00 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
09 Juli 2026, 19:20 WIB
05 Juli 2026, 19:42 WIB
Terkini
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya
16 Juli 2026, 22:00 WIB
MG ZS Hybrid+ hadir kembali di Indonesia dengan mengusung berbagai teknologi baru terutama keselamatan
16 Juli 2026, 21:00 WIB
KLHN 2026 menjadi wadah para tenaga kerja Honda untuk pengembangan diri dalam melayani para pelanggan