BYD Atto 2 Sudah Masuk di Indonesia, Segera Dipasarkan
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Subsidi motor listrik terbukti tidak hanya pemanis saja, namun menjadi penggerak bagi pasar EV di Tanah Air
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sejumlah sektor industri otomotif masih memerlukan stimulus. Salah satunya adalah pasar motor listrik di Indonesia.
Bantuan dari pemerintah dinilai dapat menggairahkan pasar. Namun pada 2026, subsidi motor listrik belum menemukan titik cerah.
“Tanpa insentif peluangnya tetap ada. Tetapi pertumbuhannya cenderung lambat,” ungkap Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank, kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Josua menceritakan banyak dampak bagi para produsen, jika pemerintah tidak mengucurkan subsidi motor listrik pada 2026.
Nantinya pabrikan bakal bertumpu pada strategi harga. Memaksa mereka untuk memasarkan Electric Vehicle (EV) dengan banderol terjangkau.
Akan tetapi strategi tersebut dirasa masih kurang tepat, sebab pabrikan harus memangkas keuntungan dalam penjualan.
“Untuk motor listrik, data justru memberi pelajaran paling jelas bahwa insentif bukan sekadar pemanis,” Josua menuturkan.
Selain itu produsen motor listrik juga harus bertumpu di pembiayaan serta infrastruktur yang ada. Bukan pada euforia program subsidi pemerintah.
Oleh sebab itu, pemerintah disarankan buat memberikan perhatian lebih terhadap pasar kendaraan roda dua setrum pada 2026.
Hal ini penting dilakukan agar pasar bisa terus bertumbuh, sekaligus bersaing dengan kendaraan roda dua bermesin bensin.
“Pengalaman 2025 menunjukkan begitu subsidi hilang, permintaan langsung turun tajam,” tegas Josua.
Bisa disimpulkan bahwa, subsidi motor listrik dari pemerintah merupakan penggerak utama permintaan massal.
Stimulus mampu menggairahkan pasar kendaraan roda dua setrum, lalu membawa dampak positif bagi industri otomotif.
“Jadi tanpa insentif motor listrik tetap bisa laku, tetapi lebih mungkin bertahan di ceruk tertentu,” pungkas dia.
Sebagai informasi, pada 2024 pemerintah memberikan subsidi motor listrik senilai Rp 7 juta. Berguna buat potongan harga saat pembelian.
Ketentuan mengenai pemberian insentif kendaraan roda dua setrum, tertuang dalam Permenperin atau Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2023.
Bantuan ini cukup sukses menggoda masyarakat, untuk beralih dari motor bermesin bensin ke listrik.
Menurut data dari Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli), sepanjang 2024 ada 62 ribu unit terjual.
Dari jumlah di atas, mayoritas konsumen memanfaatkan pembelian melalui program subsidi motor listrik Rp 7 juta.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
13 Oktober 2026, 20:46 WIB
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan