Motor Listrik Baru Honda UC3 Meluncur, Harga Rp 71 Jutaan
10 Januari 2026, 15:00 WIB
Subsidi motor listrik terbukti tidak hanya pemanis saja, namun menjadi penggerak bagi pasar EV di Tanah Air
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sejumlah sektor industri otomotif masih memerlukan stimulus. Salah satunya adalah pasar motor listrik di Indonesia.
Bantuan dari pemerintah dinilai dapat menggairahkan pasar. Namun pada 2026, subsidi motor listrik belum menemukan titik cerah.
“Tanpa insentif peluangnya tetap ada. Tetapi pertumbuhannya cenderung lambat,” ungkap Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank, kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Josua menceritakan banyak dampak bagi para produsen, jika pemerintah tidak mengucurkan subsidi motor listrik pada 2026.
Nantinya pabrikan bakal bertumpu pada strategi harga. Memaksa mereka untuk memasarkan Electric Vehicle (EV) dengan banderol terjangkau.
Akan tetapi strategi tersebut dirasa masih kurang tepat, sebab pabrikan harus memangkas keuntungan dalam penjualan.
“Untuk motor listrik, data justru memberi pelajaran paling jelas bahwa insentif bukan sekadar pemanis,” Josua menuturkan.
Selain itu produsen motor listrik juga harus bertumpu di pembiayaan serta infrastruktur yang ada. Bukan pada euforia program subsidi pemerintah.
Oleh sebab itu, pemerintah disarankan buat memberikan perhatian lebih terhadap pasar kendaraan roda dua setrum pada 2026.
Hal ini penting dilakukan agar pasar bisa terus bertumbuh, sekaligus bersaing dengan kendaraan roda dua bermesin bensin.
“Pengalaman 2025 menunjukkan begitu subsidi hilang, permintaan langsung turun tajam,” tegas Josua.
Bisa disimpulkan bahwa, subsidi motor listrik dari pemerintah merupakan penggerak utama permintaan massal.
Stimulus mampu menggairahkan pasar kendaraan roda dua setrum, lalu membawa dampak positif bagi industri otomotif.
“Jadi tanpa insentif motor listrik tetap bisa laku, tetapi lebih mungkin bertahan di ceruk tertentu,” pungkas dia.
Sebagai informasi, pada 2024 pemerintah memberikan subsidi motor listrik senilai Rp 7 juta. Berguna buat potongan harga saat pembelian.
Ketentuan mengenai pemberian insentif kendaraan roda dua setrum, tertuang dalam Permenperin atau Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2023.
Bantuan ini cukup sukses menggoda masyarakat, untuk beralih dari motor bermesin bensin ke listrik.
Menurut data dari Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli), sepanjang 2024 ada 62 ribu unit terjual.
Dari jumlah di atas, mayoritas konsumen memanfaatkan pembelian melalui program subsidi motor listrik Rp 7 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Januari 2026, 15:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 16:00 WIB
07 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
11 Januari 2026, 09:00 WIB
Mobil bekas di bawah Rp 100 juta di awal 2026 bisa menjadi pilihan menarik untuk dijadikan andalan bermobilitas
11 Januari 2026, 07:00 WIB
Raffi Ahmad terpantau memiliki kendaraan baru di garasinya termasuk BAIC BJ40 Plus dan Toyota Starlet
10 Januari 2026, 17:00 WIB
Diskon Hyundai Creta tembus Rp 45 juta berlaku khusus unit lansiran 2025, tipe Prime jadi Rp 300 jutaan
10 Januari 2026, 15:00 WIB
Honda UC3 hadir untuk menggoda para konsumen di Thailand dan Vietnam dengan berbekal berbagai keunggulan
10 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo Indonesia akui ketersediaan jaringan menjadi tantangan buat mereka di 2026 dan harus segera diatasi
10 Januari 2026, 11:00 WIB
ETLE Drone kini resmi beroperasi di lokasi yang selama ini sulit terjangkau oleh para petugas di lapangan
10 Januari 2026, 09:30 WIB
Krisis geopolitik berdampak besar pada sektor otomotif, Toyota Indonesia mewaspadai pengaruhnya pada logistik dan rantai pasok
10 Januari 2026, 09:00 WIB
Ada beberapa faktor mengapa AISI menetapkan target penjualan motor baru di 6,7 juta buat periode 2026