Airlangga Ungkap Tengah Kaji Insentif Otomotif di 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Subsidi motor listrik pada 2025 hanya jadi pepesan kosong. Membuat pasar Electric Vehicle (EV) sangat lesu di tahun lalu.
Hal tersebut mendorong sebagian pihak tidak lagi terlalu berharap, ada bantuan dari pemerintah untuk periode 2026.
Seperti dilontarkan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli). Menurut mereka, saat ini pemerintah mempunyai fokus yang lain.
“Terkait insentif, Aismoli memahami bahwa pemerintah memiliki berbagai prioritas strategis yang lebih luas dan penting,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Budi memang tidak memungkiri kalau, subsidi motor listrik cukup membantu para pabrikan selama ini.
Sebab penjualan Alva, Gesits, Rakata sampai United dapat terkerek. Hal itu karena minat masyarakat terhadap EV meningkat.
“Namun tanpa insentif pun industri tetap berkomitmen untuk tumbuh,” Budi melanjutkan.
Lebih jauh dijelaskan, Aismoli memandang ada cara lain guna mendongkrak penjualan motor listrik pada 2026.
Seperti dengan menjalankan kebijakan non-fiskal. Ambil contoh implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022.
Di dalamnya membahas mengenai penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, sebagai kendaraan dinas operasional dan atau kendaraan perorangan dinas di instansi pemerintah pusat maupun daerah.
Hal tersebut dirasa penting, sebab jadi langkah percepatan transisi energi. Bertujuan mendorong penggunaan EV di lingkungan pemerintahan melalui berbagai skema.
Ambil contoh pembelian motor listrik, sewa atau konversi kendaraan lama. Selain itu mengembangkan ekosistem EV di Tanah Air.
Aismoli menilai dengan berbagai lembaga pemerintah menggunakan EV, maka pasar dapat kembali bergairah.
Stok-stok motor listrik milik para pabrikan dapat segera terjual. Tidak lagi mengendap di gudang seperti pada 2025.
Di sisi lain Aismoli memasang target cukup tinggi untuk penjualan motor listrik pada 2026. Mereka ingin 100 ribu unit terniagakan tahun ini.
Ketua Umum Aismoli menjabarkan, ada beberapa faktor pendukung yang bisa mewujudkan target tersebut. Semisal kesiapan ekosistem EV di dalam negeri.
“Terutama pemerataan infrastruktur, keandalan produk serta layanan purna jual yang semakin matang,” pungkas Budi.
Berkat berbagai hal di atas, dipercaya dapat mendorong masyarakat buat beralih dari kendaraan roda dua konvensional.
Sehingga mereka tertarik untuk memakai motor listrik. Terutama guna memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Januari 2026, 12:00 WIB
14 Januari 2026, 13:00 WIB
13 Januari 2026, 07:00 WIB
12 Januari 2026, 10:00 WIB
11 Januari 2026, 19:34 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 13:00 WIB
MG Motor Indonesia menggelar program penawaran menarik untuk konsumen setia di Tanah Air di awal 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Airlangga mengaku tengah melakukan evaluasi insentif otomotif untuk di 2026 agar industri bisa tetap berjalan
15 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota Avanza jadi mobil terlaris di 2025 namun BYD mulai merangsek naik dengan memasukkan dua model ke 20 besar
15 Januari 2026, 10:00 WIB
Sepanjang periode tahun lalu pasar motor baru menunjukan kinerja cukup positif, termasuk dirasakan oleh Yamaha
15 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut data Gaikindo, segmen mobil LCGC hanya membukukan wholesales di anga 122.686 unit sepanjang 2025
15 Januari 2026, 08:00 WIB
Menghadapi tantangan berat dan persaingan sengit, penjualan retail Neta mengalami penurunan tajam di 2025
15 Januari 2026, 08:00 WIB
Libur akhir pekan datang lebih awal namun pemerintah tetap menggelar ganjil genap Jakarta secara ketat
15 Januari 2026, 07:00 WIB
Pertamina Enduro VR46 kembali ke warna khas mereka di MotoGP 2026, memadukan kuning fluo dengan aksen hitam