Ofero Carria 1 Motor Listrik Untuk Mobilitas Tinggi dan Aman
05 Juli 2026, 16:57 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Subsidi motor listrik pada 2025 hanya jadi pepesan kosong. Membuat pasar Electric Vehicle (EV) sangat lesu di tahun lalu.
Hal tersebut mendorong sebagian pihak tidak lagi terlalu berharap, ada bantuan dari pemerintah untuk periode 2026.
Seperti dilontarkan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli). Menurut mereka, saat ini pemerintah mempunyai fokus yang lain.
“Terkait insentif, Aismoli memahami bahwa pemerintah memiliki berbagai prioritas strategis yang lebih luas dan penting,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Budi memang tidak memungkiri kalau, subsidi motor listrik cukup membantu para pabrikan selama ini.
Sebab penjualan Alva, Gesits, Rakata sampai United dapat terkerek. Hal itu karena minat masyarakat terhadap EV meningkat.
“Namun tanpa insentif pun industri tetap berkomitmen untuk tumbuh,” Budi melanjutkan.
Lebih jauh dijelaskan, Aismoli memandang ada cara lain guna mendongkrak penjualan motor listrik pada 2026.
Seperti dengan menjalankan kebijakan non-fiskal. Ambil contoh implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022.
Di dalamnya membahas mengenai penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, sebagai kendaraan dinas operasional dan atau kendaraan perorangan dinas di instansi pemerintah pusat maupun daerah.
Hal tersebut dirasa penting, sebab jadi langkah percepatan transisi energi. Bertujuan mendorong penggunaan EV di lingkungan pemerintahan melalui berbagai skema.
Ambil contoh pembelian motor listrik, sewa atau konversi kendaraan lama. Selain itu mengembangkan ekosistem EV di Tanah Air.
Aismoli menilai dengan berbagai lembaga pemerintah menggunakan EV, maka pasar dapat kembali bergairah.
Stok-stok motor listrik milik para pabrikan dapat segera terjual. Tidak lagi mengendap di gudang seperti pada 2025.
Di sisi lain Aismoli memasang target cukup tinggi untuk penjualan motor listrik pada 2026. Mereka ingin 100 ribu unit terniagakan tahun ini.
Ketua Umum Aismoli menjabarkan, ada beberapa faktor pendukung yang bisa mewujudkan target tersebut. Semisal kesiapan ekosistem EV di dalam negeri.
“Terutama pemerataan infrastruktur, keandalan produk serta layanan purna jual yang semakin matang,” pungkas Budi.
Berkat berbagai hal di atas, dipercaya dapat mendorong masyarakat buat beralih dari kendaraan roda dua konvensional.
Sehingga mereka tertarik untuk memakai motor listrik. Terutama guna memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
05 Juli 2026, 16:57 WIB
30 Juni 2026, 15:00 WIB
24 Juni 2026, 15:00 WIB
20 Juni 2026, 18:05 WIB
19 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
08 Juli 2026, 11:00 WIB
Setelah tanpa kemenangan pada tiga balapan lalu, Marco Bezzecchi ingin tampil maksimal di MotoGP Jerman 2026
08 Juli 2026, 09:00 WIB
Pada semester satu 2026, penjualan mobil Cina mengalami gejolak sehingga menggalami penurunan cukup besar
08 Juli 2026, 07:00 WIB
Xpeng GX menjadi salah satu kandidat SUV premium REEV yang bakal masuk pasar Indonesia di masa mendatang
08 Juli 2026, 06:19 WIB
SIstem Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah kota DKI untuk menurunkan tingkat kemacetan
08 Juli 2026, 06:00 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta bermaksud mempermudah masyarakat dalam memperpanjang SIM, simak persyaratannya
08 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara
07 Juli 2026, 21:15 WIB
Leapmotor menilai ada beberapa faktor yang membuat LiDAR belum optimal dan cocok di jalanan Indonesia
07 Juli 2026, 06:00 WIB
Melakukan road trip h dengan menyertakan anak-anak membutuhkan banyak persiapan agar liburannya berkesan