Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Subsidi motor listrik pada 2025 hanya jadi pepesan kosong. Membuat pasar Electric Vehicle (EV) sangat lesu di tahun lalu.
Hal tersebut mendorong sebagian pihak tidak lagi terlalu berharap, ada bantuan dari pemerintah untuk periode 2026.
Seperti dilontarkan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli). Menurut mereka, saat ini pemerintah mempunyai fokus yang lain.
“Terkait insentif, Aismoli memahami bahwa pemerintah memiliki berbagai prioritas strategis yang lebih luas dan penting,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Budi memang tidak memungkiri kalau, subsidi motor listrik cukup membantu para pabrikan selama ini.
Sebab penjualan Alva, Gesits, Rakata sampai United dapat terkerek. Hal itu karena minat masyarakat terhadap EV meningkat.
“Namun tanpa insentif pun industri tetap berkomitmen untuk tumbuh,” Budi melanjutkan.
Lebih jauh dijelaskan, Aismoli memandang ada cara lain guna mendongkrak penjualan motor listrik pada 2026.
Seperti dengan menjalankan kebijakan non-fiskal. Ambil contoh implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022.
Di dalamnya membahas mengenai penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, sebagai kendaraan dinas operasional dan atau kendaraan perorangan dinas di instansi pemerintah pusat maupun daerah.
Hal tersebut dirasa penting, sebab jadi langkah percepatan transisi energi. Bertujuan mendorong penggunaan EV di lingkungan pemerintahan melalui berbagai skema.
Ambil contoh pembelian motor listrik, sewa atau konversi kendaraan lama. Selain itu mengembangkan ekosistem EV di Tanah Air.
Aismoli menilai dengan berbagai lembaga pemerintah menggunakan EV, maka pasar dapat kembali bergairah.
Stok-stok motor listrik milik para pabrikan dapat segera terjual. Tidak lagi mengendap di gudang seperti pada 2025.
Di sisi lain Aismoli memasang target cukup tinggi untuk penjualan motor listrik pada 2026. Mereka ingin 100 ribu unit terniagakan tahun ini.
Ketua Umum Aismoli menjabarkan, ada beberapa faktor pendukung yang bisa mewujudkan target tersebut. Semisal kesiapan ekosistem EV di dalam negeri.
“Terutama pemerataan infrastruktur, keandalan produk serta layanan purna jual yang semakin matang,” pungkas Budi.
Berkat berbagai hal di atas, dipercaya dapat mendorong masyarakat buat beralih dari kendaraan roda dua konvensional.
Sehingga mereka tertarik untuk memakai motor listrik. Terutama guna memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif