Chery Siap Luncurkan 7 Model di 2026, Ada Mobil Diesel
25 Januari 2026, 11:00 WIB
Gaikindo membutuhkan arahan dari Kemenperin untuk menentukan masa depan industri otomotif di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Situasi pasar mobil baru di Indonesia pada 2025 mengalami kelesuan. Bahkan target penjualan di tahun ini harus direvisi ke angka 780 ribu unit saja.
Berangkat dari fakta di atas, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dikabarkan mengadakan pertemuan.
“Jadi kalau masalah policy otomotif, sedang digodok bersama-sama dengan pemerintah. Kita tunggu saja apa yang akan dibuat, mestinya saya sekarang ada rapat dengan Pak Agus Gumiwang (Menperin),” kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di Jakarta Utara, Rabu (17/12).
Lebih jauh Jongkie menuturkan, ada beberapa hal yang menjadi fokus Gaikindo serta Kemenperin saat ini.
Seperti contoh usulan insentif otomotif pada 2026. Apakah bakal berfokus di segmen Battery Electric Vehicle (BEV) atau kendaraan lain.
“Itulah yang kami mau lihat, mesti ke mana nih arahnya. Masih tetap BEV kah atau hybrid kah, jadi nanti pendalaman-pendalaman terkait lokalisasi juga harus dipikirkan,” lanjut Jongkie.
Memang Jongkie tidak memungkiri, Gaikindo membutuhkan arahan dari Kemenperin. Sehingga dapat menentukan arah masa depan otomotif Tanah Air.
Mengingat situasi di tahun depan diprediksi masih bakal berat. Sehingga perlu strategi khusus untuk melewati 2026.
“Secara umum ke depannya bagaimana, kalau ngga nanti kami tidak berkembang,” tegas Jongkie.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, Menperin mengaku akan terus memperjuangkan stimulus pada 2026.
“Sektor ini merupakan sektor yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan,” ungkap Agus dalam kesempatan berbeda.
Menurut Agus keberlangsungan industri otomotif dinilai sangat penting. Mengingat bantuan tersebut memiliki dampak berkelanjutan yang besar.
Oleh sebab itu dibutuhkan stimulus pada periode 2026. Apalagi setelah mengalami kontraksi atau penurunan.
“Forward, backward linkage yang luar biasa, penyerapan tenaga kerjanya juga luar biasa besar, nilai tambah buat ekonomi juga luar biasa besar,” tambah Agus.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan, Kemenperin akan terus berusaha mengusulkan insentif atau stimulus pemerintah untuk sektor otomotif.
Agus menjabarkan, insentif yang disiapkan mencakup sisi permintaan (demand). Kemudian menyasar persediaan atau supply.
“Merupakan tanggung jawab kami, hal yang salah kalau kami tidak perjuangkan,” tutup Agus.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Januari 2026, 11:00 WIB
24 Januari 2026, 17:00 WIB
23 Januari 2026, 18:00 WIB
23 Januari 2026, 15:00 WIB
22 Januari 2026, 08:00 WIB
Terkini
25 Januari 2026, 15:00 WIB
Dimensi Mitsubishi Destinator yang kompak membuat para wanita merasa senang mengendarainya buat mobilitas
25 Januari 2026, 13:00 WIB
Ananta Rispo memiliki koleksi kendaraan beragam yang sudah dimodifikasi sesuai dengan selera dan kebutuhannya
25 Januari 2026, 11:00 WIB
Untuk pertama kalinya di Indonesia Chery akan meluncurkan mobil diesel yang rencananya hadir di segmen niaga
25 Januari 2026, 09:00 WIB
Meski akan ada banyak rintangan, AISI menargetkan 6,7 juta unit motor baru bisa terjual sepanjang 2026
25 Januari 2026, 07:00 WIB
Menjelang akhir Januari hampir semua harga LCGC mengalami kenaikan, Honda Brio Satya tipe tertinggi Rp 4 juta
24 Januari 2026, 17:00 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
24 Januari 2026, 15:00 WIB
Farizon SV hadir di Indonesia dan siap menantang Toyota Hiace di bidang transportasi perkotaan Tanah Air
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo ingin para konsumen di Indonesia tidak merasa berat ketika ingin membeli mobil listrik mereka di 2026