10 Mobil Hybrid Terlaris Maret 2026, Toyota Veloz HEV Pertama
23 April 2026, 11:00 WIB
Gaikindo membutuhkan arahan dari Kemenperin untuk menentukan masa depan industri otomotif di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Situasi pasar mobil baru di Indonesia pada 2025 mengalami kelesuan. Bahkan target penjualan di tahun ini harus direvisi ke angka 780 ribu unit saja.
Berangkat dari fakta di atas, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dikabarkan mengadakan pertemuan.
“Jadi kalau masalah policy otomotif, sedang digodok bersama-sama dengan pemerintah. Kita tunggu saja apa yang akan dibuat, mestinya saya sekarang ada rapat dengan Pak Agus Gumiwang (Menperin),” kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di Jakarta Utara, Rabu (17/12).
Lebih jauh Jongkie menuturkan, ada beberapa hal yang menjadi fokus Gaikindo serta Kemenperin saat ini.
Seperti contoh usulan insentif otomotif pada 2026. Apakah bakal berfokus di segmen Battery Electric Vehicle (BEV) atau kendaraan lain.
“Itulah yang kami mau lihat, mesti ke mana nih arahnya. Masih tetap BEV kah atau hybrid kah, jadi nanti pendalaman-pendalaman terkait lokalisasi juga harus dipikirkan,” lanjut Jongkie.
Memang Jongkie tidak memungkiri, Gaikindo membutuhkan arahan dari Kemenperin. Sehingga dapat menentukan arah masa depan otomotif Tanah Air.
Mengingat situasi di tahun depan diprediksi masih bakal berat. Sehingga perlu strategi khusus untuk melewati 2026.
“Secara umum ke depannya bagaimana, kalau ngga nanti kami tidak berkembang,” tegas Jongkie.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, Menperin mengaku akan terus memperjuangkan stimulus pada 2026.
“Sektor ini merupakan sektor yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan,” ungkap Agus dalam kesempatan berbeda.
Menurut Agus keberlangsungan industri otomotif dinilai sangat penting. Mengingat bantuan tersebut memiliki dampak berkelanjutan yang besar.
Oleh sebab itu dibutuhkan stimulus pada periode 2026. Apalagi setelah mengalami kontraksi atau penurunan.
“Forward, backward linkage yang luar biasa, penyerapan tenaga kerjanya juga luar biasa besar, nilai tambah buat ekonomi juga luar biasa besar,” tambah Agus.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan, Kemenperin akan terus berusaha mengusulkan insentif atau stimulus pemerintah untuk sektor otomotif.
Agus menjabarkan, insentif yang disiapkan mencakup sisi permintaan (demand). Kemudian menyasar persediaan atau supply.
“Merupakan tanggung jawab kami, hal yang salah kalau kami tidak perjuangkan,” tutup Agus.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 April 2026, 11:00 WIB
20 April 2026, 21:20 WIB
18 April 2026, 10:07 WIB
16 April 2026, 16:15 WIB
14 April 2026, 19:30 WIB
Terkini
04 Mei 2026, 19:08 WIB
Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong motorsport Tanah Air melalui gelaran GT World Challenge Asia 2026
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Chery berusaha untuk menghadirkan berbagai produk unggulan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen di Tanah Air
04 Mei 2026, 11:50 WIB
Pertamina menaikkan sejumlah harga BBM non-subsidi BBM hari ini, mulai dari Pertamax Turbo, Dexlite hingga Dex
04 Mei 2026, 06:56 WIB
ganjil genap Jakarta hari ini kembali berlaku untuk bisa mengurangi kemacetan di beberapa jalan protokol
03 Mei 2026, 17:00 WIB
Otospector meluncurkan layanan bursa mobil bekas untuk memperkuat ekosistem otomotif dan bisnis berbisnis daring
03 Mei 2026, 14:16 WIB
Lepas mengusung LEX Platform untuk seluruh produk mereka, seperti pada mobil listrik E4 yang akan dijual
02 Mei 2026, 17:04 WIB
KatadataOTO mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung SUV offroad premium Jetour G700 di trek terbatas
02 Mei 2026, 09:00 WIB
Dani Pedrosa memprediksi Marco Bezzecchi dan Marc Marquez, bakal bersaing ketat hingga akhir musim MotoGP 2026