Toyota Produksi Baterai Mobil Hybrid di Indonesia, Gandeng CATL
20 April 2026, 21:19 WIB
Tanpa insentif mobil listrik impor, harga BYD Atto 1 dipertahankan di bawah Rp 200 jutaan di Maret 2026
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif mobil listrik dari pemerintah termasuk untuk unit impor Completely Built Up (CBU) resmi dihentikan per 2026.
Imbas keputusan tersebut, pabrikan penerima subsidi yang belum merakit lokal kendaraannya berpotensi mengerek harga jual kendaraannya.
BYD sebagai salah satu merek yang menerima insentif juga berpeluang terdampak. Beberapa tenaga penjual bahkan mengatakan harga BYD Atto 1 bakal naik imbas hal itu.
Perlu diketahui, harga BYD Atto 1 tipe terendah saat ini adalah Rp 199 juta on the road Jakarta. Namun banderolnya disebut bakal naik Rp 200 jutaan per Maret 2026.
Menanggapi hal tersebut, pihak BYD menegaskan belum ada penyesuaian dilakukan oleh pihak pabrikan.
“Sampai saat ini, kita tidak ada keputusan untuk menaikkan harga BYD Atto 1 sama sekali,” kata Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Jakarta belum lama ini.
Dia mengungkapkan terkait informasi penyesuaian harga BYD Atto 1, tenaga penjual telah diimbau untuk mengembalikan banderol model tersebut sesuai dengan ketentuan yakni mulai dari Rp 199 juta.
Luther menegaskan meskipun tanpa subsidi, BYD berusaha untuk mempertahankan harga kompetitif untuk para konsumen.
“Kami sangat siap dengan situasi kondisi pajak bagaimanapun itu. Kita lihat sekarang memang tampaknya permintaan itu sudah tidak terlalu terpengaruh sekali dengan insentif pajak,” kata Luther.
Menurut pihak BYD, pemerintah sudah cukup suportif dalam mendukung ekosistem dan percepatan adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.
Contohnya adalah melalui kebijakan ganjil genap. Mobil listrik pakai pelat berlis biru jadi salah satu kendaraan yang terbebas dari regulasi ini.
Sehingga mobil listrik dinilai semakin diminati oleh konsumen yang mobilitasnya di area perkotaan, terkhusus wilayah terdampak rekayasa lalu lintas ganjil genap.
Guna memberikan konsumen banyak pilihan, BYD menawarkan model di berbagai rentang harga dari Rp 100 jutaan sampai Rp 700 jutaan.
“Seperti yang bisa dilihat sampai saat ini pun kami belum ada melakukan perubahan di sisi harga,” ucap Luther.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 April 2026, 21:19 WIB
20 April 2026, 07:00 WIB
19 April 2026, 21:01 WIB
19 April 2026, 13:00 WIB
17 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
22 April 2026, 08:03 WIB
Changan memperlihatkan rangkaian fasilitas tes tabrak mereka di Chongqing yang mengabiskan investasi jumbo
22 April 2026, 06:00 WIB
Pengguna kendaraan roda empat harus memperhatikan lokasi ganjil genap Jakarta jika tidak ingin ditindak petugas
22 April 2026, 06:00 WIB
Salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengurus dokumen berkendara adalah SIM keliling Bandung
22 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan SIM namun dengan syarat tertentu, simak rinciannya
21 April 2026, 21:00 WIB
Menurut Airlangga, Pindad akan meningkatkan kapasitas pabrik untuk mulai memproduksi sedan listrik pada 2028
21 April 2026, 20:00 WIB
Lepas sejalan dengan misi Chery Group dalam langkah mengadopsi sistem robotika AiMOGA dalam bisnis mereka
21 April 2026, 18:45 WIB
Aramco, perusahaan minyak asal Arab kembangkan Dedicated Hybrid Engine (DHE) alias mesin khusus mobil hybrid
21 April 2026, 11:37 WIB
Changan bakal menjadi manufaktur Tiongkok pertama yang memasarkan kendaraan REEV di pasar otomotif Indonesia