Changan Deepal S07, Teman Berkendara yang Aman dan Nyaman
11 Maret 2026, 07:00 WIB
Tanpa insentif mobil listrik impor, harga BYD Atto 1 dipertahankan di bawah Rp 200 jutaan di Maret 2026
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif mobil listrik dari pemerintah termasuk untuk unit impor Completely Built Up (CBU) resmi dihentikan per 2026.
Imbas keputusan tersebut, pabrikan penerima subsidi yang belum merakit lokal kendaraannya berpotensi mengerek harga jual kendaraannya.
BYD sebagai salah satu merek yang menerima insentif juga berpeluang terdampak. Beberapa tenaga penjual bahkan mengatakan harga BYD Atto 1 bakal naik imbas hal itu.
Perlu diketahui, harga BYD Atto 1 tipe terendah saat ini adalah Rp 199 juta on the road Jakarta. Namun banderolnya disebut bakal naik Rp 200 jutaan per Maret 2026.
Menanggapi hal tersebut, pihak BYD menegaskan belum ada penyesuaian dilakukan oleh pihak pabrikan.
“Sampai saat ini, kita tidak ada keputusan untuk menaikkan harga BYD Atto 1 sama sekali,” kata Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Jakarta belum lama ini.
Dia mengungkapkan terkait informasi penyesuaian harga BYD Atto 1, tenaga penjual telah diimbau untuk mengembalikan banderol model tersebut sesuai dengan ketentuan yakni mulai dari Rp 199 juta.
Luther menegaskan meskipun tanpa subsidi, BYD berusaha untuk mempertahankan harga kompetitif untuk para konsumen.
“Kami sangat siap dengan situasi kondisi pajak bagaimanapun itu. Kita lihat sekarang memang tampaknya permintaan itu sudah tidak terlalu terpengaruh sekali dengan insentif pajak,” kata Luther.
Menurut pihak BYD, pemerintah sudah cukup suportif dalam mendukung ekosistem dan percepatan adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.
Contohnya adalah melalui kebijakan ganjil genap. Mobil listrik pakai pelat berlis biru jadi salah satu kendaraan yang terbebas dari regulasi ini.
Sehingga mobil listrik dinilai semakin diminati oleh konsumen yang mobilitasnya di area perkotaan, terkhusus wilayah terdampak rekayasa lalu lintas ganjil genap.
Guna memberikan konsumen banyak pilihan, BYD menawarkan model di berbagai rentang harga dari Rp 100 jutaan sampai Rp 700 jutaan.
“Seperti yang bisa dilihat sampai saat ini pun kami belum ada melakukan perubahan di sisi harga,” ucap Luther.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Maret 2026, 07:00 WIB
10 Maret 2026, 22:10 WIB
10 Maret 2026, 07:11 WIB
09 Maret 2026, 15:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Terkini
11 Maret 2026, 11:00 WIB
Jetour T2 buktikan kekuatan rangka dengan menopang bobot lebih dari 300 kg dan juga terdapat fitur terkini
11 Maret 2026, 09:00 WIB
Fatalitas dalam kecelakaan di jalan raya dapat ditekan dengan sinergitas beberapa pihak dan peran publik
11 Maret 2026, 07:00 WIB
Lebih dari sekadar mobil listrik secara umum di pasar otomotif Indonesia, Changan Deepal S07 lebih unggul
11 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta di Ibu Kota kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran mobilitas warga
11 Maret 2026, 06:00 WIB
Ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan untuk memanfaatkan SIM keliling Jakarta, simak detailnya
11 Maret 2026, 06:00 WIB
ITC Kebon Pala menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang bisa didatangi oleh para pengendara
10 Maret 2026, 22:10 WIB
BYD masih menjadi merek mobil Cina terlaris di Indonesia pada periode Februari 2026 disusul Jaecoo dan Wuling
10 Maret 2026, 17:00 WIB
Daihatsu memamerkan kelengkapan fasilitas mereka termasuk Part Center yang betujuan untuk menyediakan suku cadang di Indonesia