10 Mobil Hybrid Terlaris Maret 2026, Toyota Veloz HEV Pertama
23 April 2026, 11:00 WIB
Menjadi salah satu kebutuhan krusial ekosistem EV, Toyota dukung kebutuhan SDM industri elektrifikasi
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Toyota Indonesia Academy (TIA) turut ambil bagian mendukung ekosistem kendaraan listrik, melalui tantangan Link and Super Match dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Untuk diketahui Toyota dukung kebutuhan SDM industri elektrifikasi lewat 36 expert yang sudah siap bekerja di industri otomotif. Dari antara 36 orang, 30 di antaranya merupakan ahli perakitan kendaraan roda empat dan 6 lain maintenance skill mesin otomasi.
Seluruh SDM tersebut sudah menyelesaikan pendidikan sebagai spesialis otomotif terkhusus di era elektrifikasi. Jika bicara keseluruhan sejak 2016 TIA menyumbangkan 255 SDM ahli bekerja di TMMIN dan rantai pasok.
Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN mengatakan bahwa percepatan industri elektrifikasi menyeluruh dilakukan baik secara proses produksi maupun SDM unggul.
Konsep green curriculum juga diterapkan, di mana masalah lingkungan dianggap sebagai tangguh jawab bersama untuk membantu pemerintah mencapai target NZE (Net Zero Emission) atau netralitas karbon di 2060.
“Tidak hanya menerapkan sistem green manufacturing di lini produksi namun juga TMMIN menginisiasikan konsep green curriculum yaitu kurikulum pendidikan yang mengimplementasikan teknologi hijau atau ramah lingkungan dalam pembelajarannya,” ujar Nandi dalam siaran resmi, dikutip Sabtu (14/10).
TIA juga menentukan target sendiri pada 2025 yakni peningkatan mutu lewat pengenalan advance manufacture technologi, implementasi green technology curriculum dalam proses pendidikan.
Di masa mendatang juga diharapkan bisa berkontribusi melahirkan tenaga kerja unggulan dan menjadi team leader di bidang pekerjaan masing-masing SDM.
Toyota juga melakukan ekspansi program pendidikan untuk memfasilitas karyawan TMMIN lewat kegiatan shortcourse training dan credential system. Sehingga SDM bisa jadi teknisi ahli yang terakreditasi.
Untuk diketahui shortcourse training mengakselerasi pemenuhan skill spesifik, sementara credential system merekognisi skill dan pengalaman tenaga kerja ke dalam SKS perkuliahan untuk mempersingkat waktu belajar.
Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN menegaskan bahwa transformasi industri elektrifikasi otomotif Indonesia tidak hanya lahir dari kendaraan ramah lingkungan, tapi juga kehadiran SDM ahli berwawasan digitalisasi.
Lulusan TIA menurut dia dibentuk lewat pengajaran dan praktik beriorientasi kebutuhan industri nasional dan jadi expert di bidang seperti big daya analytic & IoT, AI & Robotic, robotic process automation dan IoT & mechanical engineering.
“Harapannya yaitu akselerasi para lulusan TIA untuk mencapai level leader pada lini produksi akan semakin,” ujarnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 07:00 WIB
20 April 2026, 21:19 WIB
16 April 2026, 23:19 WIB
Terkini
27 April 2026, 17:24 WIB
Changan Group mengumumkan strategi dan visi perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan citra
27 April 2026, 13:00 WIB
Motul dan Kawasaki bekerjasama untuk lebih mengembangkan sayap dalam hal layanan after sales di Indonesia
27 April 2026, 11:00 WIB
SUV kompak yang kerap menjadi andalan anak muda Tanah Air merujuk pada Wuling New Alvez karena fiturnya
27 April 2026, 09:10 WIB
Marco Bezzecchi tidak tergoyahkan di persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Spanyol
27 April 2026, 06:14 WIB
ETLE statis maupun mobile akan mendukung operasional ganjil genap Jakarta haari ini untuk mengurai kemacetan
27 April 2026, 06:01 WIB
Menjelang akhir April, SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan SIM seperti biasa di lima lokasi
27 April 2026, 06:00 WIB
Kehadiran SIM keliling Bandung menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara
26 April 2026, 20:41 WIB
Alex Marquez berhasil tampil mendominasi balapan di sirkuit Jerez dalam seri lanjutan MotoGP Spanyol 2026