Ketahui Hal Ini Sebelum Beli Helm Arai Bekas, Jangan Tertipu

Salah satu yang harus diperhatikan sebelum membeli helm arai bekas atau merek premium adalah tahun produksi

Ketahui Hal Ini Sebelum Beli Helm Arai Bekas, Jangan Tertipu
Satrio Adhy

KatadataOTO – Salah satu merek helm premium yang dijual di pasaran adalah Arai. Buat membelinya Anda harus menguras kocek.

Ambil contoh untuk harga Arai Astro-GX berkisar Rp 9 jutaan. Sementara seri RX7X polos dibanderol Rp 10,5 jutaan.

Nah salah satu opsi untuk memiliki helm arai adalah membelinya dengan kondisi seken atau bekas di sejumlah pedagang.

Akan tetapi jika Anda ingin memboyong helm premium bekas tidak boleh asal. Ada sejumlah hal yang wajib diperhatikan.

Catat Masa Pakai Helm Arai, Hanya 5 Tahun Tak Boleh Lebih
Photo : KatadataOTO

“Yang pasti helm itu ada umurnya, dari arai sendiri hanya lima tahun. Sama seperti motor juga ada usia pakai,” ungkap Arief R. B, Sales & Distribution Manager Prime Gears di Bintaro beberapa waktu lalu.

Arief menuturkan untuk mengetahui tahun produksi helm Arai bisa dilihat pada bagian dalam, yakni berupa stiker.

Di stiker tersebut tercantum kapan pelindung kepala asal Jepang ini dibuat. Lengkap dengan tanggal, bulan sampai tahun produksi.

“Kalau lewat lima tahun ya udah pasti fungsinya sudah mulai berkurang, sebab sudah berumur juga helm itu,” Arief melanjutkan.

Arief pun tidak menyarankan menggunakan helm Arai untuk kegiatan touring atau balapan bila sudah melebihi lima tahun.

Namun jika ingin dipakai buat sekadar motoran saja keliling kota, pelindung kepala itu tetap bisa diandalkan.

“Jika jarak dekat saya masih menjamin dibanding beli helm lokal, karena kekuatannya sih masih bagus lah,” pungkas Arief.

Selain itu pembeli juga harus memeriksa secara detail. Apakah helm Arai bekas tersebut pernah jatuh atau tidak.

Sebab saat ini banyak pedagang yang mengakali helm bekas jatuh. Seperti dengan cara di cat ulang atau repaint.

Dengan begitu tidak ada tanda-tanda bekas lecet. Padahal helm yang sudah terjatuh akan menurunkan kualitas keamanannya.

Helm Arai Langka Meluncur di Indonesia, Cuma Ada 300 unit
Photo : KatadataOTO

“Helm jatuh tuh pasti mengurangi fungsi dari absorber si IPS-nya yang stereofoam itu. Nah cuma kan kita tidak bisa lihat sampai detail membuka IPS-nya,” kata dia.

Oleh sebab itu Arief menyarankan untuk membeli helm Arai bekas ke pedagang yang sudah dipercaya atau dikenal.

Jadi tidak akan tertipu dan mengetahui bagaimana kualitas helm Arai bekas yang ingin dibeli. Sehingga bisa mendapatkan barang sesuai keinginan.


Terkini

motor
Yamaha

Pasar Motor Baru Melandai, Yamaha Optimistis Capai Target

Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja

otosport
MotoGP San Marino 2026

Link Live Streaming MotoGP San Marino 2026: Marquez Teror Aprilia

Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti

motor
Motor baru

Wholesales Motor Baru Agustus 2026 Turun Tipis 6,2 Persenan

Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja

news
Daimler Commercial Vehicles Indonesia

Daimler Ramaikan IEE Series 2026, Bawa Model Legendaris

Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru

mobil
LEPAS

Lepas Ekspansi ke Semarang, Tawarkan Kendaraan NEV

Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah

mobil
Penjualan Mobil

Penjualan Mobil Agustus 2026 Sentuh Angka Tertinggi Tahun Ini

Mulai pulih signifikan, penjualan mobil periode Agustus 2026 tembus 83 ribu unit atau tertinggi tahun ini

motor
Honda CT125

Ada Warna Baru Honda CT125, Motor Bebek yang Makin Ikonik

AHM terus berusaha menggairahkan pasar motor baru, salah satu dengan memberi penyegaran pada Honda CT125

news
SIM Keliling Bandung

Sebelum Akhir Pekan SIM Keliling Bandung Ada di BPR KS Wastu

Kepolisian tidak menggendurkan layanan mereka, termasuk dalam menghadir SIM Keliling Bandung hari ini