Penerimaan Mobil Listrik dan Hybrid di RI Kian Positif di 2026
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Toyota gandeng Idemitsu untuk memproduksi baterai solid-state, memenuhi kebutuhan mobil listrik masa depan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota gandeng Idemitsu untuk produksi baterai solid-state secara massal. Kerjasama keduanya menjadi sangat penting karena akan menjadi kunci masa depan kendaraan listrik pabrikan asal Jepang tersebut.
Kesepakatan ini terbilang sangat penting karena Toyota Motor Corp memiliki target untuk mempercepat peluncuran kendaraan listrik. Terlebih mereka terbilang cukup tertinggal bila dibandingkan pabrikan lain seperti Tesla dan BYD.
Namun kerjasama antara Toyota dan Idemitsu juga merupakan sebuah kabar menggembirakan karena keduanya memiliki keunggulan. Tak mengherankan bila mereka optimis bisa menjual baterai solid-state pada tahun 2027 atau paling lambat 2028.
“Dengan upaya berulang-ulang, kami berhasil mengembangkan material yang lebih stabil dan tidak mudah rusak,” ungkap Koji Sato, Chief Executive Toyota di sela-sela peresmian kerja sama (12/10).
Dilansir dari Associated Press, baterai solid-state menjadi sangat penting untuk kendaraan listrik di masa depan. Pasalnya, baterai lithium-ion yang sekarang menjadi andalan komponennya masih berbentuk cair sehingga rentan terbakar.
Sementara baterai solid-state dinilai lebih stabil dan berpotensi menawarkan tenaga besar. Sayangnya, biayanya terbilang cukup mahal sehingga masih perlu banyak pengembangan guna menekan harga.
“Tetapi era baterai solid-state sudah dekat,” tegas Shunichi Kito, Chief Executive Idemistu Kosan Co.
Idemitsu sendiri sebenarnya sudah melakukan penelitian tekait baterai solid-state sejak 2001 sementara Toyota memulainya di 2006. Kolaborasi keduanya akan berfokus untuk memanfaatkan elektrolit padat sulfida, bahan yang lembut, perekat namun cocok untuk produksi massal.
Bila semua sudah rampung maka Toyota adalah perusahaan pertama merasakan teknologi tersebut. Bahkan pabrikan kendaraan asal Jepang itu telah berjanji untuk meluncurkan kendaraan listrik dengan baterai yang cukup untuk menempuh perjalanan hingga 1.000 km di 2027.
Walau memiliki kapasitas besar, pengisian dayanya tetap diklaim cukup cepat. Bahkan diharapkan prosesnya dapat menurun menjadi hanya 10 menit atau kurang.
Namun Toyota tetap tidak bisa berleha-leha karena beberapa pabrikan mobil juga tengah mengembangkan teknologi serupa. Mulai dari Nissan hingga Ford sehingga bila sedikit lengah saja maka mereka akan kembali tertinggal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
Terkini
10 Agustus 2026, 20:44 WIB
Marco Bezzecchi kini sukses menempatkan diri di posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 209 poin
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
DFSK menggandeng EVSafe Indonesia untuk melakukan edukasi keamanan teknologi PHEV kepada para konsumennya
10 Agustus 2026, 19:10 WIB
Garda Oto terus melakukan inovasi dalam hal pelayanan yang berimbas pada loyalnya para pelanggan mereka
10 Agustus 2026, 16:22 WIB
Kolaborasi Motul dan Von Dutch diramaikan komunitas sepeda motor bergaya otentik dan klasik yang berkelas
10 Agustus 2026, 12:01 WIB
UD Trucks kembali menggelar ajang kompetensi para pengemudi truck berskala nasional EMC 2026 beberapa waktu lalu
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Meskipun penjualannya sudah terbilang baik, Gaikindo menilai insentif mobil hybrid masih tetap diperlukan
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
DFSK E5 Plus Punya Tawaran Fitur dan Teknologi Yang Lengkap dan Siap Tantang SUV PHEV Sekelasnya di Tanah Air
10 Agustus 2026, 06:37 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas dari kepolisian yang dapat dimanfaatkan masyarakat hari ini