iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Toyota gandeng Idemitsu untuk memproduksi baterai solid-state, memenuhi kebutuhan mobil listrik masa depan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota gandeng Idemitsu untuk produksi baterai solid-state secara massal. Kerjasama keduanya menjadi sangat penting karena akan menjadi kunci masa depan kendaraan listrik pabrikan asal Jepang tersebut.
Kesepakatan ini terbilang sangat penting karena Toyota Motor Corp memiliki target untuk mempercepat peluncuran kendaraan listrik. Terlebih mereka terbilang cukup tertinggal bila dibandingkan pabrikan lain seperti Tesla dan BYD.
Namun kerjasama antara Toyota dan Idemitsu juga merupakan sebuah kabar menggembirakan karena keduanya memiliki keunggulan. Tak mengherankan bila mereka optimis bisa menjual baterai solid-state pada tahun 2027 atau paling lambat 2028.
“Dengan upaya berulang-ulang, kami berhasil mengembangkan material yang lebih stabil dan tidak mudah rusak,” ungkap Koji Sato, Chief Executive Toyota di sela-sela peresmian kerja sama (12/10).
Dilansir dari Associated Press, baterai solid-state menjadi sangat penting untuk kendaraan listrik di masa depan. Pasalnya, baterai lithium-ion yang sekarang menjadi andalan komponennya masih berbentuk cair sehingga rentan terbakar.
Sementara baterai solid-state dinilai lebih stabil dan berpotensi menawarkan tenaga besar. Sayangnya, biayanya terbilang cukup mahal sehingga masih perlu banyak pengembangan guna menekan harga.
“Tetapi era baterai solid-state sudah dekat,” tegas Shunichi Kito, Chief Executive Idemistu Kosan Co.
Idemitsu sendiri sebenarnya sudah melakukan penelitian tekait baterai solid-state sejak 2001 sementara Toyota memulainya di 2006. Kolaborasi keduanya akan berfokus untuk memanfaatkan elektrolit padat sulfida, bahan yang lembut, perekat namun cocok untuk produksi massal.
Bila semua sudah rampung maka Toyota adalah perusahaan pertama merasakan teknologi tersebut. Bahkan pabrikan kendaraan asal Jepang itu telah berjanji untuk meluncurkan kendaraan listrik dengan baterai yang cukup untuk menempuh perjalanan hingga 1.000 km di 2027.
Walau memiliki kapasitas besar, pengisian dayanya tetap diklaim cukup cepat. Bahkan diharapkan prosesnya dapat menurun menjadi hanya 10 menit atau kurang.
Namun Toyota tetap tidak bisa berleha-leha karena beberapa pabrikan mobil juga tengah mengembangkan teknologi serupa. Mulai dari Nissan hingga Ford sehingga bila sedikit lengah saja maka mereka akan kembali tertinggal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda