Farizon Siap Terima Orderan Untuk MBG, Andalkan Van Listrik V8E
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Airlangga Hartarto menilai pemerintah sudah banyak memberikan insentif untuk sektor otomotif selama dua tahun
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pelaku industri otomotif Indonesia saat ini sedang berjuang untuk bangkit. Oleh sebab itu dinilai beberapa pihak perlu diberikan bantuan pada 2026.
Namun salah satu menteri Presiden Prabowo Subianto, telah memastikan kalau pemerintah tidak ingin memberikan insentif di tahun depan.
Sebab ada beberapa alasan mengapa mereka enggan mengucurkan bantuan, kepada para pabrikan mobil maupun motor di Tanah Air.
“Insentif sudah diberikan sepanjang dua tahun untuk mendirikan pabrik dan hasilnya sudah nyata,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang perekonomian saat mengunjungi GJAW 2025, Sabtu (29/11).
Airlangga menyatakan, para produsen mobil yang masuk melalui skema insentif impor EV disebut sudah mulai melakukan perakitan secara lokal.
Hal itu ternyata telah membawa dampak positif. Seperti hadirnya produk-produk dengan banderol kompetitif.
“Kalau kita lihat tahun ini harganya relatif yang di bawah Rp 300 juta sudah banyak,” Airlangga Hartarto melanjutkan.
Lebih jauh dikatakan, pemerintah telah mengalokasikan insentif dengan anggaran cukup besar selama dua tahun terakhir.
Angkanya mencapai Rp 7 triliun hanya untuk sektor otomotif. Ia menilai jumlah tersebut sudah lebih dari cukup.
Dengan progress yang dianggap memadai, pemerintah kini ingin mengalihkan fokus pada pembuatan fasilitas produksi nasional.
Rencana di atas, disinyalir merupakan wacana pemerintah untuk menghasilkan mobil maupun motor nasional.
Seperti dikatakan oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Jadi niatan orang nomor satu di Indonesia itu dapat berjalan lancar.
“Sekarang Pak Presiden ingin membangun pabrik. Mungkin dana itu bisa dialihkan untuk membangun pabrik nasional,” tegas Airlangga Hartarto.
Patut diketahui, sejak pandemi Covid-19 pemerintah beberapa kali mengucurkan insentif fiskal untuk menopang industri otomotif.
Seperti contoh pada 2021 lalu, bantuan diberikan dalam bentuk Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).
Stimulus di atas terbukti mampu mendongkrak penjualan mobil di tengah lesunya permintaan. Setelah itu dukungan serupa terus diberikan setiap tahun dengan berbagai kriteria berbeda.
Memasuki 2025 skema insentif berubah fokus. Pemerintah memberikan fasilitas bea masuk nol rupiah bagi produsen mobil listrik yang ingin masuk ke pasar Indonesia.
Namun ada sejumlah syarat harus dipenuhi mereka.. Semisal mulai 2026 produsen wajib mendirikan pabrik serta memproduksi model yang sama di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
09 Agustus 2026, 19:15 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana