Mendagri Instruksikan Insentif EV Dilanjut di Semua Provinsi
24 April 2026, 15:00 WIB
Airlangga Hartarto menilai pemerintah sudah banyak memberikan insentif untuk sektor otomotif selama dua tahun
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pelaku industri otomotif Indonesia saat ini sedang berjuang untuk bangkit. Oleh sebab itu dinilai beberapa pihak perlu diberikan bantuan pada 2026.
Namun salah satu menteri Presiden Prabowo Subianto, telah memastikan kalau pemerintah tidak ingin memberikan insentif di tahun depan.
Sebab ada beberapa alasan mengapa mereka enggan mengucurkan bantuan, kepada para pabrikan mobil maupun motor di Tanah Air.
“Insentif sudah diberikan sepanjang dua tahun untuk mendirikan pabrik dan hasilnya sudah nyata,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang perekonomian saat mengunjungi GJAW 2025, Sabtu (29/11).
Airlangga menyatakan, para produsen mobil yang masuk melalui skema insentif impor EV disebut sudah mulai melakukan perakitan secara lokal.
Hal itu ternyata telah membawa dampak positif. Seperti hadirnya produk-produk dengan banderol kompetitif.
“Kalau kita lihat tahun ini harganya relatif yang di bawah Rp 300 juta sudah banyak,” Airlangga Hartarto melanjutkan.
Lebih jauh dikatakan, pemerintah telah mengalokasikan insentif dengan anggaran cukup besar selama dua tahun terakhir.
Angkanya mencapai Rp 7 triliun hanya untuk sektor otomotif. Ia menilai jumlah tersebut sudah lebih dari cukup.
Dengan progress yang dianggap memadai, pemerintah kini ingin mengalihkan fokus pada pembuatan fasilitas produksi nasional.
Rencana di atas, disinyalir merupakan wacana pemerintah untuk menghasilkan mobil maupun motor nasional.
Seperti dikatakan oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Jadi niatan orang nomor satu di Indonesia itu dapat berjalan lancar.
“Sekarang Pak Presiden ingin membangun pabrik. Mungkin dana itu bisa dialihkan untuk membangun pabrik nasional,” tegas Airlangga Hartarto.
Patut diketahui, sejak pandemi Covid-19 pemerintah beberapa kali mengucurkan insentif fiskal untuk menopang industri otomotif.
Seperti contoh pada 2021 lalu, bantuan diberikan dalam bentuk Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).
Stimulus di atas terbukti mampu mendongkrak penjualan mobil di tengah lesunya permintaan. Setelah itu dukungan serupa terus diberikan setiap tahun dengan berbagai kriteria berbeda.
Memasuki 2025 skema insentif berubah fokus. Pemerintah memberikan fasilitas bea masuk nol rupiah bagi produsen mobil listrik yang ingin masuk ke pasar Indonesia.
Namun ada sejumlah syarat harus dipenuhi mereka.. Semisal mulai 2026 produsen wajib mendirikan pabrik serta memproduksi model yang sama di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 April 2026, 15:00 WIB
21 April 2026, 21:00 WIB
13 April 2026, 09:00 WIB
06 April 2026, 08:37 WIB
02 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
29 April 2026, 12:12 WIB
Ajang Kia Collezione 2026 jadi momentum penguatan lini produk manufaktur asal Korea Selatan itu di Tanah Air
29 April 2026, 11:00 WIB
Lepas E4 yang akan masuk RI bakal dirakit difasilitas produksi milik PT Handal di kawasan Pondok Ungu, Bekasi
29 April 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Destinator dibekali fitur-fitur terkini yang bisa menambah kenyamanan berkendara para konsumen
29 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di waktu terbatas, jangan sampai terlambat sebab tidak ada dispensasi
29 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini kembali berlaku yang diharapkan mampu mengurai kemacetan terutama di jam sibuk
29 April 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung agar bisa memfasilitas para pengendara di Kota Kembang hari ini
28 April 2026, 15:00 WIB
Merek mobil Cina semakin diminati berkat harga kompetitif, jadi tantangan tersendiri buat pabrikan Jepang
28 April 2026, 13:31 WIB
CATL berharap baterai Natrium (Natrax) dapat menjadi solusi energi bagi kendaraan listrik di pasar global