MG Tunggu Aturan Teknis Insentif Mobil Listrik 2026
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Mobil Amerika mendapat karpet merah setelah Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di setujui dua negara
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Indonesia baru saja mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat, yakni Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Salah satu poin yang dibahas antara kedua negara adalah sektor otomotif. Indonesia harus mengubah sejumlah standar dan persyaratan lain.
Terkhusus yang dianggap merugikan kendaraan-kendaraan atau suku cadang produksi Negeri Paman Sam.
“Dalam perjanjian ini tujuannya juga untuk mencapai Indonesia Emas, sehingga perjanjian ini juga disebut sebagai new golden age bagi Indonesia maupun Amerika Serikat,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Minggu (22/02).
Kesepakatan di atas menjadi pintu gerbang mobil Amerika Serikat, mendapat jalur istimewa untuk mengaspal di Tanah Air.
Dodge, Tesla sampai Cadillac bisa meminta pemerintah setempat merevisi aturan yang diklaim menyudutkan perusahaan terkait.
Pada naskah final ART di Annex III Pasal 2.6 poin A dan B disebutkan, kendaraan roda empat asal Negeri Paman Sam tidak perlu menjalani standar keselamatan serta emisi berlaku di Indonesia.
Mereka diizinkan mengacu pada prosedur yang berlaku di Amerika Serikat. Jadi dapat bebas melenggang di jalanan Indonesia.
Di sisi lain, kebijakan yang disetujui Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump ini berpotensi menurunkan harga mobil impor dari Amerika Serikat.
Dengan dihapusnya hambatan tarif, struktur biaya impor berpotensi menjadi lebih ringan.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Ford dan kawan-kawan memperkuat penetrasi di pasar Tanah Air.
Lalu kesepakatan anyar ini berpotensi mendorong produk dari Ford sampai Tesla, ditawarkan dengan harga lebih kompetitif di masa mendatang.
Bahkan bisa menjadi ‘karpet merah’ bagi merek-merek yang sempat hengkang dari Indonesia, untuk kembali memasarkan produk mereka.
Tidak hanya sampai di situ dampak perjanjian di atas. Dari segi komponen, produk buatan Amerika Serikat dapat membanjiri pasar di dalam negeri.
Termasuk chip semikonduktor yang menjadi bagian penting, dalam industri otomotif di Tanah Air beberapa waktu belakangan.
Airlangga menegaskan, kesepakatan kali ini berbeda dengan perjanjian Amerika Serikat dengan negara lain. Sebab secara tegas difokuskan pada kerja sama perdagangan.
Dipercaya dapat membawa dampak positif bagi kedua negara. Jadi patut ditunggu bagaimana ke depannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Mei 2026, 06:01 WIB
17 April 2026, 09:00 WIB
06 April 2026, 18:00 WIB
04 April 2026, 09:00 WIB
02 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian kembali menghadirkan SIM keliling Bandung untuk melayani para pengendara motor maupun mobil
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Jelang libur Idul Adha 2026, skema Ganjil Genap Jakarta masih tetap berlaku untuk meminimalisir kepadatan
24 Mei 2026, 19:00 WIB
16 ribu unit mobil listrik Jaecoo J5 EV terkirim ke konsumen sejak awal peluncurannya jelang akhir 2025
24 Mei 2026, 18:03 WIB
Trimegah Group yang sebelumnya diler Honda kini beralih memasarkan Chery dan Lepas di kawasan BSD City
24 Mei 2026, 17:10 WIB
Biaya perawatan rutin BYD M6 DM diklaim lebih murah dari mobil bermesin bensin dengan kapasitas 1.500 cc
24 Mei 2026, 15:13 WIB
PT HPM resmi menyerahkan 20 unit Honda Prelude ke konsumen di Indonesia dari total alokasi 150 unit di 2026
23 Mei 2026, 09:57 WIB
Setelah membela Honda selama beberapa tahun, Joan Mir memutuskan untuk berganti seragam pada musim depan
22 Mei 2026, 19:00 WIB
Suku cadang alternatif Toyota, T-OPT hadir di Indonesia International Trade Show for Automotive Industry