Farizon Siap Terima Orderan Untuk MBG, Andalkan Van Listrik V8E
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Mobil Amerika mendapat karpet merah setelah Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di setujui dua negara
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Indonesia baru saja mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat, yakni Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Salah satu poin yang dibahas antara kedua negara adalah sektor otomotif. Indonesia harus mengubah sejumlah standar dan persyaratan lain.
Terkhusus yang dianggap merugikan kendaraan-kendaraan atau suku cadang produksi Negeri Paman Sam.
“Dalam perjanjian ini tujuannya juga untuk mencapai Indonesia Emas, sehingga perjanjian ini juga disebut sebagai new golden age bagi Indonesia maupun Amerika Serikat,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Minggu (22/02).
Kesepakatan di atas menjadi pintu gerbang mobil Amerika Serikat, mendapat jalur istimewa untuk mengaspal di Tanah Air.
Dodge, Tesla sampai Cadillac bisa meminta pemerintah setempat merevisi aturan yang diklaim menyudutkan perusahaan terkait.
Pada naskah final ART di Annex III Pasal 2.6 poin A dan B disebutkan, kendaraan roda empat asal Negeri Paman Sam tidak perlu menjalani standar keselamatan serta emisi berlaku di Indonesia.
Mereka diizinkan mengacu pada prosedur yang berlaku di Amerika Serikat. Jadi dapat bebas melenggang di jalanan Indonesia.
Di sisi lain, kebijakan yang disetujui Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump ini berpotensi menurunkan harga mobil impor dari Amerika Serikat.
Dengan dihapusnya hambatan tarif, struktur biaya impor berpotensi menjadi lebih ringan.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Ford dan kawan-kawan memperkuat penetrasi di pasar Tanah Air.
Lalu kesepakatan anyar ini berpotensi mendorong produk dari Ford sampai Tesla, ditawarkan dengan harga lebih kompetitif di masa mendatang.
Bahkan bisa menjadi ‘karpet merah’ bagi merek-merek yang sempat hengkang dari Indonesia, untuk kembali memasarkan produk mereka.
Tidak hanya sampai di situ dampak perjanjian di atas. Dari segi komponen, produk buatan Amerika Serikat dapat membanjiri pasar di dalam negeri.
Termasuk chip semikonduktor yang menjadi bagian penting, dalam industri otomotif di Tanah Air beberapa waktu belakangan.
Airlangga menegaskan, kesepakatan kali ini berbeda dengan perjanjian Amerika Serikat dengan negara lain. Sebab secara tegas difokuskan pada kerja sama perdagangan.
Dipercaya dapat membawa dampak positif bagi kedua negara. Jadi patut ditunggu bagaimana ke depannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
20 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan