2,3 Juta Kendaraan Sudah Kembali Jakarta
27 Maret 2026, 15:00 WIB
Korlantas siapkan Safety Car saat Contraflow ketika arus balik untuk memastikan keselamatan pengguna jalan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Irjen Pol. Aan Suhanan, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) menegaskan Contraflow saat arus balik tetap dilaksanakan. Pasalnya rekayasa tersebut dinilai efektif mengatasi kemacetaan.
Meski demikian kecelakaan lalu lintas di KM 58 hingga menewaskan 12 orang beberapa waktu lalu membuatnya melakukan evaluasi. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan para pemudik yang hendak pulang kembali ke kota asal.
“Arus balik sekitar 150.000 kendaraan sehingga di tol Jakarta Cikampek tetap harus dilaksanakan contraflow dengan evaluasi,” ungkap Aan Suhanan dilansir Antara (09/04).
Dalam evaluasi tersebut Korlantas akan menyiapkan Safety Car saat Contraflow untuk mengawal pemudik. Kendaraan dilarang menyusulnya sehingga kecepatan bisa terjaga.
Bila kendaraan sudah melintas contraflow sejauh 22 km maka akan diantar keluar dari jalur. Kemudian Safety car segera kembali mengawal kendaraan berikutnya.
Catatan berikutnya adalah kecepatan penanganan mobil hambatan ketika terjadi kecelakaan. Pihaknya telah menyiapkan derek, ambulans dan beberapa kendaraan yang bisa menangani permasalahan tersebut.
Selanjutnya Korlantas akan menyiapkan pembatas antara contraflow dengan jalur normal menggunakan kombinasi water barrier dan cone.
“Kemudian pada malam hari kami pasang lampu penerangan atau lampu selang. Ini dimaksudkan untuk isyarat kepada dua arah, baik dari Jakarta maupun sebaliknya,” kata Aan.
Mantan Dirgakkum Korlantas Polri itu menyebut pemasangan lampu selang ini sesuai rekomendasi ahli. Pasalnya sepanjang 22 km jalur contraflow masih memungkinkan terjadi hal-hal yang harus diantisipasi.
“Hasil evaluasi terpenting adalah dijaga kecepatannya kemudian diberikan isyarat untuk safety. Sehingga kalau ada kecelakaan bisa cepat ditangani,” kata Aan.
Menurut Kakorlantas penerapan Contraflow sudah umum dilakukan di seluruh dunia. Ketika jalan sudah tidak bisa menampung volume kendaraan yang ada maka salah satu cara mengatasinya adalah menambah kapasitasnya lewat rekayasa lalu lintas.
“Karena kalau dibiarkan lalu lintas bisa stuck. Jika itu terjadi maka akan menimbulkan permasalahan baru,” katanya.
Permasalahan tersebut seperti peristiwa tol Brexit di tahun 2016 yang terjadi penguncian arus. Ketika itu kendaraan tidak bisa bergerak keluar selama beberapa jam.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Maret 2026, 15:00 WIB
26 Maret 2026, 09:00 WIB
25 Maret 2026, 17:40 WIB
24 Maret 2026, 11:50 WIB
22 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan