Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Ada anggapan bahwa insentif mobil hanya dinikmati orang kaya atau konsumen menengah ke atas, ini kata pengamat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Relaksasi pajak atau PPnBM DTP buat LCGC (Low Cost Green Car) sempat diberikan pemerintah selama masa pandemi sampai jelang akhir 2022 guna mendorong daya beli masyarakat. Namun sudah berhenti pada Oktober 2022.
Melihat pasar otomotif yang lesu, insentif bisa kembali diterapkan. Mengingat mobil jenis LCGC masih banyak diminati masyarakat.
Karena rangkaian kebijakan tersebut membuat harga jual mobil jadi lebih kompetitif dan harapannya bisa dinikmati masyarakat luas. Sempat muncul anggapan bahwa insentif mobil hanya dinikmati orang kaya.
Riyanto, Pengamat Otomotif LPEM UI (Lembaga Penyelidikan dan Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia) mengungkapkan bagaimana insentif seperti PPnBM DTP LCGC (Low Cost Green Car) berpengaruh pada industri di sektor lain dan tenaga kerjanya.
“Sekarang isunya kalau insentif fiskal, ini mobil dipakai orang kaya. Jangan salah, indsutri mobil itu komponen lokalnya terutama LCGC sudah 80 persen, jaringan Supply Chain dari industri mobil kita sudah sampai ke UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah),” ucap Riyanto di kantor Kemenperin, Rabu (10/7).
Ia menegaskan pada akhirnya insentif fiskal seperti PPnBM LCGC akan dinikmati masyarakat pekerja di bidang tersebut, bukan pihak produsen.
Mundur ke 2013, pemerintah mewajibkan produsen mobil murah untuk menggunakan komponen lokal sampai 80 persen guna mendorong industri dalam negeri.
Komponen tersebut di antaranya adalah penggerak utama atau Power Train yang mencakup mesin, transmisi dan axle.
Sehingga pabrikan yang ingin mengikuti program tersebut perlu merealisasikan komponen otomotif dalam negeri dalam jangka waktu satu sampai lima tahun. Hal itu diawasi pemerintah lewat surveyor independen.
Kemudian pada 2014, PT ADM (Astra Daihatsu Motor) mengungkapkan bahwa ada 846 UKM (Usaha Kecil Menengah) bidang onderdil yang menyumbang 86 komponen LCGC Daihatsu Ayla, dipamerkan YDBA (Yayasan Dharma Bhakti Astra) di gelaran IIMS 2014.
UKM mendistribusikan komponen mobil seperti door handle, hanger engine, karpet mobil serta sabuk pengaman. Kemudian dipasok ke perusahaan otomotif seperti Toyota dan Daihatsu.
Pada akhirnya Riyanto meyakini relaksasi pajak khususnya buat LCGC akan dinikmati masyarakat termasuk kelas menengah. Lalu harga jual kompetitif diharapkan dapat mendorong penjualan domestik.
“Orang-orang kalau sudah cukup misal rumah dan kebutuhan di rumah ada, jika punya uang lebih pasti mau beli mobil,” pungkas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
19 Juni 2026, 17:00 WIB
08 Juni 2026, 16:36 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 17:00 WIB
Harga Porsche Cayenne versi rakitan Malaysia semakin kompetitif di Rp 2,99 miliar, spesifikasi tidak berubah
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku secara nasional pada hari ini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar