Usul Hyundai ke Pemerintah buat Bantu Industri Otomotif
27 Maret 2025, 18:02 WIB
Ada anggapan bahwa insentif mobil hanya dinikmati orang kaya atau konsumen menengah ke atas, ini kata pengamat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Relaksasi pajak atau PPnBM DTP buat LCGC (Low Cost Green Car) sempat diberikan pemerintah selama masa pandemi sampai jelang akhir 2022 guna mendorong daya beli masyarakat. Namun sudah berhenti pada Oktober 2022.
Melihat pasar otomotif yang lesu, insentif bisa kembali diterapkan. Mengingat mobil jenis LCGC masih banyak diminati masyarakat.
Karena rangkaian kebijakan tersebut membuat harga jual mobil jadi lebih kompetitif dan harapannya bisa dinikmati masyarakat luas. Sempat muncul anggapan bahwa insentif mobil hanya dinikmati orang kaya.
Riyanto, Pengamat Otomotif LPEM UI (Lembaga Penyelidikan dan Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia) mengungkapkan bagaimana insentif seperti PPnBM DTP LCGC (Low Cost Green Car) berpengaruh pada industri di sektor lain dan tenaga kerjanya.
“Sekarang isunya kalau insentif fiskal, ini mobil dipakai orang kaya. Jangan salah, indsutri mobil itu komponen lokalnya terutama LCGC sudah 80 persen, jaringan Supply Chain dari industri mobil kita sudah sampai ke UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah),” ucap Riyanto di kantor Kemenperin, Rabu (10/7).
Ia menegaskan pada akhirnya insentif fiskal seperti PPnBM LCGC akan dinikmati masyarakat pekerja di bidang tersebut, bukan pihak produsen.
Mundur ke 2013, pemerintah mewajibkan produsen mobil murah untuk menggunakan komponen lokal sampai 80 persen guna mendorong industri dalam negeri.
Komponen tersebut di antaranya adalah penggerak utama atau Power Train yang mencakup mesin, transmisi dan axle.
Sehingga pabrikan yang ingin mengikuti program tersebut perlu merealisasikan komponen otomotif dalam negeri dalam jangka waktu satu sampai lima tahun. Hal itu diawasi pemerintah lewat surveyor independen.
Kemudian pada 2014, PT ADM (Astra Daihatsu Motor) mengungkapkan bahwa ada 846 UKM (Usaha Kecil Menengah) bidang onderdil yang menyumbang 86 komponen LCGC Daihatsu Ayla, dipamerkan YDBA (Yayasan Dharma Bhakti Astra) di gelaran IIMS 2014.
UKM mendistribusikan komponen mobil seperti door handle, hanger engine, karpet mobil serta sabuk pengaman. Kemudian dipasok ke perusahaan otomotif seperti Toyota dan Daihatsu.
Pada akhirnya Riyanto meyakini relaksasi pajak khususnya buat LCGC akan dinikmati masyarakat termasuk kelas menengah. Lalu harga jual kompetitif diharapkan dapat mendorong penjualan domestik.
“Orang-orang kalau sudah cukup misal rumah dan kebutuhan di rumah ada, jika punya uang lebih pasti mau beli mobil,” pungkas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Maret 2025, 18:02 WIB
20 Maret 2025, 08:23 WIB
15 Maret 2025, 07:00 WIB
14 Maret 2025, 08:48 WIB
13 Maret 2025, 14:00 WIB
Terkini
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik