Penjualan Mobil Agustus 2026 Sentuh Angka Tertinggi Tahun Ini
11 September 2026, 16:01 WIB
Buat bantu perbaiki angka penjualan mobil di RI, tiga kebijakan ini bisa dipertimbangkan oleh pihak terkait
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia belum mengalami perbaikan signifikan imbas ketidakpastian ekonomi dan melemahnya daya beli. Per Juli 2025, penjualan retail mobil baruadalah 62.770 unit atau naik tipis dari Juni di 61.687 unit.
Capaian tersebut juga masih lebih rendah dari penjualan retail di periode yang sama tahun lalu yaitu 75.588 unit.
Meskipun ada banyak faktor berperan di balik melemahnya daya beli masyarakat saat ini, ekonom menilai ada tiga hal bisa dilakukan agar bantu menggairahkan kembali pembelian mobil di dalam negeri.
Pertama adalah insentif fiskal terstruktur. Misal, keringanan pajak segmen kendaraan di rentang harga Rp 300 juta sampai Rp 350 jutaan dengan persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertentu dan efisiensi emisi.
“Skema ‘trade-in bonus’ untuk mengganti kendaraan di atas 10-12 tahun, dibiayai ulang dari tax uplift registrasi baru. Ini mendorong permintaan tanpa beban fiskal permanen,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO, Senin (11/08).
Langkah kedua, Josua mengungkapkan pentingnya keterjangkauan non-fiskal. Misalnya uang muka atau down payment (DP) lebih rendah buat Low Cost Green Car (LCGC) dengan tenor sedikit lebih panjang.
Kemudian dibutuhkan perluasan penjaminan kredit kendaraan produktif, seperti Light Commercial Vehicle (LCV) untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) logistik.
“Ketiga, kebijakan sisi penawaran. Percepat ekosistem local supply komponen untuk menahan harga, terutama pada Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) atau LCGC,” kata Josua.
Biaya kepemilikan daerah khusus kendaraan rendah emisi, termasuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atau Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) perlu disederhanakan.
Hal tersebut menyasar langsung ke inti permasalahan, yakni harga dan cicilan mobil yang membuat model murah sekalipun belum bisa mencapai target konsumen imbas harga membengkak karena pajak dan biaya lainnya.
Josua menegaskan penerapan strategi tersebut dapat membantu perbaikan permintaan mobil di kuartal keempat 2025 dan pijakan yang lebih solid tahun depan.
“Meskipun segmen bawah kemungkinan pulih paling lambat,” ungkap Josua.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 September 2026, 16:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
09 September 2026, 20:17 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Terkini
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik
15 September 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun
15 September 2026, 09:00 WIB
Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029
15 September 2026, 07:00 WIB
Harga mulai Rp 1,1 miliar, GWM Wey G9 bisa dipesan oleh konsumen dan akan dikirim bertahap pada November
15 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian berusaha untuk mempermudah urusan para pengendara, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
15 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini, simak persyaratan dan biaya yang dibutuhkan
15 September 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta masih menajdi andalan untuk memecah kebuntuan terutama di jam-jam relatif padat