Bappenas Ungkap Strategi Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik
01 November 2026, 10:13 WIB
Honda mengurangi target penjualan dan investasi mobil listrik imbas penurunan yang terjadi di pasar global
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Produsen otomotif asal Jepang, Honda mengungkapkan adanya penurunan minat dan penjualan mobil listrik. Hal ini jadi pemicu mundurnya pabrikan berlambang H itu dari ambisi elektrifikasinya.
Sebelumnya Honda menargetkan Electric Vehicle (EV) untuk menyumbangkan setidaknya 30 persen dari total penjualan mereka di 2030.
Namun rencana tersebut disesuaikan. Meskipun tidak disebut secara signifikan, keputusan itu menandakan target proporsi penjualan mobil listrik mereka bakal lebih rendah.
“Sangat susah untuk membaca pasar, tetapi kita melihat mobil listrik berkontribusi seperlima (dari penjualan) pada 2030,” ucap Toshihiro Mibe, CEO Honda saat konferensi pers belum lama ini.
Menyusul pernyataan tersebut, pihak Honda mengkonfirmasi adanya perubahan rencana elektrifikasi mereka.
“Honda tengah menganalisa ulang strategi dan roadmap EV termasuk lini produk EV dan waktu investasi, termasuk pembangunan value chain mobil listrik yang komprehensif di Kanada,” tulis Honda dalam sebuah keterangan, dikutip Autoweek beberapa waktu lalu.
Oleh karenanya, investasi terkait mobil listrik bakal dikurangi dari 69 juta USD (Rp 1,1 triliun) menjadi 48 juta USD atau sekitar Rp 776,9 miliar jika dikonversi ke kurs rupiah.
Pihak Honda menegaskan fokus akan dialihkan lebih banyak ke mobil hybrid, terkhusus di pasar Amerika Serikat.
“Ketidakpastian situasi bisnis meningkat karena melambatnya ekspansi EV akibat berbagai faktor, termasuk perubahan aturan terkait lingkungan yang jadi pilar adopsi mobil listrik,” lanjut keterangan tersebut.
Di sisi lain, Honda menggarisbawahi adanya perubahan kebijakan perdagangan di sejumlah negara.
Tetapi peluncuran mobil listrik seri 0 dari Honda disebut tetap berjalan sesuai rencana awal, dimulai dengan peluncuran di 2026.
Jika melihat di Indonesia, PT Honda Prospect Motor (HPM) baru menawarkan satu mobil listrik yakni e:N1 dengan skema penyewaan.
Lini elektrifikasi mereka didominasi oleh mobil hybrid. Terbarunya di GIIAS 2025 ada Multi Purpose Vehicle (MPV) Step Wgn e:HEV.
Namun di 2026, PT HPM berniat meluncurkan mobil listrik baru guna mendukung komitmen pemerintah.
Hanya saja belum diketahui jelas modelnya dan apakah bakal masih menggunakan skema penyewaan seperti yang sekarang digunakan pada mobi listrik Honda e:N1.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 November 2026, 10:13 WIB
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
30 Oktober 2026, 15:00 WIB
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
02 November 2026, 09:00 WIB
Merek mobil Cina mulai menjamur dan mencatatkan penjualan positif di berbagai wilayah, terkininya di eropa
02 November 2026, 07:00 WIB
Yamaha Gear Ultima edisi Kicau Mania hadir perdana di gelaran Umi Kasum Cup VI, jadi inspirasi modifikasi
01 November 2026, 20:29 WIB
iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen
01 November 2026, 17:37 WIB
Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia
31 Oktober 2026, 22:37 WIB
Absennya Jorge Martin menjadi kesempatan berharga bagi Marquez untuk raih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026