BYD Berniat Punya Pabrik Baterai di Subang Demi Tingkatkan TKDN
06 September 2026, 01:22 WIB
Honda mengurangi target penjualan dan investasi mobil listrik imbas penurunan yang terjadi di pasar global
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Produsen otomotif asal Jepang, Honda mengungkapkan adanya penurunan minat dan penjualan mobil listrik. Hal ini jadi pemicu mundurnya pabrikan berlambang H itu dari ambisi elektrifikasinya.
Sebelumnya Honda menargetkan Electric Vehicle (EV) untuk menyumbangkan setidaknya 30 persen dari total penjualan mereka di 2030.
Namun rencana tersebut disesuaikan. Meskipun tidak disebut secara signifikan, keputusan itu menandakan target proporsi penjualan mobil listrik mereka bakal lebih rendah.
“Sangat susah untuk membaca pasar, tetapi kita melihat mobil listrik berkontribusi seperlima (dari penjualan) pada 2030,” ucap Toshihiro Mibe, CEO Honda saat konferensi pers belum lama ini.
Menyusul pernyataan tersebut, pihak Honda mengkonfirmasi adanya perubahan rencana elektrifikasi mereka.
“Honda tengah menganalisa ulang strategi dan roadmap EV termasuk lini produk EV dan waktu investasi, termasuk pembangunan value chain mobil listrik yang komprehensif di Kanada,” tulis Honda dalam sebuah keterangan, dikutip Autoweek beberapa waktu lalu.
Oleh karenanya, investasi terkait mobil listrik bakal dikurangi dari 69 juta USD (Rp 1,1 triliun) menjadi 48 juta USD atau sekitar Rp 776,9 miliar jika dikonversi ke kurs rupiah.
Pihak Honda menegaskan fokus akan dialihkan lebih banyak ke mobil hybrid, terkhusus di pasar Amerika Serikat.
“Ketidakpastian situasi bisnis meningkat karena melambatnya ekspansi EV akibat berbagai faktor, termasuk perubahan aturan terkait lingkungan yang jadi pilar adopsi mobil listrik,” lanjut keterangan tersebut.
Di sisi lain, Honda menggarisbawahi adanya perubahan kebijakan perdagangan di sejumlah negara.
Tetapi peluncuran mobil listrik seri 0 dari Honda disebut tetap berjalan sesuai rencana awal, dimulai dengan peluncuran di 2026.
Jika melihat di Indonesia, PT Honda Prospect Motor (HPM) baru menawarkan satu mobil listrik yakni e:N1 dengan skema penyewaan.
Lini elektrifikasi mereka didominasi oleh mobil hybrid. Terbarunya di GIIAS 2025 ada Multi Purpose Vehicle (MPV) Step Wgn e:HEV.
Namun di 2026, PT HPM berniat meluncurkan mobil listrik baru guna mendukung komitmen pemerintah.
Hanya saja belum diketahui jelas modelnya dan apakah bakal masih menggunakan skema penyewaan seperti yang sekarang digunakan pada mobi listrik Honda e:N1.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 September 2026, 01:22 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Terkini
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia