BYD Atto 2 Sudah Masuk di Indonesia, Segera Dipasarkan
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Prabowo memanggil Bahlil dan Airlangga ke Istana hari ini untuk membahas proyek pembangunan pabrik baterai EV
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah sepertinya tengah serius menggenjot pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Terkini sejumlah menteri dipanggil Presiden Prabowo Subianto.
Terdapat sejumlah nama yang hadir ke istana. Sebut saja Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).
Kemudian hadir juga Airlangga Hartarto, Menko (Menteri Koordinator) Perekonomian. Keduanya menghadap Prabowo pada hari ini, Kamis (22/05).
"Hari ini kami akan ratas (rapat terbatas) dalam pembahasan kelanjutan baterai mobil listrik terkait dengan LG," ucap Bahlil di Antara.
Ia menuturkan beberapa waktu lalu pemerintah sudah mengambil keputusan untuk menyudahi kerja sama dengan LG, terkait proyek pabrik baterai EV.
Kini posisi LG telah digantikan oleh pihak lain, yakni Huayou sebuah manufaktur asal Cina.
"Jadi ini mitra baru dan sudah selesai. Tinggal kami memberikan laporan kepada Bapak Presiden," Bahlil menambahkan.
Sebagai informasi, proyek Indonesia Grand Package menargetkan pembangunan pabrik baterai EV dengan kapasitas 30 GWh.
Dalam perjalanannya, LG telah membuat 10 GWh pertama. Sehingga tersisa 20 GWh yang akan dilanjutkan oleh Huayou.
"Total investasinya itu 9,8 miliar dolar Amerika Serikat (Rp 160 triliunan). Tahap pertama dengan LG sudah dilakukan sekitar 1,2 miliar dolar Amerika Serikat (Rp 19,6 triliunan)," tutur Bahlil.
Sementara itu sebanyak 8 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp 130,6 triliunan akan diambil alih oleh Huayou. Lalu prosesnya bakal diselesaikan hari ini.
Di sisi lain, Bahlil mengungkapkan bahwa surat pemutusan kemitraan dengan LG, terkait proyek pabrik baterai EV sudah dibuat.
Pada tempat berbeda, Airlangga mengungkapkan bahwa rapat terbatas dengan Presiden Prabowo buat membahas hilirisasi baterai EV.
Sekadar informasi, sebelumnya pemerintah meminta LG untuk mundur dari proyek pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik.
Hal ini karena pemerintah menilai bahwa perusahaan tersebut terlalu lama melakukan negosiasi.
Jadi posisi LG langsung digantikan oleh Huayou. Mereka dikabarkan bakal membawa sejumlah teknologi terkini ke dalam negeri.
Ditambah Huayou telah lebih dulu menanamkan uang mereka di Tanah Air untuk bidang yang sama, yakni produksi penampung daya kendaraan setrum.
Sehingga langkah pemerintah ini dinilai sudah tepat. Terkhusus untuk mendorong pertumbuhan ekosistem mobil serta motor listrik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
13 Oktober 2026, 20:46 WIB
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia