Keberadaan Tombol Fisik Pada Mobil Listrik Cina Akan Ditingkatkan

Pemerintah Cina menilai, hadirkan tombol fisik pada mobil listrik bisa meningkatkan keselamatan pengguna

Keberadaan Tombol Fisik Pada Mobil Listrik Cina Akan Ditingkatkan
Satrio Adhy
  • Oleh Satrio Adhy

  • Selasa, 17 Februari 2026 | 07:00 WIB

KatadataOTO – Saat ini banyak mobil listrik modern yang menyuguhkan tampilan kokpit minimalis. Hampir semua pengaturan kendaraan diletakkan di sebuah layar besar, menjadi satu dengan sistem infotainment.

Hal tersebut ternyata mulai mencuri perhatian banyak pihak. Sebab dinilai bisa memecah konsentrasi pengemudi.

Sehingga sangat membahayakan para pengendara. Sebab risiko kecelakaan di jalan raya menjadi cukup tinggi.

Berangkat dari fakta di atas, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina melakukan revisi aturan keselamatan pada sebuah Electric Vehicle (EV).

Hyundai Klaim Pengguna Mobil Lebih Suka Tombol Fisik di Kabin
Photo: KatadataOTO

Melansir laporan Carnewschina pada Senin (16/02), mereka akan mewajibkan keberadaan tombol fisik, terutama untuk fitur-fitur dasar.

Semisal buat mengaktifkan advanced driving assistance system (ADAS), sehingga bisa memberikan keamanan serta keselamatan lebih kepada pengendara.

“Persyaratan baru ini akan diwajibkan untuk kendaraan yang diproduksi mulai 1 Juli 2026,” tulis mereka.

Aturan anyar di atas merupakan revisi terhadap standar GB4094-2016. Membahas mengenai penandaan komponen kontrol otomotif, indikator dan perangkat sinyal.

Keputusan di atas ingin memastikan kontrol utama kendaraan dapat diakses, digunakan serta sebagian besar bisa dioperasikan tanpa melihat saat mengemudi.

“Tanpa terlalu bergantung pada input visual dan mengurangi gangguan yang disebabkan oleh layar utama,” lanjut mereka.

Dalam laporan tersebut, revisi aturan itu melibatkan banyak pihak. Termasuk produsen mobil listrik seperti BYD, Geely sampai Great Wall Motor.

Disebutkan bahwa untuk sistem penerangan seperti sein hingga hazard harus ada tombol fisik. Kemudian pemindah transmisi dilarang diletakkan di layar utama.

Selain itu pengaturan wiper kaca depan, membuka jendela hingga sistem panggilan darurat (AES) serta pemutus daya mobil listrik juga wajib tersedia dalam bentuk fisik.


Terkini

mobil
Changan Nevo Q05

Harga Resmi Changan Nevo Q05 Diumumkan, 1.000 Unit Sudah Ludes

Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan

otosport
MotoGP Austria 2026

Hasil Sprint Race MotoGP Austria 2026: Martin Asapi Marquez

Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial

news
ACC Carnival

ACC Carnival Medan Ada Promo Cashback Rp 1 Juta

ACC Carnival Medan tawarkan banyak promo menarik bagi para pengunjung hingga bisa dapat cashback Rp 1 juta

mobil
Wuling Starlight M

Versi Baru Wuling Darion PHEV Terungkap, Incar Pasar Denza D9

Wuling Starlight M merupakan versi baru dari Darion, ukuran jauh lebih besar dan dapat ubahan eksterior

news
AiMOGA

Aimoga Buka Peluang Kolaborasi Dengan Perguruan Tinggi Indonesia

AiMOGA yang merupakan perusahaan di bawah naungan Chery Group kembali menunjukkan komitmennya di Tanah Air

news
Automechanika Jakarta 2026

Automechanika Digelar Minggu Depan, Diramaikan 339 Peserta

Automechanika 2026 akan digelar di Jakarta, diharapkan bisa gairahkan pasar komponen kendaraan di Indonesia

otosport
MotoGP Austria 2026

Link Live Streaming MotoGP Austria 2026: Martin Enggan Menyerah

Jorge Martin mengaku siap untuk kembali bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Austria 2026 di akhir pekan

mobil
Alasan HPM Tak Sediakan Honda HR-V Hybrid di Indonesia

Rapor Penjualan Honda Agustus 2026 di Tengah Tantangan

Penjualan Honda pulih di Agustus 2026, namun masih ada PR besar untuk kembali ke lima besar merek terlaris