GWM Klaim Penjualan Sempat Drop Karena Harga Solar Meroket
15 September 2026, 17:00 WIB
Menurut bos GWM, pabrikan asal Jepang, Korea Selatan hingga Amerika Serikat memiliki pengalaman cukup panjang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pabrikan mobil Cina mampu berakselerasi cukup cepat dalam beberapa waktu belakangan. Bahkan Tesla dibuat tidak berkutik pada 2025.
Meski begitu, bos Great Wall Motor (GWM) tidak mau gegabah. Ia meminta BYD sampai Geely tidak langsung berpuas diri.
“Pada kenyataannya, masih ada kesenjangan yang signifikan antara produsen mobil Tiongkok, termasuk Great Wall Motor dan perusahaan-perusahaan unggulan tersebut,” ungkap Wei Jianjun, Bos GWM di Car Expert, Senin (23/02).
Menurut Jianjun, kesenjangan antara mereka dengan pabrikan kendaraan roda empat di negara lain cukup besar.
Bahkan ia menilai produk-produk asal Tiongkok masih tertinggal. Sehingga tidak boleh langsung berpuas diri.
“Jalan menuju manufaktur yang kuat masih panjang. Kita harus belajar dari Eropa, Amerika, Jepang dan Korea Selatan. Kita belajar dengan tekun, rendah hati serta praktis,” lanjut dia.
Lebih jauh disebutkan pabrikan asal Jepang, Eropa sampai Amerika Serikat memiliki keunggulan dalam pengalaman manufaktur serta kedalaman teknologi.
Ia mengatakan bahwa GWM, Geely hingga BYD harus terus belajar dari para rival di seluruh belahan dunia.
Kemudian mengatasi ketertinggalan melalui evaluasi internal dan langkah-langkah perbaikan. Sehingga bisa terus bersaing di pasar kendaraan roda empat global.
Ia mencontohkan seperti Toyota ketika memastikan kualitas produk-produknya. Mereka mampu mempertahankan kepercayaan para konsumen.
Padahal Toyota sering melakukan recall atau penarikan produk, namun hal tersebut ditempuh dengan cara proaktif.
Lalu mengomunikasikan perbaikan dengan jelas kepada pelanggan. Jadi pemilik mobil Toyota tidak merasa dirugikan.
Di sisi lain, menurut laporan Carnewschina bos GWM ini tidak menampik jika strategi perang harga sangat merugikan.
Hal tersebut dapat menciptakan tantangan jangka panjang, jika tidak didukung oleh operasi bisnis berkelanjutan serta kualitas produk.
Jianjun menegaskan, membuat harga mobil sangat rendah dapat membatasi pengembangan merek di pasar internasional dari waktu ke waktu.
Sehingga perang harga mobil Cina tidak bisa diterapkan terus-menerus. Sebab dinilai kurang tepat untuk diandalkan.
Perang harga bisa menjadi langkah bunuh diri secara perlahan bagi para produsen asal Negeri Tirai Bambu.
Apalagi saat ini pasar mobil baru Cina terancam melambat pada 2026. Hal tersebut karena pemerintah setempat merevisi aturan terkait insentif pembelian kendaraan roda empat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 September 2026, 17:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
15 September 2026, 07:00 WIB
14 September 2026, 18:01 WIB
12 September 2026, 22:30 WIB
Terkini
17 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini ada di dua lokasi, agar bisa lebih mudah ditemukan oleh para pengendara
17 September 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai salah, SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan untuk SIM yang belum kedaluwarsa
17 September 2026, 06:00 WIB
Selain mengandalkan ETLE statis dan mobile, sistem Ganjil Genap Jakarta juga dibantu oleh para petugas
16 September 2026, 19:39 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk melanjutkan raih kemenangan pada gelaran MotoGP Austria 2026 akhir pekan nanti
16 September 2026, 19:38 WIB
Belum lama seorang masyarakat bernama Jangkung Sido Sentosa mengaku keberatan jika SIM mati harus bikin baru
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta
16 September 2026, 06:00 WIB
Berikut adalah daftar lokasi serta jadwal SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, simak syaratanya