BYD Pamer Interior Racco, Kei Car Jepang Harus Waspada

Baru-baru ini tersebar penampakan interior BYD Racco yang siap untuk dipasarkan kepada konsumen di Jepang

BYD Pamer Interior Racco, Kei Car Jepang Harus Waspada

KatadataOTO – BYD terus menunjukkan keseriusannya dalam memasarkan Racco. Kei car tersebut akan meramaikan pasar kendaraan roda empat Jepang.

Terkini jenama asal Cina itu memamerkan tampilan interior atau kabin dari BYD Racco.

Menurut laporan CarNewsChina pada Rabu (18/02), interior BYD Racco mengusung layout khas kei car di Negeri Matahari Terbit.

Hal tersebut nampak dari penempatan tuas transmisi yang diletakkan pada bagian konsol tengah kendaraan.

BYD
Photo: Carnewschina

Tidak ketinggalan ada sejumlah tombol fisik. Kemudian port pengisian daya 12V, USB hingga Type-C.

Konsol tengah BYD Racco menawarkan ruang penyimpanan serta laci di bagian atas. Sehingga sang empunya bisa meletakkan beberapa barang bawaan.

Kei car BYD ini juga memiliki kaca depan yang tinggi. Menawarkan visibilitas maksimal kepada pengendara.

Tidak lupa ada layar sentuh berukuran sedang, berfungsi sebagai sistem infotainment dari BYD Racco.

Produsen asal Cina itu turut menyematkan pembuka kaca jendela elektrik hingga pengaturan kaca spion. Jadi bisa memanjakan pemilik ketika berkendara.

Sementara posisi jok dibuat berdekatan. Hal tersebut untuk memaksimalkan lebar kabin yang hanya 1.475 mm.

Bagian kursi sudah dilapisi dengan kulit sintetis berwarna putih. Dilengkapi juga fitur pemanas, sesuai kebutuhan konsumen di Jepang.

Sedangkan penampakan pada baris kedua belum diberikan. Namun ketika Japan Mobility Show 2025, nampak ada dua jok dengan sandaran kepala yang bisa diatur.

Keunggulan dari BYD Racco adalah pintu geser pada bagian belakang. Sehingga dapat memudahkan pemilik ketika ingin masuk ke dalam kabin.

Bikin tambah menarik, BYD Racco mengusung gaya floating roof. Memberi kesan modern namun tetap fungsional

Selain itu kei car BYD juga nampak sudah dilengkapi pelek aluminium dengan beberapa palang lalu dilabur kelir abu-abu.

Dari segi performa, BYD Racco menggendong baterai 20 kWh. Memungkinkan mobil listrik tersebut menempuh jarak 180 km dalam satu kali pengecasan.

BYD
Photo: Carnewschina

Kendaraan roda empat setrum itu turut dilengkapi sistem AC dengan heat pump untuk efisiensi daya, serta mendukung pengisian cepat DC hingga 100 kW.

BYD mengklaim kei car listrik itu merupakan desain eksklusif luar negeri pertama mereka. Kemudian mencerminkan filosofi perusahaan untuk mengurangi suhu bumi sebesar 1°C.

Mengenai harga, BYD Racco dibanderol 2,6 juta yen atau setara dengan Rp 275 jutaan. Kendaraan roda empat setrum ini bakal menantang sejumlah kei car Jepang lainnya.


Terkini

motor
Suzuki DR-Z4SM

Intip Spesifikasi Suzuki DR-Z4SM, Goda Para Pencinta Supermoto

Supermotor Suzuki DR-Z4SM tampil memukau di hadapan para pengunjung pameran IIMS 2026 beberapa waktu lalu

mobil
LCGC, mobil listrik murah

Mobil Listrik Murah Rusak Persepsi Konsumen soal LCGC

Seiring berjalannya waktu, harga LCGC semakin bersaing dengan mobil listrik murah dengan fitur lebih mumpuni

mobil

Fitur Touchscreen Disebut Tidak Cocok Untuk Mobil

Desainer Ferrari menyebut fitur touchscreen hanya cocok untuk ponsel

mobil
AION UT

Penjualan GAC Aion Januari 2026, Jeblok Dibanding Desember 2025

GAC Aion mencatatkan penurunan penjualan retail di Januari 2026, jeblok 55 persen dibandingkan Desember 2025

mobil
Genesis

Harga Mobil Genesis di RI Terungkap, Sub Merek Premium Hyundai

Kehadiran sub merek premium Hyundai, Genesis semakin dekat ke pasar Indonesia, tawarkan empat model baru

motor
Motor bebek

Cek Harga Motor Bebek di Februari 2026, Honda Revo Rp 17 Jutaan

Motor bebek bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk bersilaturahmi ke rumah saudara saat Lebaran 2026

mobil
E9 PHEV

GAC Siapkan 5 Produk Baru di 2026, Tidak Cuma EV

GAC siapkan setidaknya lima model baru untuk diluncurkan di Indonesia dan tidak terpaku pada mobil listrik

mobil
Penjualan mobil pikap

Penjualan Mobil Pikap di Januari 2026, Turun dari Bulan Lalu

Penjualan mobil pikap di Januari 2026 mengalami penurunan dibanding Januari 2025 dengan jumlah cukup besar