Nasib Harga Mobil Hyundai saat Pasar Otomotif Bergejolak
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Mayoritas pikap di Indonesia berpenggerak 4x2, beda dari 105.000 pikap impor yang pakai penggerak 4x4
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – PT Agrinas Pangan Nusantara belum lama ini menjadi sorotan karena keputusannya mengimpor 105.000 unit pikap dari India.
Diketahui bahwa alasannya adalah faktor harga dan kemampuan pengadaan dalam negeri yang masih terbatas.
Kemudian opsi pikap berpenggerak 4x4 tidak banyak dan ditawarkan dengan harga relatif mahal.
Impor pikap atau kendaraan niaga dinilai dapat berdampak buruk bagi industri otomotif, termasuk komponen.
Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menjelaskan, 105.000 unit setara setengah penjualan kendaraan komersial selama satu tahun di Indonesia.
Ditambah lagi lokalisasi kendaraan komersial di dalam negeri cukup tinggi. Disebutkan bahwa rata-ratanya 60 persen.
Sehingga sebenarnya banyak peluang bisa dimanfaatkan apabila Agrinas memanfaatkan pikap buatan lokal.
“Kalau dari yang saya dengar masalah spesifikasi (penggerak) 4x4. Saya rasa kalau dilihat jalanan Indonesia mayoritas membutuhkan 4x2,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO belum lama ini.
Namun dia tidak menampik, industri otomotif Tanah Air masih lebih berfokus pada pikap atau kendaraan komersial berpenggerak 4x2.
Sebab mobil yang punya spesifikasi 4x4 baik itu pikap ataupun truk, dijual dengan harga mahal karena pajak tinggi.
“Sehingga, orang Indonesia kebanyakan beli (penggerak) 4x2,” ungkap Rachmat.
Sebelumnya diberitakan, keputusan Agrinas mengimpor kendaraan niaga dari India ditentang sejumlah pihak seperti asosiasi.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menegaskan, industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih.
Dari 61 anggota Gaikindo, tujuh di antaranya telah memproduksi kendaraan komersial yakni Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota dan Daihatsu.
Beberapa produk yang umum digunakan adalah Suzuki Carry, Mitsubishi L300, Daihatsu Gran Max Pick Up sampai Toyota Hilux Rangga.
Ketujuh anggota itu diklaim mampu memproduksi lebih dari 400.000 unit pikap per tahun. Kapasitas itu belum dimanfaatkan secara maksimal.
Hanya saja, memang kendaraan diproduksi umumnya berpenggerak 4x2. Tetapi telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) setidaknya 40 persen, sehingga penjualannya berdampak positif pada industri lokal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Mei 2026, 21:00 WIB
17 Mei 2026, 17:00 WIB
15 Mei 2026, 21:21 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
26 Mei 2026, 15:38 WIB
Yamaha NMAX Turbo memiliki sejumlah fitur andalan yang jadi daya tarik tersendiri bagi para penggunanya
26 Mei 2026, 15:37 WIB
Skutik Yamaha NMAX ramaikan Mangkunegaran Run 2026 yang berlangsung di Solo, jadi opsi mobilitas pilihan
26 Mei 2026, 11:00 WIB
Jetour T1 i-DM bakal mengisi segmen di bawah T2 yang sudah dijual di Indonesia, jadi PHEV perdana Jetour
26 Mei 2026, 09:00 WIB
Ducati bakal menjalani MotoGP Italia 2026 dengan beberapa pembalap yang absen, seperti Alex serta Marc Marquez
26 Mei 2026, 06:00 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta jadi alternatif untuk masyarakat yang ingin memperpanjang masa berlaku SIM
26 Mei 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta mulai diterapkan sejak pukul 06.00 WIB dan hari ini waktunya mobil berpelat genap
25 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik baru Wuling terpantau ada dalam daftar Pangkalan Data Kekayaan Intelektual dengan nama Aira ev
25 Mei 2026, 19:00 WIB
New Toyota GR Yaris diberikan berbagai pembaruan, lalu mobil tersebut diniagakan di angka Rp 1,1 miliaran