GIAMM Sorot Alasan Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India

Mayoritas pikap di Indonesia berpenggerak 4x2, beda dari 105.000 pikap impor yang pakai penggerak 4x4

GIAMM Sorot Alasan Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India
Serafina Ophelia

KatadataOTO – PT Agrinas Pangan Nusantara belum lama ini menjadi sorotan karena keputusannya mengimpor 105.000 unit pikap dari India.

Diketahui bahwa alasannya adalah faktor harga dan kemampuan pengadaan dalam negeri yang masih terbatas.

Kemudian opsi pikap berpenggerak 4x4 tidak banyak dan ditawarkan dengan harga relatif mahal.

Impor pikap atau kendaraan niaga dinilai dapat berdampak buruk bagi industri otomotif, termasuk komponen.

pikap
Photo: Mahindra

Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menjelaskan, 105.000 unit setara setengah penjualan kendaraan komersial selama satu tahun di Indonesia.

Ditambah lagi lokalisasi kendaraan komersial di dalam negeri cukup tinggi. Disebutkan bahwa rata-ratanya 60 persen.

Sehingga sebenarnya banyak peluang bisa dimanfaatkan apabila Agrinas memanfaatkan pikap buatan lokal.

“Kalau dari yang saya dengar masalah spesifikasi (penggerak) 4x4. Saya rasa kalau dilihat jalanan Indonesia mayoritas membutuhkan 4x2,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO belum lama ini.

Namun dia tidak menampik, industri otomotif Tanah Air masih lebih berfokus pada pikap atau kendaraan komersial berpenggerak 4x2.

Sebab mobil yang punya spesifikasi 4x4 baik itu pikap ataupun truk, dijual dengan harga mahal karena pajak tinggi.

“Sehingga, orang Indonesia kebanyakan beli (penggerak) 4x2,” ungkap Rachmat.

Sebelumnya diberitakan, keputusan Agrinas mengimpor kendaraan niaga dari India ditentang sejumlah pihak seperti asosiasi.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menegaskan, industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih.

Dari 61 anggota Gaikindo, tujuh di antaranya telah memproduksi kendaraan komersial yakni Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota dan Daihatsu.

Impor Pikap
Photo: Mahindra

Beberapa produk yang umum digunakan adalah Suzuki Carry, Mitsubishi L300, Daihatsu Gran Max Pick Up sampai Toyota Hilux Rangga.

Ketujuh anggota itu diklaim mampu memproduksi lebih dari 400.000 unit pikap per tahun. Kapasitas itu belum dimanfaatkan secara maksimal.

Hanya saja, memang kendaraan diproduksi umumnya berpenggerak 4x2. Tetapi telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) setidaknya 40 persen, sehingga penjualannya berdampak positif pada industri lokal.


Terkini

mobil
BYD Mako PHEV

Wujud Pikap Double Cabin BYD Mako PHEV yang Debut Hari Ini

BYD Mako PHEV menjadi produk terbaru yang mengisi segmen pikap double cabin, debut di Brasil lebih dulu

otosport
MotoGP Aragon 2026

Link Live Streaming MotoGP Aragon 2026: Tekad Martin Jadi Jawara

Jorge Martin ingin melanjutkan tren positifnya pada MotoGP Aragon 2026 dengan mengalahkan Marc Marquez

mobil
Jetour T2 Facelift

Jetour T2 Facelift Debut, Mulai Hilangkan Nuansa Offroad

Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender

mobil
Lynk & Co

Geely Recal 74 Ribu Mobil Lynk & Co di Cina, Ada Cacat di LiDAR

Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025

otosport
Ai Ogura

Ai Ogura Absen di MotoGP Aragon 2026, Alami Cedera Tangan

Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang

news
SIM Keliling Bandung

2 Lokasi SIM Keliling Bandung Sebelum Weekend, Cek Jadwalnya

Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini

news
SIM Keliling Jakarta

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Jumat 28 Agustus

Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini

news
Ganjil Genap Jakarta

Sistem Ganjil Genap Jakarta Hari Jumat, 28 Agustus 2026

Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk