TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Mayoritas pikap di Indonesia berpenggerak 4x2, beda dari 105.000 pikap impor yang pakai penggerak 4x4
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – PT Agrinas Pangan Nusantara belum lama ini menjadi sorotan karena keputusannya mengimpor 105.000 unit pikap dari India.
Diketahui bahwa alasannya adalah faktor harga dan kemampuan pengadaan dalam negeri yang masih terbatas.
Kemudian opsi pikap berpenggerak 4x4 tidak banyak dan ditawarkan dengan harga relatif mahal.
Impor pikap atau kendaraan niaga dinilai dapat berdampak buruk bagi industri otomotif, termasuk komponen.
Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menjelaskan, 105.000 unit setara setengah penjualan kendaraan komersial selama satu tahun di Indonesia.
Ditambah lagi lokalisasi kendaraan komersial di dalam negeri cukup tinggi. Disebutkan bahwa rata-ratanya 60 persen.
Sehingga sebenarnya banyak peluang bisa dimanfaatkan apabila Agrinas memanfaatkan pikap buatan lokal.
“Kalau dari yang saya dengar masalah spesifikasi (penggerak) 4x4. Saya rasa kalau dilihat jalanan Indonesia mayoritas membutuhkan 4x2,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO belum lama ini.
Namun dia tidak menampik, industri otomotif Tanah Air masih lebih berfokus pada pikap atau kendaraan komersial berpenggerak 4x2.
Sebab mobil yang punya spesifikasi 4x4 baik itu pikap ataupun truk, dijual dengan harga mahal karena pajak tinggi.
“Sehingga, orang Indonesia kebanyakan beli (penggerak) 4x2,” ungkap Rachmat.
Sebelumnya diberitakan, keputusan Agrinas mengimpor kendaraan niaga dari India ditentang sejumlah pihak seperti asosiasi.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menegaskan, industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih.
Dari 61 anggota Gaikindo, tujuh di antaranya telah memproduksi kendaraan komersial yakni Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota dan Daihatsu.
Beberapa produk yang umum digunakan adalah Suzuki Carry, Mitsubishi L300, Daihatsu Gran Max Pick Up sampai Toyota Hilux Rangga.
Ketujuh anggota itu diklaim mampu memproduksi lebih dari 400.000 unit pikap per tahun. Kapasitas itu belum dimanfaatkan secara maksimal.
Hanya saja, memang kendaraan diproduksi umumnya berpenggerak 4x2. Tetapi telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) setidaknya 40 persen, sehingga penjualannya berdampak positif pada industri lokal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
23 September 2026, 09:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
17 September 2026, 17:00 WIB
Terkini
07 Oktober 2026, 19:46 WIB
Penjualan Hyundai positif di periode Agustus 2026, produk-produk di segmen premium ikut berkontribusi
07 Oktober 2026, 16:06 WIB
BNI TapCash bisa diandalkan untuk pembayaran tol sampai berbelanja makanan dan minuman saat road trip
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
Pertamina Enduro VR46 Racing Team akan tampil beda dengan livery khusus yang menggambarkan kekuatan Indonesia
07 Oktober 2026, 07:00 WIB
MotoGP Mandalika 2026 bisa jadi kesempatan bagi Marquez untuk meraih poin dan memangkas jarak dengan Martin
07 Oktober 2026, 06:09 WIB
Evaluasi terhadap aturan Ganjil Genap Jakarta terus dilakukan untuk bisa mengurangi tingkat kemacetan
07 Oktober 2026, 06:08 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang aktif
07 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung salah satu fasilitas yang dihadirkan pihak kepolisian agar lebih memudahkan pengendara
06 Oktober 2026, 22:00 WIB
Enea Bastianini resmi menjalin kerja sama dengan merek kacamata Police yang bisa menunjang penampilannya