Polytron Fest 51: Makin Serius di Industri Otomotif Tanah Air
20 September 2026, 21:41 WIB
Smoot menegaskan bahwa pembatasan insentif kendaraan listrik jadi tantangan tersendiri bagi produsen
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Meski menyambut positif kehadiran insentif kendaraan listrik di Tanah Air, banyaknya aturan dianggap menjadi tantangan tersediri. Segmen pasar sepeda motor saat ini dinilai kurang tepat untuk dilakukan pembatasan.
Padahal jumlah subsidi sebesar Rp7 juta dirasa sudah tepat untuk pengenalan kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini disampaikan Rizal Alexander, Marketing Strategic Smoot Motor Indonesia kepada TrenOto (16/03).
“Sebenarnya Rp7 juta sudah sangat cukup. Tapi untuk mendapatkan subsidi ada banyak batasan sehingga berpotensi menyebabkan penyebarannya kurang merata,” ungkapnya.
Menurutnya saat ini karakter konsumen sepeda motor listrik adalah kaum menengah ke atas. Sementara untuk segmen menengah ke bawah masih belum mendapat penerimaan positif sehingga perlu mendapat edukasi lebih.
Perlu diketahui bahwa ada beberapa syarat insentif pembelian kendaraan listrik di Indonesia. Adanya peraturan tersebut diharapkan bisa memastikan penerima bantuan bisa sesuai target yang diharapkan yaitu para pelaku industri kecil dan menengah.
Salah satunya adalah pembatasan jumlah yang bisa dibeli serta diberikan bantuan yaitu hanya 200.000 unit. Sepeda motor pun harus diproduksi di dalam negeri dengan TKDN mencapai 40 persen atau lebih
Kemudian pabrikan dilarang menaikkan harga sampai Desember 2023. Pelanggan pun dilarang untuk membeli lebih dari satu unit yang dibatasi melalui NIK.
Rizal juga memastikan bahwa Smoot Elektrik telah memenuhi 40 persen. Dengan demikian mereka berhak atas bantuan pemerintah untuk sepeda motor listrik sebesar Rp7 juta per unit.
“Sepeda motor Smoot telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Namun memang masih belum diumumkan, mungkin masih satu atau dua hari lagi,” ungkap Rizal.
Ia pun menambahkan bahwa Smoot memang diproduksi di Indonesia dan memakai cukup banyak komponen dalam negeri. Hanya saja persentasenya baru dihitung beberapa waktu lalu.
“Komponen kecil sudah menggunakan produksi dalam negeri seperti kampas rem hingga rangka. Tapi untuk baterai dan dinamo memang masih diimpor,” tegasnya.
Meski demikian dirinya mengklaim telah melakukan kerjasama dengan perusahaan baterai. Sehingga di masa depan komponen lokal sepeda motor Smoot bisa lebih besar dibanding sebelumnya.
“Kami bekerjasama dengan perusahaan baterai di Tanah Air. Bila sudah selesai pengembangannya maka di masa depan jumlah TKDN akan meningkat secara signifikan,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya