Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Smoot menegaskan bahwa pembatasan insentif kendaraan listrik jadi tantangan tersendiri bagi produsen
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Meski menyambut positif kehadiran insentif kendaraan listrik di Tanah Air, banyaknya aturan dianggap menjadi tantangan tersediri. Segmen pasar sepeda motor saat ini dinilai kurang tepat untuk dilakukan pembatasan.
Padahal jumlah subsidi sebesar Rp7 juta dirasa sudah tepat untuk pengenalan kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini disampaikan Rizal Alexander, Marketing Strategic Smoot Motor Indonesia kepada TrenOto (16/03).
“Sebenarnya Rp7 juta sudah sangat cukup. Tapi untuk mendapatkan subsidi ada banyak batasan sehingga berpotensi menyebabkan penyebarannya kurang merata,” ungkapnya.
Menurutnya saat ini karakter konsumen sepeda motor listrik adalah kaum menengah ke atas. Sementara untuk segmen menengah ke bawah masih belum mendapat penerimaan positif sehingga perlu mendapat edukasi lebih.
Perlu diketahui bahwa ada beberapa syarat insentif pembelian kendaraan listrik di Indonesia. Adanya peraturan tersebut diharapkan bisa memastikan penerima bantuan bisa sesuai target yang diharapkan yaitu para pelaku industri kecil dan menengah.
Salah satunya adalah pembatasan jumlah yang bisa dibeli serta diberikan bantuan yaitu hanya 200.000 unit. Sepeda motor pun harus diproduksi di dalam negeri dengan TKDN mencapai 40 persen atau lebih
Kemudian pabrikan dilarang menaikkan harga sampai Desember 2023. Pelanggan pun dilarang untuk membeli lebih dari satu unit yang dibatasi melalui NIK.
Rizal juga memastikan bahwa Smoot Elektrik telah memenuhi 40 persen. Dengan demikian mereka berhak atas bantuan pemerintah untuk sepeda motor listrik sebesar Rp7 juta per unit.
“Sepeda motor Smoot telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Namun memang masih belum diumumkan, mungkin masih satu atau dua hari lagi,” ungkap Rizal.
Ia pun menambahkan bahwa Smoot memang diproduksi di Indonesia dan memakai cukup banyak komponen dalam negeri. Hanya saja persentasenya baru dihitung beberapa waktu lalu.
“Komponen kecil sudah menggunakan produksi dalam negeri seperti kampas rem hingga rangka. Tapi untuk baterai dan dinamo memang masih diimpor,” tegasnya.
Meski demikian dirinya mengklaim telah melakukan kerjasama dengan perusahaan baterai. Sehingga di masa depan komponen lokal sepeda motor Smoot bisa lebih besar dibanding sebelumnya.
“Kami bekerjasama dengan perusahaan baterai di Tanah Air. Bila sudah selesai pengembangannya maka di masa depan jumlah TKDN akan meningkat secara signifikan,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
19 Juli 2026, 14:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika