VinFast Daftarkan Paten Desain SUV Baru di Indonesia
02 April 2026, 13:00 WIB
VinFast VF 8 direcall karena kerusakan pada fitur keselamatan Lane Keeping Assist yang seharusnya melindungi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – VinFast melakukan recall untuk VF 8 di Amerika Serikat. Langkah itu diambil setelah diketahui adanya potensi kerusakan sehingga berisiko terhadap keselamatan penggunanya.
Dilansir dari Carscoops, sistem bantuan pengemudi di SUV tersebut bisa mengambil alih kemudi secara tak terduga. Setelah melalui investigasi, VinFast diharuskan untuk melakukan perbaikan pada 6.314 unit.
Masalah utama kendaraan tersebut ada pada Lane Keeping Assist (LKA) VF 8. Saat berbelok, fitur ini bisa melakukan koreksi kemudi yang berlebihan hingga pengemudi kesulitan mengatasinya.
Pabrikan asal Vietnam itu juga akhirnya mengakui bahwa kesalahan tersebut berasal dari rasio torsi yang disimpan oleh seluruh sistem ADAS. Akibatnya, dinamika kemudi menjadi tidak konsisten.
Untungnya, belum ada kecelakaan yang disebabkan oleh kerusakan ini. Pihak regulator Amerika Serikat sendiri pun sudah mendorong agar recall bisa dilakukan secepatnya.
Perlu diketahui bahwa investigasi terkait kerusakan ini diawali oleh adanya 14 keluhan yang masuk ke Office of Defects Investigation (ODI) pada September 2024. Para pemilik VinFast VF 8 menyebut bahwa ada masalah pada Lane Keeping Assist seperti sistem kesulitan mendeteksi jalur hingga memberi input kemudi yang salah.
ODI pun memperingatkan bahwa masalah ini membutuhkan upaya pengendalian ekstra dari pengemudi hingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Peringatan itu bukan angin lalu karena ada beberapa pengemudi menyampaikan momen yang benar-benar menakutkan. Pasalnya, mobil mendadak berbelok secara berlebihan hingga hampir menabrak dinding beton.
Selain itu, ada juga yang menyebut bahwa Lane Keeping Assist terus-menerus aktif sehingga mustahil untuk dinonaktifkan. Hal ini membuat mereka takut menggunakan mobil.
Untuk mengatasi masalah ini, VinFast akan meluncurkan pembaruan perangkat lunak gratis untuk mengurangi getaran kemudi. Mereka juga menyebut bahwa software tersebut memudahkan kendaraan untuk mengabaikan input yang tidak perlu dan membiarkan pengemudi mengendalikan unit lebih optimal.
Hingga saat ini belum dipastikan apakah mobil-mobil di negara lain juga mengalami situasi serupa. Meski demikian, tak ada salahnya untuk lebih berhati-hati saat berkendara.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 April 2026, 13:00 WIB
30 Maret 2026, 20:43 WIB
30 Maret 2026, 14:00 WIB
26 Maret 2026, 17:00 WIB
16 Maret 2026, 17:08 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia