Penjualan Mobil Mei 2026 Turun, Konsumen Tunda Pembelian
10 Juni 2026, 13:00 WIB
VinFast VF 8 direcall karena kerusakan pada fitur keselamatan Lane Keeping Assist yang seharusnya melindungi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – VinFast melakukan recall untuk VF 8 di Amerika Serikat. Langkah itu diambil setelah diketahui adanya potensi kerusakan sehingga berisiko terhadap keselamatan penggunanya.
Dilansir dari Carscoops, sistem bantuan pengemudi di SUV tersebut bisa mengambil alih kemudi secara tak terduga. Setelah melalui investigasi, VinFast diharuskan untuk melakukan perbaikan pada 6.314 unit.
Masalah utama kendaraan tersebut ada pada Lane Keeping Assist (LKA) VF 8. Saat berbelok, fitur ini bisa melakukan koreksi kemudi yang berlebihan hingga pengemudi kesulitan mengatasinya.
Pabrikan asal Vietnam itu juga akhirnya mengakui bahwa kesalahan tersebut berasal dari rasio torsi yang disimpan oleh seluruh sistem ADAS. Akibatnya, dinamika kemudi menjadi tidak konsisten.
Untungnya, belum ada kecelakaan yang disebabkan oleh kerusakan ini. Pihak regulator Amerika Serikat sendiri pun sudah mendorong agar recall bisa dilakukan secepatnya.
Perlu diketahui bahwa investigasi terkait kerusakan ini diawali oleh adanya 14 keluhan yang masuk ke Office of Defects Investigation (ODI) pada September 2024. Para pemilik VinFast VF 8 menyebut bahwa ada masalah pada Lane Keeping Assist seperti sistem kesulitan mendeteksi jalur hingga memberi input kemudi yang salah.
ODI pun memperingatkan bahwa masalah ini membutuhkan upaya pengendalian ekstra dari pengemudi hingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Peringatan itu bukan angin lalu karena ada beberapa pengemudi menyampaikan momen yang benar-benar menakutkan. Pasalnya, mobil mendadak berbelok secara berlebihan hingga hampir menabrak dinding beton.
Selain itu, ada juga yang menyebut bahwa Lane Keeping Assist terus-menerus aktif sehingga mustahil untuk dinonaktifkan. Hal ini membuat mereka takut menggunakan mobil.
Untuk mengatasi masalah ini, VinFast akan meluncurkan pembaruan perangkat lunak gratis untuk mengurangi getaran kemudi. Mereka juga menyebut bahwa software tersebut memudahkan kendaraan untuk mengabaikan input yang tidak perlu dan membiarkan pengemudi mengendalikan unit lebih optimal.
Hingga saat ini belum dipastikan apakah mobil-mobil di negara lain juga mengalami situasi serupa. Meski demikian, tak ada salahnya untuk lebih berhati-hati saat berkendara.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Juni 2026, 13:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
26 Mei 2026, 20:30 WIB
22 Mei 2026, 07:00 WIB
20 Mei 2026, 21:34 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi