Honda Prospect Motor Tunjuk Bos Baru Demi Kerek Penjualan
30 Maret 2026, 20:43 WIB
VinFast VF 8 direcall karena kerusakan pada fitur keselamatan Lane Keeping Assist yang seharusnya melindungi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – VinFast melakukan recall untuk VF 8 di Amerika Serikat. Langkah itu diambil setelah diketahui adanya potensi kerusakan sehingga berisiko terhadap keselamatan penggunanya.
Dilansir dari Carscoops, sistem bantuan pengemudi di SUV tersebut bisa mengambil alih kemudi secara tak terduga. Setelah melalui investigasi, VinFast diharuskan untuk melakukan perbaikan pada 6.314 unit.
Masalah utama kendaraan tersebut ada pada Lane Keeping Assist (LKA) VF 8. Saat berbelok, fitur ini bisa melakukan koreksi kemudi yang berlebihan hingga pengemudi kesulitan mengatasinya.
Pabrikan asal Vietnam itu juga akhirnya mengakui bahwa kesalahan tersebut berasal dari rasio torsi yang disimpan oleh seluruh sistem ADAS. Akibatnya, dinamika kemudi menjadi tidak konsisten.
Untungnya, belum ada kecelakaan yang disebabkan oleh kerusakan ini. Pihak regulator Amerika Serikat sendiri pun sudah mendorong agar recall bisa dilakukan secepatnya.
Perlu diketahui bahwa investigasi terkait kerusakan ini diawali oleh adanya 14 keluhan yang masuk ke Office of Defects Investigation (ODI) pada September 2024. Para pemilik VinFast VF 8 menyebut bahwa ada masalah pada Lane Keeping Assist seperti sistem kesulitan mendeteksi jalur hingga memberi input kemudi yang salah.
ODI pun memperingatkan bahwa masalah ini membutuhkan upaya pengendalian ekstra dari pengemudi hingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Peringatan itu bukan angin lalu karena ada beberapa pengemudi menyampaikan momen yang benar-benar menakutkan. Pasalnya, mobil mendadak berbelok secara berlebihan hingga hampir menabrak dinding beton.
Selain itu, ada juga yang menyebut bahwa Lane Keeping Assist terus-menerus aktif sehingga mustahil untuk dinonaktifkan. Hal ini membuat mereka takut menggunakan mobil.
Untuk mengatasi masalah ini, VinFast akan meluncurkan pembaruan perangkat lunak gratis untuk mengurangi getaran kemudi. Mereka juga menyebut bahwa software tersebut memudahkan kendaraan untuk mengabaikan input yang tidak perlu dan membiarkan pengemudi mengendalikan unit lebih optimal.
Hingga saat ini belum dipastikan apakah mobil-mobil di negara lain juga mengalami situasi serupa. Meski demikian, tak ada salahnya untuk lebih berhati-hati saat berkendara.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Maret 2026, 20:43 WIB
30 Maret 2026, 14:00 WIB
26 Maret 2026, 17:00 WIB
16 Maret 2026, 17:08 WIB
15 Maret 2026, 18:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif
01 April 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
01 April 2026, 06:00 WIB
Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan