Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
Vinfast menilai mobil listrik yang sudah diproduksi di Subang memiliki harga yang kompetitif di pasar EV
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif mobil listrik Completely Built Up (CBU) sudah berakhir sejak 31 Desember 2025. Namun sampai sekarang Presiden Prabowo bersama para menteri belum memberikan bocoran mengenai kelanjutannya.
Situasi tersebut membuat para pabrikan Electric Vehicle (EV), menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi penjualan tahun ini.
Seperti dilakukan oleh VinFast Indonesia. Hal tersebut penting demi menggenjot penjualan mobil listrik baru.
“Kalau sekarang yang kita pasarkan saat ini masih unit-unit yang kami carry over dari tahun lalu,” ungkap Kariyanto Hardjosoemantoro, Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia di IIMS 2026.
Kariyanto menuturkan, mereka masih ingin menghabiskan stok mobil listrik VinFast sisa pada 2025.
Baru setelah itu, jenama asal Vietnam tersebut mulai memfokuskan kendaraan roda empat dengan NIK 2026 kepada para konsumen.
“Secara bertahap, begitu unit ini sudah habis, itu akan kita transisi untuk unit yang diproduksi di Subang,” ia melanjutkan.
Langkah tersebut diambil karena, impor mobil listrik VinFast tanpa insentif dinilai tidak lagi kompetitif dari sisi harga.
Sehingga untuk terus kompetitif, VinFast harus memproduksi kendaraan di dalam negeri.
“Kalau masih harus impor tanpa insentif, nanti harganya (produk VinFast) jadi tidak kompetitif,” pungkas Kariyanto.
Di sisi lain, keputusan VinFast menggenjot produksi mobil listrik di Subang, Jawa Barat demi memenuhi kewajiban kepada pemerintah.
Mengingat mereka sudah menikmati insentif pada tahun lalu. Sehingga ada kewajiban yang harus ditunaikan.
“Kewajiban kami adalah memproduksi one-to-one dari model yang sudah mendapatkan insentif di 2025. Target itu harus dikejar sampai 2028 dan kami on track,” tegas dia.
Sekadar mengingatkan, VinFast Indonesia baru saja meresmikan pabrik mandiri di daerah Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut mulai beroperasi pada awal 2026.
Lalu VinFast VF3 menjadi model pertama yang bakal diproduksi di sana. Sebab mobil tersebut ramai peminat dan memiliki peluang besar menggoda konsumen di Tanah Air.
Setelah mobil listrik mini VF3, VinFast dipastikan akan memproduksi Limo Green. Ini merupakan EV bergenre MPV listrik.
Model itu akan menantang BYD M6 dan Aletra yang telah lebih dulu mengaspal di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
27 September 2026, 21:23 WIB
SUV legendaris Mitsubishi yakni All-new Pajero kembali hadir, mobil ini mendapat respon baik di Indonesia
27 September 2026, 20:20 WIB
Pada bulan ini harga motor matic 150 cc tidak mengalami kenaikan, jadi kesempatan buat Anda membeli kendaraan
27 September 2026, 19:45 WIB
Kontes modifikasi Customaxi 2026 Yamaha digelar di Bandung, Jawa Barat karena memiliki daya tarik tersendiri
27 September 2026, 17:50 WIB
Sebanyak 1.000 unit iCar V23 yang terpesan terkirim ke tangan konsumen di Indonesia, jadi pencapaian baru
27 September 2026, 09:55 WIB
Fasilitas uji kelaikan kendaraan BPLJSKB Bekasi telah dikembangkan untuk berbagai jenis uji keselamatan mobil
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang