iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Vinfast menilai mobil listrik yang sudah diproduksi di Subang memiliki harga yang kompetitif di pasar EV
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif mobil listrik Completely Built Up (CBU) sudah berakhir sejak 31 Desember 2025. Namun sampai sekarang Presiden Prabowo bersama para menteri belum memberikan bocoran mengenai kelanjutannya.
Situasi tersebut membuat para pabrikan Electric Vehicle (EV), menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi penjualan tahun ini.
Seperti dilakukan oleh VinFast Indonesia. Hal tersebut penting demi menggenjot penjualan mobil listrik baru.
“Kalau sekarang yang kita pasarkan saat ini masih unit-unit yang kami carry over dari tahun lalu,” ungkap Kariyanto Hardjosoemantoro, Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia di IIMS 2026.
Kariyanto menuturkan, mereka masih ingin menghabiskan stok mobil listrik VinFast sisa pada 2025.
Baru setelah itu, jenama asal Vietnam tersebut mulai memfokuskan kendaraan roda empat dengan NIK 2026 kepada para konsumen.
“Secara bertahap, begitu unit ini sudah habis, itu akan kita transisi untuk unit yang diproduksi di Subang,” ia melanjutkan.
Langkah tersebut diambil karena, impor mobil listrik VinFast tanpa insentif dinilai tidak lagi kompetitif dari sisi harga.
Sehingga untuk terus kompetitif, VinFast harus memproduksi kendaraan di dalam negeri.
“Kalau masih harus impor tanpa insentif, nanti harganya (produk VinFast) jadi tidak kompetitif,” pungkas Kariyanto.
Di sisi lain, keputusan VinFast menggenjot produksi mobil listrik di Subang, Jawa Barat demi memenuhi kewajiban kepada pemerintah.
Mengingat mereka sudah menikmati insentif pada tahun lalu. Sehingga ada kewajiban yang harus ditunaikan.
“Kewajiban kami adalah memproduksi one-to-one dari model yang sudah mendapatkan insentif di 2025. Target itu harus dikejar sampai 2028 dan kami on track,” tegas dia.
Sekadar mengingatkan, VinFast Indonesia baru saja meresmikan pabrik mandiri di daerah Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut mulai beroperasi pada awal 2026.
Lalu VinFast VF3 menjadi model pertama yang bakal diproduksi di sana. Sebab mobil tersebut ramai peminat dan memiliki peluang besar menggoda konsumen di Tanah Air.
Setelah mobil listrik mini VF3, VinFast dipastikan akan memproduksi Limo Green. Ini merupakan EV bergenre MPV listrik.
Model itu akan menantang BYD M6 dan Aletra yang telah lebih dulu mengaspal di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 i-DM resmi diluncurkan dalam ajang GIIAS 2026, SUV satu ini dipasarkan dengan banderol Rp 699 juta
12 Agustus 2026, 06:16 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi A dan C
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang