Tianneng Resmikan Pangkalan Produksi Strategis di Jawa Timur
25 Juni 2026, 20:58 WIB
Vinfast menilai mobil listrik yang sudah diproduksi di Subang memiliki harga yang kompetitif di pasar EV
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif mobil listrik Completely Built Up (CBU) sudah berakhir sejak 31 Desember 2025. Namun sampai sekarang Presiden Prabowo bersama para menteri belum memberikan bocoran mengenai kelanjutannya.
Situasi tersebut membuat para pabrikan Electric Vehicle (EV), menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi penjualan tahun ini.
Seperti dilakukan oleh VinFast Indonesia. Hal tersebut penting demi menggenjot penjualan mobil listrik baru.
“Kalau sekarang yang kita pasarkan saat ini masih unit-unit yang kami carry over dari tahun lalu,” ungkap Kariyanto Hardjosoemantoro, Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia di IIMS 2026.
Kariyanto menuturkan, mereka masih ingin menghabiskan stok mobil listrik VinFast sisa pada 2025.
Baru setelah itu, jenama asal Vietnam tersebut mulai memfokuskan kendaraan roda empat dengan NIK 2026 kepada para konsumen.
“Secara bertahap, begitu unit ini sudah habis, itu akan kita transisi untuk unit yang diproduksi di Subang,” ia melanjutkan.
Langkah tersebut diambil karena, impor mobil listrik VinFast tanpa insentif dinilai tidak lagi kompetitif dari sisi harga.
Sehingga untuk terus kompetitif, VinFast harus memproduksi kendaraan di dalam negeri.
“Kalau masih harus impor tanpa insentif, nanti harganya (produk VinFast) jadi tidak kompetitif,” pungkas Kariyanto.
Di sisi lain, keputusan VinFast menggenjot produksi mobil listrik di Subang, Jawa Barat demi memenuhi kewajiban kepada pemerintah.
Mengingat mereka sudah menikmati insentif pada tahun lalu. Sehingga ada kewajiban yang harus ditunaikan.
“Kewajiban kami adalah memproduksi one-to-one dari model yang sudah mendapatkan insentif di 2025. Target itu harus dikejar sampai 2028 dan kami on track,” tegas dia.
Sekadar mengingatkan, VinFast Indonesia baru saja meresmikan pabrik mandiri di daerah Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut mulai beroperasi pada awal 2026.
Lalu VinFast VF3 menjadi model pertama yang bakal diproduksi di sana. Sebab mobil tersebut ramai peminat dan memiliki peluang besar menggoda konsumen di Tanah Air.
Setelah mobil listrik mini VF3, VinFast dipastikan akan memproduksi Limo Green. Ini merupakan EV bergenre MPV listrik.
Model itu akan menantang BYD M6 dan Aletra yang telah lebih dulu mengaspal di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
19 Juni 2026, 13:00 WIB
18 Juni 2026, 17:29 WIB
Terkini
26 Juni 2026, 09:00 WIB
AHM menjelaskan kalau mereka belum memutuskan bagaimana masa depan paten Honda Ryden 160 yang mereka daftarkan
26 Juni 2026, 07:00 WIB
Francesco Bagnaia mendapatkan kontrak selama empat tahun dari Aprilia dan akan berduet dengan Bezzecchi
26 Juni 2026, 06:23 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diberlakukan hari ini untuk bisa mengurai kemacetan terutama pada jam sibuk
26 Juni 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlewat, SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa lima lokasi sebelum akhir pekan
26 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan melayani para pengendara motor maupun mobil sebelum akhir pekan
25 Juni 2026, 20:58 WIB
Grup Tianneng meresmikan basis produksi yang berlokasi di Surabaya, fokus pada baterai kendaraan listrik
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Setelah E4 EV, Lepas masih punya rencana untuk memperkenalkan produk mobil listrik lain untuk pasar RI
25 Juni 2026, 19:27 WIB
Tiga model mobil baru dari BMW resmi diluncurkan hari ini, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 1 miliar