Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Keahlian BYD di bidang teknologi diterapkan pada lini kendaraan ramah lingkungan yang dijual di pasar global
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Teknologi kendaraan roda empat yang mumpuni dari BYD bukan jadi hal asing di dunia otomotif. Merek yang mengawali kiprahnya sebagai perusahaan teknologi ini mengimplementasikan hasil pengembangan pada deretan kendaraannya.
Untuk diketahui saat ini BYD punya banyak model dari berbagai segmen termasuk hatchback, sedan sampai Sport Utility Vehicle (SUV).
BYD mengusung semangat Technological Innovation for a Better Life, sematkan berbagai teknologi fungsional pada deretan New Energy Vehicle (NEV) mereka untuk pasar global.
Mempertahankan identitasnya sebagai perusahaan teknologi, BYD menggabungkan riset, pengujian sampai proses produksi di dalam satu ekosistem yang utuh.
Sehingga sistem penggerak, struktur kendaraan dan kecerdasan kontrol bisa dirancang secara bersamaan dan menjadi suatu kesatuan.
“DNA BYD terletak pada kemampuan kami mengintegrasikan inovasi, kecerdasan sistem dan rekayasa teknologi kendaraan dalam satu arsitektur yang dirancang untuk menghadirkan performa secara konsisten,” kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia dalam siaran resmi, dikutip Jumat (13/02).
Salah satu inovasi BYD yang jadi sorotan ialah e3 Platform, fondasi kendaraan listrik performa yang memadukan kendali, fleksibilitas dan juga keselamatan.
Platform satu ini telah diterapkan pada Denza Z9 GT. Mobil tersebut dibekali tiga motor listrik independen guna mengatur distribusi tenaga dan torsi secara presisi.
Platform ini juga mengadopsi teknologi Cell-to-Body alias CTB. Artiya, baterai terintegrasi langsung ke dalam struktur bodi. Sehingga presisi kemudi dan stabilitas bermanuver bisa diperkuat.
Lalu ada Independent Rear Wheel Steering, memampukan roda belakang berbelok secara independen dan memperkecil turning radius.
Vehicle Motion Control mengatur setiap fungsi performa dan dinamika tersebut. Tidak ketinggalan sistem Intelligent Driving mencakup 33 sensor berkendara dan dua sensor LiDAR.
Untuk model di kelas yang lebih tinggi, BYD mengembangkan e4 Platform. Rangka tersebut telah dipakai oleh Yangwang U9.
Pada Yangwang U9 Extreme, dukungan e4 Platform membuat mobil tersebut bisa mencapai kecepatan maksimum sampai 496,22 kilometer per jam.
CTB generasi terkini pada Yangwang U9 juga menurunkan center of gravity secara signifikan.
Terakhir, struktur kendaraannya pakai material carbon fiber integrated lalu kombinasi carbon steel dan aluminium. Bobot mobil bisa dikurangi tanpa memangkas kekuatan struktural.
Kedua platform tersebut jadi bukti komitmen BYD sebagai perusahaan teknologi, mengikuti perkembangan pesat di era elektrifikasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 21:00 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 17:03 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta