Kenaikan Penjualan Mobil Bukan Indikator Pulihnya Ekonomi RI
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Dengan tidak adanya insentif, Vinfast memprediksi pertumbuhan pasar EV bakal mengalami perlambatan dari tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski tidak lagi menerima insentif dari pemerintah, VinFast Indonesia optimis penjulan kendaraan listrik tetap akan bertumbuh. Hanya saja kecepatannya kemungkin akan menurun dibandingkan tahun lalu.
Kariyanto Hardjosoemantoro, Chief Executive Officer VinFast Indonesia mengungkap bahwa Indonesia masih menyimpan banyak potensi terhadap kendaraan listrik.
“Saya melihat mobil listrik masih akan tumbuh tapi mungkin tidak secepat tahun lalu. Pertumbuhan akan melambat karena adanya perubahan kebijakan insentif dan sebagainya,” ungkapnya pada media beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pertumbuhan signifikan di 2025 pada segmen mobil listrik disebabkan oleh banyaknya faktor penunjang. Salah satunya adalah insentif kendaraan yang jumlahnya cukup besar.
“Jadi kalau insentifnya dikurangi atau bahkan ditiadakan tentu akan berpengaruh. Tapi menurut saya masih tetap tumbuh tapi besarannya seperti apa, itu harus ditunggu,” tambahnya.
Ia pun menyoroti tentang belum adanya keputusan final terkait insentif kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya situasi ini membuat masyarakat jadi menunggu kepastian.
“Karena kalau sesuai aturan insentif berakhir di Desember 2025 tapi ada wacana bahwa akan diperpanjang. Ini membuat konsumen jadi wait and see keputusannya seperti apa,” terang Kariyanto kemudian.
Perlu diketahui bahwa insentif kendaraan listrik telah berakhir pada Desember 2025. Dengan demikian maka pabrikan mobil yang sudah mendapat program di tahun lalu harus mulai melakukan perakitan di dalam negeri.
Penghentian pun diperkirakan bakal membuat penjualan mobil listrik di Tanah Air menurun dibanding tahun sebelumnya. Bahkan bukan tidak mungkin situasi ini berdampak terhadap daya beli masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah pun dikabarkan tengah mengupayakan agar insentif kendaraan listrik bisa tetap diberikan meski ada penyesuaian. Dengan demikian diharapkan pasar otomotif nasional bisa bertahan setelah menghadapi beragam tantangan di tahun sebelumnya.
Terlebih saat ini Indonesia masih cukup agresif dalam menarik minat investor agar berinvestasi ke Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Maret 2026, 11:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
19 Maret 2026, 09:00 WIB
17 Maret 2026, 09:00 WIB
17 Maret 2026, 07:00 WIB
Terkini
28 Maret 2026, 13:00 WIB
Geely berhasil mencatat angka penjualan yang tinggi di awal 2026 berkat kedua modelnya yaitu EX5 dan EX2
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Penjualan mobil di RI menorehkan capaian positif, tetapi masih banyak tantangan perlu dihadapi tahun ini
28 Maret 2026, 07:33 WIB
Pada akhir Maret 2026 beberapa harga motor bebek cukup stabil, hanya TVS yang melakukan penyesuaian banderol
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Nio Firefly akan mengisi kelas yang sama dengan salah satu calon mobil listrik baru di RI, Honda Super One
27 Maret 2026, 17:53 WIB
Marc Marquez memiliki peluang besar dan modal penting dalam menjalani MotoGP Amerika 2026 di akhir pekan
27 Maret 2026, 15:00 WIB
2,3 juta kendaraan diklaim sudah kembali ke Ibu Kota dan jumlahnya akan terus meningkat jelang akhir pekan
27 Maret 2026, 11:00 WIB
One way lokal di tol Trans Jawa mulai dilaksanakan guna kurangi kemacetan lalu lintas yang terjadi sejak pagi
27 Maret 2026, 09:00 WIB
Permintaan fleet untuk kendaraan niaga jadi salah satu faktor pendorong penjualan mobil di Februari 2026