Wuling Buka Suara Soal Tumpukan Kontainer di Tanjung Priok
20 Juni 2026, 11:00 WIB
Dengan tidak adanya insentif, Vinfast memprediksi pertumbuhan pasar EV bakal mengalami perlambatan dari tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski tidak lagi menerima insentif dari pemerintah, VinFast Indonesia optimis penjulan kendaraan listrik tetap akan bertumbuh. Hanya saja kecepatannya kemungkin akan menurun dibandingkan tahun lalu.
Kariyanto Hardjosoemantoro, Chief Executive Officer VinFast Indonesia mengungkap bahwa Indonesia masih menyimpan banyak potensi terhadap kendaraan listrik.
“Saya melihat mobil listrik masih akan tumbuh tapi mungkin tidak secepat tahun lalu. Pertumbuhan akan melambat karena adanya perubahan kebijakan insentif dan sebagainya,” ungkapnya pada media beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pertumbuhan signifikan di 2025 pada segmen mobil listrik disebabkan oleh banyaknya faktor penunjang. Salah satunya adalah insentif kendaraan yang jumlahnya cukup besar.
“Jadi kalau insentifnya dikurangi atau bahkan ditiadakan tentu akan berpengaruh. Tapi menurut saya masih tetap tumbuh tapi besarannya seperti apa, itu harus ditunggu,” tambahnya.
Ia pun menyoroti tentang belum adanya keputusan final terkait insentif kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya situasi ini membuat masyarakat jadi menunggu kepastian.
“Karena kalau sesuai aturan insentif berakhir di Desember 2025 tapi ada wacana bahwa akan diperpanjang. Ini membuat konsumen jadi wait and see keputusannya seperti apa,” terang Kariyanto kemudian.
Perlu diketahui bahwa insentif kendaraan listrik telah berakhir pada Desember 2025. Dengan demikian maka pabrikan mobil yang sudah mendapat program di tahun lalu harus mulai melakukan perakitan di dalam negeri.
Penghentian pun diperkirakan bakal membuat penjualan mobil listrik di Tanah Air menurun dibanding tahun sebelumnya. Bahkan bukan tidak mungkin situasi ini berdampak terhadap daya beli masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah pun dikabarkan tengah mengupayakan agar insentif kendaraan listrik bisa tetap diberikan meski ada penyesuaian. Dengan demikian diharapkan pasar otomotif nasional bisa bertahan setelah menghadapi beragam tantangan di tahun sebelumnya.
Terlebih saat ini Indonesia masih cukup agresif dalam menarik minat investor agar berinvestasi ke Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Juni 2026, 11:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
09 Juni 2026, 21:30 WIB
Terkini
27 Juni 2026, 07:00 WIB
Yadea Indonesia membuktikan kualitas produknya melalui agenda kunjungan Wapres ke Papua beberapa waktu lalu
26 Juni 2026, 22:57 WIB
Mitsubishi Pajero Sport tawarkan keseimbangan performa mesin dan efisiensi bahan bakar untuk keluarga
26 Juni 2026, 09:00 WIB
AHM menjelaskan kalau mereka belum memutuskan bagaimana masa depan paten Honda Ryden 160 yang mereka daftarkan
26 Juni 2026, 07:00 WIB
Francesco Bagnaia mendapatkan kontrak selama empat tahun dari Aprilia dan akan berduet dengan Bezzecchi
26 Juni 2026, 06:23 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diberlakukan hari ini untuk bisa mengurai kemacetan terutama pada jam sibuk
26 Juni 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlewat, SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa lima lokasi sebelum akhir pekan
26 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan melayani para pengendara motor maupun mobil sebelum akhir pekan
25 Juni 2026, 20:58 WIB
Grup Tianneng meresmikan basis produksi yang berlokasi di Surabaya, fokus pada baterai kendaraan listrik