IMI Beri Pujian Event Toyota GR Car Meet 2026
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Toyota Indonesia ungkap alasan mengapa menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara sangat penting untuk industri
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota Indonesia berharap penjualan mobil di Tanah Air bisa tetap tembus di atas 800.000 unit. Jumlah tersebut dinilai penting agar mempertahankan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara.
Bila posisi tersebut hilang, maka berpotensi negatif terhadap industri Tanah Air di masa depan.
“Kalau pasar nomor 1 di Asia Tenggara sudah tidak lagi di Indonesia dikhawatirkan ekosistemnya bakal pindah. Terlebih negara lain memberi banyak kemudahan seperti Vietnam yang menurunkan PPNnya dari 10 menjadi 8 persen,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Selain itu pemerintah Malaysia juga disebut-sebut memberi insentif pada industri sejak masa pandemi Covid-19. Program ini berhasil membuat orang tertarik melakukan pembelian mobil baru.
“Sementara di Indonesia sebgian besar pajak daerah sangat bergantung pada penjualan mobil. Jadi ketika pasarnya turun, pendapatannya juga berkurang,” ungkapnya kemudian.
Oleh sebab itu Bob Azzam mengungkap bahwa wacana pemberian insentif kendaraan di 2026 berpotensi berdampak positif.
“Ya mudah-mudahan saja karena ketika Covid-19 pemerintah memberi insentif dan justru pendapatan negara naik. Sebab orang lebih banyak membeli kendaraan lalu membayar PPNBM 3 persen,” tambahnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah mengaku sedang menyiapkan skema insentif atau subsidi baru buat 2026. Hal ini dilakukan demi menjaga industri otomotif nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku, bakal menggandeng sejumlah pihak untuk membahas bantuan tersebut.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenko Ekon, Kementerian keuangan serta asosiasi seperti Gaikindo dan pelaku industri lainnya,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di laman resmi Kemenperin, Senin (17/11).
Ia menilai bahwa industri otomotif melibatkan jutaan pekerja. Mulai dari pemasok komponen, logistik hingga jaringan penjualan dan bengkel resmi maupun tidak resmi.
Oleh sebab itu kehadiran pemerintah dinilai dapat membantu banyak, keberlangsungan industri otomotif di tahun depan.
Menperin menyatakan, usulan insentif 2026 akan disinergikan dengan agenda pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Termasuk rencana kelanjutan dan penyempurnaan insentif, untuk pembelian motor listrik yang sebelumnya sudah pernah diluncurkan pemerintah.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Mei 2026, 14:54 WIB
17 Mei 2026, 11:17 WIB
06 Mei 2026, 15:00 WIB
04 Mei 2026, 13:00 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April