Penjualan Toyota Global Februari 2026 Turun Tipis
01 April 2026, 15:00 WIB
Toyota Indonesia ungkap alasan mengapa menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara sangat penting untuk industri
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota Indonesia berharap penjualan mobil di Tanah Air bisa tetap tembus di atas 800.000 unit. Jumlah tersebut dinilai penting agar mempertahankan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara.
Bila posisi tersebut hilang, maka berpotensi negatif terhadap industri Tanah Air di masa depan.
“Kalau pasar nomor 1 di Asia Tenggara sudah tidak lagi di Indonesia dikhawatirkan ekosistemnya bakal pindah. Terlebih negara lain memberi banyak kemudahan seperti Vietnam yang menurunkan PPNnya dari 10 menjadi 8 persen,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Selain itu pemerintah Malaysia juga disebut-sebut memberi insentif pada industri sejak masa pandemi Covid-19. Program ini berhasil membuat orang tertarik melakukan pembelian mobil baru.
“Sementara di Indonesia sebgian besar pajak daerah sangat bergantung pada penjualan mobil. Jadi ketika pasarnya turun, pendapatannya juga berkurang,” ungkapnya kemudian.
Oleh sebab itu Bob Azzam mengungkap bahwa wacana pemberian insentif kendaraan di 2026 berpotensi berdampak positif.
“Ya mudah-mudahan saja karena ketika Covid-19 pemerintah memberi insentif dan justru pendapatan negara naik. Sebab orang lebih banyak membeli kendaraan lalu membayar PPNBM 3 persen,” tambahnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah mengaku sedang menyiapkan skema insentif atau subsidi baru buat 2026. Hal ini dilakukan demi menjaga industri otomotif nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku, bakal menggandeng sejumlah pihak untuk membahas bantuan tersebut.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenko Ekon, Kementerian keuangan serta asosiasi seperti Gaikindo dan pelaku industri lainnya,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di laman resmi Kemenperin, Senin (17/11).
Ia menilai bahwa industri otomotif melibatkan jutaan pekerja. Mulai dari pemasok komponen, logistik hingga jaringan penjualan dan bengkel resmi maupun tidak resmi.
Oleh sebab itu kehadiran pemerintah dinilai dapat membantu banyak, keberlangsungan industri otomotif di tahun depan.
Menperin menyatakan, usulan insentif 2026 akan disinergikan dengan agenda pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Termasuk rencana kelanjutan dan penyempurnaan insentif, untuk pembelian motor listrik yang sebelumnya sudah pernah diluncurkan pemerintah.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 April 2026, 15:00 WIB
30 Maret 2026, 20:43 WIB
30 Maret 2026, 14:00 WIB
28 Maret 2026, 11:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026