Test Drive Toyota Veloz Hybrid, Pilihan Buat yang Males Ngecharge
23 September 2026, 17:49 WIB
Toyota Indonesia ungkap alasan mengapa menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara sangat penting untuk industri
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota Indonesia berharap penjualan mobil di Tanah Air bisa tetap tembus di atas 800.000 unit. Jumlah tersebut dinilai penting agar mempertahankan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara.
Bila posisi tersebut hilang, maka berpotensi negatif terhadap industri Tanah Air di masa depan.
“Kalau pasar nomor 1 di Asia Tenggara sudah tidak lagi di Indonesia dikhawatirkan ekosistemnya bakal pindah. Terlebih negara lain memberi banyak kemudahan seperti Vietnam yang menurunkan PPNnya dari 10 menjadi 8 persen,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Selain itu pemerintah Malaysia juga disebut-sebut memberi insentif pada industri sejak masa pandemi Covid-19. Program ini berhasil membuat orang tertarik melakukan pembelian mobil baru.
“Sementara di Indonesia sebgian besar pajak daerah sangat bergantung pada penjualan mobil. Jadi ketika pasarnya turun, pendapatannya juga berkurang,” ungkapnya kemudian.
Oleh sebab itu Bob Azzam mengungkap bahwa wacana pemberian insentif kendaraan di 2026 berpotensi berdampak positif.
“Ya mudah-mudahan saja karena ketika Covid-19 pemerintah memberi insentif dan justru pendapatan negara naik. Sebab orang lebih banyak membeli kendaraan lalu membayar PPNBM 3 persen,” tambahnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah mengaku sedang menyiapkan skema insentif atau subsidi baru buat 2026. Hal ini dilakukan demi menjaga industri otomotif nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku, bakal menggandeng sejumlah pihak untuk membahas bantuan tersebut.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenko Ekon, Kementerian keuangan serta asosiasi seperti Gaikindo dan pelaku industri lainnya,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di laman resmi Kemenperin, Senin (17/11).
Ia menilai bahwa industri otomotif melibatkan jutaan pekerja. Mulai dari pemasok komponen, logistik hingga jaringan penjualan dan bengkel resmi maupun tidak resmi.
Oleh sebab itu kehadiran pemerintah dinilai dapat membantu banyak, keberlangsungan industri otomotif di tahun depan.
Menperin menyatakan, usulan insentif 2026 akan disinergikan dengan agenda pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Termasuk rencana kelanjutan dan penyempurnaan insentif, untuk pembelian motor listrik yang sebelumnya sudah pernah diluncurkan pemerintah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 17:49 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
08 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung agar memudahkan para pengendara motor dan mobil hari ini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial