Korlantas Resmi Operasikan ETLE Drone, Lebih Akurat Incar Pelanggar
10 Januari 2026, 11:00 WIB
Tilang elektronik Tol Surabaya-Gempol segera diberlakukan guna meningkatkan keselamatan dalam berkendara
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Perkembangan penerapan tilang elektronik di jalan tol kian gencar dilakukan oleh pihak Kepolisian. Setelah sebelumnya Kepolisian sepakat untuk menggelar tilang elektronik di jalan tol Jakarta dan Trans Sumatera, giliran jalan tol Surabaya–Gempol yang menjadu sasaran berikutnya.
Pemberlakukan tilang elektronik tol Surabaya-Gempol menjadi prioritas karena tingginya angka kecelakaan di lokasi tersebut. Meski demikian pemasangan sistem dan penerapan aturan masih menunggu arahan dari Korlantas serta Kantor Pusat Jasa Marga.
“Koordinasi dengan Jasa Marga akan dilakukan lagi. Nanti pastinya ada sosialisasi terlebih dahulu,’’ terang AKP Sigit Indra, Kanit PJR Jawa Timur.
Penerapan tilang elektronik di jalan tol memang menjadi salah satu fokus kepolisian pada tahun ini. Meski demikian, penerapan akan dilakukan secara bertahap sehingga di masa depan tilang elektronik dapat memiliki jangkauan lebih luas.
Menariknya, penerapan sistem ETLE nantinya tidak hanya untuk mengawasi pelanggaran kecepatann namun juga kendaraan yang melanggar marka jalan. Selain itu tilang elektronik dinilai lebih efektif karena tidak ada perdebatan antara petugas dan masyarakat berkat tersedianya bukti pelanggaran.
Hendri Taufik, General Manager Representative Office 3 Jasa Marga Transjawa Tollroad menambahkan bahwa ETLE nantinya akan terkoneksi dengan sistem mereka. Sistem tersebut tersambung dengan speed camera di ruas jalan tol untuk pelanggaran overspeed dan weigh in motion (WIM) pada sejumlah jembatan serta lajur khusus.
”Untuk WIM kita ada satu. Sudah dioperasikan untuk mengecek muatan kendaraan,’’ kata Hendri.
Perlu diketahui bahwa sepanjang 2021 telah terjadi 1.345 kecelakaan di seluruh jalan tol di bawah pengelolaan Jasa Marga Group. Sebanyak 82 persen penyebab kecelakaan adalah faktor pengemudi, 17 persen faktor kendaraan dan sisanya adalah faktor lingkungan.
Tak hanya itu, Jasa Marga juga mencatat bahwa 42.9 persen kecelakaan disebabkan adanya kendaraan overspeed. Pengendara dinilai banyak yang melaju tanpa memenuhi aturan dan kendaraannya pun overload.
Kondisi ini tentunya sangat disayangkan karena sejatinya jalan tol bertujuan untuk memberikan kenyamanan serta keamanan dalam berkendara. Namun tujuan tersebut menjadi sulit tercapai bila masyarakatnya tidak memiliki kedisiplinan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Januari 2026, 11:00 WIB
01 Januari 2026, 15:00 WIB
08 Desember 2025, 19:00 WIB
25 Oktober 2025, 09:00 WIB
23 Oktober 2025, 08:00 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027