Ford Matangkan Rencana Pembangunan Pabrik di Indonesia
20 Juli 2026, 07:00 WIB
Kadin Indonesia menilai, impor 105 ribu pikap asal India bisa mematikan industri otomotif di dalam negeri
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Polemik mengenai impor 105 ribu pikap asal India terus bergulir. Saat ini Presiden Prabowo diminta membatalkan pemesanan kendaraan tersebut.
Langkah ini dirasa cukup penting untuk menyelamatkan industri otomotif di dalam negeri yang sedang lesu.
“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden agar membatalkan rencana impor 105 ribu unit kendaraan niaga,” ungkap Saleh Husin, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri di laman resmi Kadin Indonesia.
Saleh menilai, impor ratusan ribu pikap asal India membawa banyak dampak buruk. Semisal dapat mematikan industri otomotif di Tanah Air.
Kemudian tidak menggerakkan ekonomi di dalam negeri. Selain itu bertentangan dengan program industrialisasi yang sedang didorong pemerintah.
Lalu pabrikan di Indonesia seperti Mitsubishi Fuso, Isuzu, Suzuki sampai Toyota menyatakan sanggup menyediakan pikap yang dibutuhkan.
“Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh,” lanjut Saleh.
Lebih jauh dijelaskan, mendatangkan kendaraan roda empat dalam bentuk utuh alias CBU juga berdampak pada industri komponen otomotif.
Sebab selama ini menjadi backward linkage proses perakitan kendaraan bermotor. Sehingga mereka dapat terpukul cukup telak.
Kondisi tersebut mengancam keberlanjutan produksi mobil baru di Indonesia. Jadi efek yang dihasilkan dari impor pikap sangat besar.
Wakil Ketua Umum Kadin itu mengungkapkan perusahaan komponen seperti mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi hingga elektronik sangat menentukan kekuatan rantai pasok industri otomotif.
“Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja dan efek pengganda terhadap perekonomian,” tegas Saleh.
Sebaliknya, menurut Saleh jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh, maka industri komponen nasional ikut tertekan serta agenda hilirisasi maupun industrialisasi dapat melemah.
Sekadar mengingatkan, Agrinas Pangan Nusantara dikabarkan bakal mengimpor 105 ribu pikap dari India. Total pengadaan tersebut mencapai Rp 24,6 triliun.
Dengan rincian, 35 ribu unit adalah Scorpio produksi dari Mahindra & Mahindra. Sementara 70 ribu sisanya didatangkan oleh Tata Motors.
Tata Motors memasok 35 ribu pikap Yodha dan 35 ribu unit Ultra 7.7. Semua akan digunakan untuk Koperasi Merah Putih.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Juli 2026, 07:00 WIB
04 Juli 2026, 19:15 WIB
03 Juli 2026, 13:41 WIB
01 Juli 2026, 09:51 WIB
29 Juni 2026, 15:36 WIB
Terkini
16 September 2026, 19:39 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk melanjutkan raih kemenangan pada gelaran MotoGP Austria 2026 akhir pekan nanti
16 September 2026, 19:38 WIB
Belum lama seorang masyarakat bernama Jangkung Sido Sentosa mengaku keberatan jika SIM mati harus bikin baru
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta
16 September 2026, 06:00 WIB
Berikut adalah daftar lokasi serta jadwal SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, simak syaratanya
16 September 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara hari ini bisa lebih mudah dengan mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik