Penjualan Daihatsu Tumbuh 27 Persen di Semester I 2026
04 Juli 2026, 19:15 WIB
Kadin Indonesia menilai, impor 105 ribu pikap asal India bisa mematikan industri otomotif di dalam negeri
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Polemik mengenai impor 105 ribu pikap asal India terus bergulir. Saat ini Presiden Prabowo diminta membatalkan pemesanan kendaraan tersebut.
Langkah ini dirasa cukup penting untuk menyelamatkan industri otomotif di dalam negeri yang sedang lesu.
“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden agar membatalkan rencana impor 105 ribu unit kendaraan niaga,” ungkap Saleh Husin, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri di laman resmi Kadin Indonesia.
Saleh menilai, impor ratusan ribu pikap asal India membawa banyak dampak buruk. Semisal dapat mematikan industri otomotif di Tanah Air.
Kemudian tidak menggerakkan ekonomi di dalam negeri. Selain itu bertentangan dengan program industrialisasi yang sedang didorong pemerintah.
Lalu pabrikan di Indonesia seperti Mitsubishi Fuso, Isuzu, Suzuki sampai Toyota menyatakan sanggup menyediakan pikap yang dibutuhkan.
“Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh,” lanjut Saleh.
Lebih jauh dijelaskan, mendatangkan kendaraan roda empat dalam bentuk utuh alias CBU juga berdampak pada industri komponen otomotif.
Sebab selama ini menjadi backward linkage proses perakitan kendaraan bermotor. Sehingga mereka dapat terpukul cukup telak.
Kondisi tersebut mengancam keberlanjutan produksi mobil baru di Indonesia. Jadi efek yang dihasilkan dari impor pikap sangat besar.
Wakil Ketua Umum Kadin itu mengungkapkan perusahaan komponen seperti mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi hingga elektronik sangat menentukan kekuatan rantai pasok industri otomotif.
“Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja dan efek pengganda terhadap perekonomian,” tegas Saleh.
Sebaliknya, menurut Saleh jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh, maka industri komponen nasional ikut tertekan serta agenda hilirisasi maupun industrialisasi dapat melemah.
Sekadar mengingatkan, Agrinas Pangan Nusantara dikabarkan bakal mengimpor 105 ribu pikap dari India. Total pengadaan tersebut mencapai Rp 24,6 triliun.
Dengan rincian, 35 ribu unit adalah Scorpio produksi dari Mahindra & Mahindra. Sementara 70 ribu sisanya didatangkan oleh Tata Motors.
Tata Motors memasok 35 ribu pikap Yodha dan 35 ribu unit Ultra 7.7. Semua akan digunakan untuk Koperasi Merah Putih.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
04 Juli 2026, 19:15 WIB
03 Juli 2026, 13:41 WIB
01 Juli 2026, 09:51 WIB
29 Juni 2026, 15:36 WIB
14 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
09 Juli 2026, 22:00 WIB
SUV praktis, efisien dan memiliki teknologi tinggi seperti Deepal S07 banyak dicari keluarga modern di RI
09 Juli 2026, 21:00 WIB
PT AHM baru-baru ini menghadirkan pilihan warna baru untuk Honda Rebel 1100, harga mulai Rp 400 jutaan
09 Juli 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik VinFast VF 2 hadir meramaikan persaingan pasar EV mungil, harga mulai dari Rp 120 jutaan
09 Juli 2026, 19:20 WIB
Honda melengkapi lini elektrifikasinya dengan kehadiran WN7, motor listrik versi produksi dari EV Fun Concept
09 Juli 2026, 13:00 WIB
Ducati memastikan aktivitas tim balap MotoGP mereka tidak terganggu karena sudah mampu berdiri sendiri
09 Juli 2026, 11:00 WIB
Chery Sales Indonesia telah melakukan peyelidikan terkait peristiwa terbakarnya Tiggo Cross CSH di Bandung
09 Juli 2026, 09:00 WIB
Changan Indonesia tengah fokus untuk memperkenalkan sejumlah keunggulan Deepal S05 kepada masyarakat luas
09 Juli 2026, 07:00 WIB
Geely Galaxy TT hadir dengan tampilan identik sedan performa tinggi Xiaomi SU7, ini bocoran spesifikasinya