Daihatsu Catat Pertumbuhan Penjualan, Kendaraan Niaga Laris
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Merek otomotif di RI punya kapabilitas penuhi kebutuhan pikap Agrinas, Gaikindo berdoa bisa ikut ambil bagian
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Impor pikap sebanyak 105.000 unit yang dilakukan buat operasional Koperasi Merah Putih belum lama ini tengah menjadi sorotan.
Pasalnya Indonesia memiliki kemampuan dalam menyuplai pikap dengan jumlah tersebut.
Imbas polemik yang terjadi, impor ratusan ribu pikap itu dikabarkan bakal ditunda untuk didistribusikan ke Indonesia.
Asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ingin industri dalam negeri kebagian jatah suplai pikap.
“Kita sangat berharap, kita sama-sama memajukan industri otomotif ini karena multiplier effect-nya itu luas,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gaikindo di Jakarta, Senin (23/02).
Deretan merek otomotif anggota Gaikindo secara total memiliki kapasitas produksi 2,59 juta unit per tahun, termasuk kendaraan komersial.
Sementara realisasinya baru 1,3 juta unit dari total kapasitas itu yang terpakai sepanjang 2025.
“Sehingga kami terus berdoa apalagi di bulan Ramadan ini, semoga (suplai pikap koperasi) memang bisa menjadi bagian dari pekerjaan kita,” tegas dia.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu PT Agrinas Pangan Nusantara memberikan penjelasan terkait keputusan impor pikap dari India.
Menurut perwakilan Agrinas, kebutuhannya adalah pikap dengan penggerak 4x4. Sementara di Indonesia mayoritas merupakan 4x2.
Pikap 4x4 ditawarkan dengan harga relatif lebih tinggi dari 4x2, kemudian pilihan modelnya cenderung terbatas.
Tetapi Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengecam keputusan itu. Selain merugikan produsen pikap lokal, kebutuhan di jalanan Indonesia dinilai masih dapat diakomodir pikap 4x2.
“Kalau dari yang saya dengar masalah spesifikasi (penggerak) 4x4. Saya rasa kalau dilihat jalanan Indonesia mayoritas membutuhkan 4x2,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM saat dihubungi KatadataOTO.
Pikap 4x4 di dalam negeri lebih mahal karena dibebankan pajak tinggi. Sehingga konsumen Indonesia lebih banyak membeli model berpenggerak 4x2.
Beberapa produsen otomotif yang telah merakit lokal pikap di dalam negeri di antaranya Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota dan Daihatsu.
Banyak di antaranya telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Jadi pemesanan pikap dari merek-merek tersebut tentu dapat menguntungkan banyak industri lokal lainnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Terkini
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027
27 Agustus 2026, 06:07 WIB
Di hari ini SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi dan pada jam yang terbatas, simak informasi lengkapnya
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
Jadwal, titik-titik lokasi hingga jenis kendaraan yang boleh melintas Ganjil Genap Jakarta dirangkum di bawah
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar