6 Merek Baru Siap Ramaikan Ajang GIIAS 2026, Mulai Akhir Juli
26 Mei 2026, 20:30 WIB
Merek otomotif di RI punya kapabilitas penuhi kebutuhan pikap Agrinas, Gaikindo berdoa bisa ikut ambil bagian
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Impor pikap sebanyak 105.000 unit yang dilakukan buat operasional Koperasi Merah Putih belum lama ini tengah menjadi sorotan.
Pasalnya Indonesia memiliki kemampuan dalam menyuplai pikap dengan jumlah tersebut.
Imbas polemik yang terjadi, impor ratusan ribu pikap itu dikabarkan bakal ditunda untuk didistribusikan ke Indonesia.
Asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ingin industri dalam negeri kebagian jatah suplai pikap.
“Kita sangat berharap, kita sama-sama memajukan industri otomotif ini karena multiplier effect-nya itu luas,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gaikindo di Jakarta, Senin (23/02).
Deretan merek otomotif anggota Gaikindo secara total memiliki kapasitas produksi 2,59 juta unit per tahun, termasuk kendaraan komersial.
Sementara realisasinya baru 1,3 juta unit dari total kapasitas itu yang terpakai sepanjang 2025.
“Sehingga kami terus berdoa apalagi di bulan Ramadan ini, semoga (suplai pikap koperasi) memang bisa menjadi bagian dari pekerjaan kita,” tegas dia.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu PT Agrinas Pangan Nusantara memberikan penjelasan terkait keputusan impor pikap dari India.
Menurut perwakilan Agrinas, kebutuhannya adalah pikap dengan penggerak 4x4. Sementara di Indonesia mayoritas merupakan 4x2.
Pikap 4x4 ditawarkan dengan harga relatif lebih tinggi dari 4x2, kemudian pilihan modelnya cenderung terbatas.
Tetapi Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengecam keputusan itu. Selain merugikan produsen pikap lokal, kebutuhan di jalanan Indonesia dinilai masih dapat diakomodir pikap 4x2.
“Kalau dari yang saya dengar masalah spesifikasi (penggerak) 4x4. Saya rasa kalau dilihat jalanan Indonesia mayoritas membutuhkan 4x2,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM saat dihubungi KatadataOTO.
Pikap 4x4 di dalam negeri lebih mahal karena dibebankan pajak tinggi. Sehingga konsumen Indonesia lebih banyak membeli model berpenggerak 4x2.
Beberapa produsen otomotif yang telah merakit lokal pikap di dalam negeri di antaranya Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota dan Daihatsu.
Banyak di antaranya telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Jadi pemesanan pikap dari merek-merek tersebut tentu dapat menguntungkan banyak industri lokal lainnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Mei 2026, 20:30 WIB
17 Mei 2026, 21:00 WIB
17 Mei 2026, 17:00 WIB
15 Mei 2026, 21:21 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
27 Mei 2026, 21:00 WIB
Setelah menjalani dua operasi, kondisi Marc Marquez sudah prima buat menjalani MotoGP Italia 2026 nanti
27 Mei 2026, 20:02 WIB
Vespa merayakan 80 tahun eksistensinya dengan merilis tiga model edisi khusus dan sentuhan warna klasik
27 Mei 2026, 14:46 WIB
Program CSR BYD resmi dimulai, bantu anak-anak sekolah melalui penyaluran 1.200 pasang sepatu dan tas
27 Mei 2026, 07:00 WIB
dua gerai baru OLXmobbi yang berada di Bogor dan Samarinda merupakan jawaban dari kebutuhan masyarakat
26 Mei 2026, 21:00 WIB
Tiga wanita binaan Rifat Sungkar akan membela Simpati Woman Rally Team dalam berkompetisi di ajang nasional
26 Mei 2026, 20:30 WIB
GIIAS 2026 siap digelar akhir Juli mendatang dengan menampilkan 6 merek baru dari berbagai jenis kendaraan
26 Mei 2026, 19:45 WIB
Etape kelima Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 terasa spesial karena menyuguhkan keindahan alam selatan Jawa
26 Mei 2026, 19:13 WIB
Mobil listrik di Indonesia mengalami pergeseran tren dari sebelumnya, kini banyak orang mencari EV kompak