Penjualan Mobil Hybrid Naik, Menko Airlangga Kasih Isyarat
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Merek otomotif di RI punya kapabilitas penuhi kebutuhan pikap Agrinas, Gaikindo berdoa bisa ikut ambil bagian
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Impor pikap sebanyak 105.000 unit yang dilakukan buat operasional Koperasi Merah Putih belum lama ini tengah menjadi sorotan.
Pasalnya Indonesia memiliki kemampuan dalam menyuplai pikap dengan jumlah tersebut.
Imbas polemik yang terjadi, impor ratusan ribu pikap itu dikabarkan bakal ditunda untuk didistribusikan ke Indonesia.
Asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ingin industri dalam negeri kebagian jatah suplai pikap.
“Kita sangat berharap, kita sama-sama memajukan industri otomotif ini karena multiplier effect-nya itu luas,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gaikindo di Jakarta, Senin (23/02).
Deretan merek otomotif anggota Gaikindo secara total memiliki kapasitas produksi 2,59 juta unit per tahun, termasuk kendaraan komersial.
Sementara realisasinya baru 1,3 juta unit dari total kapasitas itu yang terpakai sepanjang 2025.
“Sehingga kami terus berdoa apalagi di bulan Ramadan ini, semoga (suplai pikap koperasi) memang bisa menjadi bagian dari pekerjaan kita,” tegas dia.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu PT Agrinas Pangan Nusantara memberikan penjelasan terkait keputusan impor pikap dari India.
Menurut perwakilan Agrinas, kebutuhannya adalah pikap dengan penggerak 4x4. Sementara di Indonesia mayoritas merupakan 4x2.
Pikap 4x4 ditawarkan dengan harga relatif lebih tinggi dari 4x2, kemudian pilihan modelnya cenderung terbatas.
Tetapi Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengecam keputusan itu. Selain merugikan produsen pikap lokal, kebutuhan di jalanan Indonesia dinilai masih dapat diakomodir pikap 4x2.
“Kalau dari yang saya dengar masalah spesifikasi (penggerak) 4x4. Saya rasa kalau dilihat jalanan Indonesia mayoritas membutuhkan 4x2,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM saat dihubungi KatadataOTO.
Pikap 4x4 di dalam negeri lebih mahal karena dibebankan pajak tinggi. Sehingga konsumen Indonesia lebih banyak membeli model berpenggerak 4x2.
Beberapa produsen otomotif yang telah merakit lokal pikap di dalam negeri di antaranya Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota dan Daihatsu.
Banyak di antaranya telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Jadi pemesanan pikap dari merek-merek tersebut tentu dapat menguntungkan banyak industri lokal lainnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini
02 September 2026, 15:00 WIB
Lombardi Auto Indonesia kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui unit Toyota HiAce Premio Ultimate
02 September 2026, 13:23 WIB
Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware
02 September 2026, 09:00 WIB
Mobil konsep Hyundai Boulder kian dekat diproduksi massal, begini tampilan konsep dan paten desainnya
02 September 2026, 07:00 WIB
Toyota Celica Sport berpeluang menawarkan lebih banyak keunggulan dari rival terdekatnya, Honda Prelude
02 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini sudah beroperasi melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
02 September 2026, 06:00 WIB
Agar perjalanan menuju Ibu Kota lancar hari ini (02/09), simak jadwal dan titik lokasi Ganjil Genap Jakarta
02 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta. simak lokasi dan biayanya