Gaikindo Sorot Maraknya Impor Kendaraan Niaga di Indonesia
12 April 2026, 09:00 WIB
Merek otomotif di RI punya kapabilitas penuhi kebutuhan pikap Agrinas, Gaikindo berdoa bisa ikut ambil bagian
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Impor pikap sebanyak 105.000 unit yang dilakukan buat operasional Koperasi Merah Putih belum lama ini tengah menjadi sorotan.
Pasalnya Indonesia memiliki kemampuan dalam menyuplai pikap dengan jumlah tersebut.
Imbas polemik yang terjadi, impor ratusan ribu pikap itu dikabarkan bakal ditunda untuk didistribusikan ke Indonesia.
Asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ingin industri dalam negeri kebagian jatah suplai pikap.
“Kita sangat berharap, kita sama-sama memajukan industri otomotif ini karena multiplier effect-nya itu luas,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gaikindo di Jakarta, Senin (23/02).
Deretan merek otomotif anggota Gaikindo secara total memiliki kapasitas produksi 2,59 juta unit per tahun, termasuk kendaraan komersial.
Sementara realisasinya baru 1,3 juta unit dari total kapasitas itu yang terpakai sepanjang 2025.
“Sehingga kami terus berdoa apalagi di bulan Ramadan ini, semoga (suplai pikap koperasi) memang bisa menjadi bagian dari pekerjaan kita,” tegas dia.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu PT Agrinas Pangan Nusantara memberikan penjelasan terkait keputusan impor pikap dari India.
Menurut perwakilan Agrinas, kebutuhannya adalah pikap dengan penggerak 4x4. Sementara di Indonesia mayoritas merupakan 4x2.
Pikap 4x4 ditawarkan dengan harga relatif lebih tinggi dari 4x2, kemudian pilihan modelnya cenderung terbatas.
Tetapi Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengecam keputusan itu. Selain merugikan produsen pikap lokal, kebutuhan di jalanan Indonesia dinilai masih dapat diakomodir pikap 4x2.
“Kalau dari yang saya dengar masalah spesifikasi (penggerak) 4x4. Saya rasa kalau dilihat jalanan Indonesia mayoritas membutuhkan 4x2,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM saat dihubungi KatadataOTO.
Pikap 4x4 di dalam negeri lebih mahal karena dibebankan pajak tinggi. Sehingga konsumen Indonesia lebih banyak membeli model berpenggerak 4x2.
Beberapa produsen otomotif yang telah merakit lokal pikap di dalam negeri di antaranya Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota dan Daihatsu.
Banyak di antaranya telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Jadi pemesanan pikap dari merek-merek tersebut tentu dapat menguntungkan banyak industri lokal lainnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 April 2026, 09:00 WIB
10 April 2026, 08:40 WIB
08 April 2026, 15:23 WIB
01 April 2026, 13:00 WIB
25 Maret 2026, 07:32 WIB
Terkini
12 April 2026, 18:27 WIB
BYD Indonesia menanggapi keluhan Akbar Faisal yang mengatakan mobil listrik miliknya mengalami masalah
12 April 2026, 15:00 WIB
Krisis energi dan kemungkinan kenaikan harga bensin jadi alasan Jaecoo enggan membawa J5 versi hybrid
12 April 2026, 13:00 WIB
Foton Indonesia berencana untuk melebarkan fokus pasar mereka, demi mendorong adopsi kendaraan listrik
12 April 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova Diesel bekas lansiran 2023 ditawarkan dengan beragam paket untuk menarik pelanggan
12 April 2026, 09:00 WIB
Impor kendaraan niaga terkhusus truk, disebut Gaikindo sebagai biang kerok lesunya penjualan di Indonesia
12 April 2026, 07:00 WIB
Menurut data AISI, wholesales motor baru turun 23,6 persen di Maret 2026 dibandingkan satu bulan sebelumnya
11 April 2026, 21:57 WIB
Yadea OSta memiliki keunggulan fitur keselamatan dan jarak tempuh yang cukup jauh hingga 150 kilometer
11 April 2026, 17:28 WIB
Festival otomotif dan lifestyle Jaecoo Land digelar 11-12 April 2026 di One Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan