Gaikindo Berdoa Industri Lokal Bisa Ikut Suplai Pikap Kopdes

Merek otomotif di RI punya kapabilitas penuhi kebutuhan pikap Agrinas, Gaikindo berdoa bisa ikut ambil bagian

Gaikindo Berdoa Industri Lokal Bisa Ikut Suplai Pikap Kopdes
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Impor pikap sebanyak 105.000 unit yang dilakukan buat operasional Koperasi Merah Putih belum lama ini tengah menjadi sorotan.

Pasalnya Indonesia memiliki kemampuan dalam menyuplai pikap dengan jumlah tersebut.

Imbas polemik yang terjadi, impor ratusan ribu pikap itu dikabarkan bakal ditunda untuk didistribusikan ke Indonesia.

Asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ingin industri dalam negeri kebagian jatah suplai pikap.

Mitsubishi L300 direcall
Photo: Istimewa

“Kita sangat berharap, kita sama-sama memajukan industri otomotif ini karena multiplier effect-nya itu luas,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gaikindo di Jakarta, Senin (23/02).

Deretan merek otomotif anggota Gaikindo secara total memiliki kapasitas produksi 2,59 juta unit per tahun, termasuk kendaraan komersial.

Sementara realisasinya baru 1,3 juta unit dari total kapasitas itu yang terpakai sepanjang 2025.

“Sehingga kami terus berdoa apalagi di bulan Ramadan ini, semoga (suplai pikap koperasi) memang bisa menjadi bagian dari pekerjaan kita,” tegas dia.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu PT Agrinas Pangan Nusantara memberikan penjelasan terkait keputusan impor pikap dari India.

Menurut perwakilan Agrinas, kebutuhannya adalah pikap dengan penggerak 4x4. Sementara di Indonesia mayoritas merupakan 4x2.

Pikap 4x4 ditawarkan dengan harga relatif lebih tinggi dari 4x2, kemudian pilihan modelnya cenderung terbatas.

Tetapi Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengecam keputusan itu. Selain merugikan produsen pikap lokal, kebutuhan di jalanan Indonesia dinilai masih dapat diakomodir pikap 4x2.

“Kalau dari yang saya dengar masalah spesifikasi (penggerak) 4x4. Saya rasa kalau dilihat jalanan Indonesia mayoritas membutuhkan 4x2,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM saat dihubungi KatadataOTO.

Isuzu
Photo: Isuzu

Pikap 4x4 di dalam negeri lebih mahal karena dibebankan pajak tinggi. Sehingga konsumen Indonesia lebih banyak membeli model berpenggerak 4x2.

Beberapa produsen otomotif yang telah merakit lokal pikap di dalam negeri di antaranya Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota dan Daihatsu.

Banyak di antaranya telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Jadi pemesanan pikap dari merek-merek tersebut tentu dapat menguntungkan banyak industri lokal lainnya.


Terkini

mobil
Wuling Eksion

Peluncuran Wuling Eksion Semakin Dekat, Segini Kisaran Harganya

Harga Wuling Eksion digadang-gadang akan lebih murah dari versi MPV yakni Darion, dan sama-sama ada EV dan PHEV

mobil
Mobil LCGC

5 Mobil LCGC Terlaris di Maret 2026, Calya Ungguli Brio Satya

Toyota Calya mampu menjadi mobil LCGC terlaris pada bulan lalu setelah terdistribusi sebanyak 2.067 unit

mobil
BMW Festival of Joy

Pameran Khusus BMW Digelar di Jakarta, Ada Mini Edisi Spesial

Pameran BMW Festival of Joy dibuka untuk umum 17-19 April 2026 dan bisa dikunjungi tanpa dikenakan biaya

otosport
Perdana, Jakarta Gelar FIA Rallycross World Cup 2026

Perdana, Jakarta Gelar FIA Rallycross World Cup 2026

Ajang reli ini untuk pertama kalinya dihelat di Jakarta, sirkuit Ancol bakal disulap jadi trek Rallycross

mobil
Ford Everest Sport

Ford Dukung Larangan Mobil Cina Mengaspal di Amerika Serikat

Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka

mobil
Hyundai

Cara Hyundai Bikin Nyaman dan Tenang Konsumen

Hyundai menyiapkan mobil pengganti untuk konsumen yang kendaraannya harus menginap di bengkel resmi mereka

news
SIM Keliling Bandung

BPR KS Jadi Salah Satu Lokasi SIM Keliling Bandung Hari Ini

Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung hadir demi memfasilitasi kebutuhan para pengendara di Kota Kembang

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 17 April 2026, Tetap Berjalan Meski ASN WFH

Ganjil genap Jakarta masih diterapkan meski Aparatur Sipil Negara tengah menjalankan kebijakan Work From Home