Saran KNKT Mengenai Sekolah Mengemudi Khusus Sopir Truk
11 September 2025, 09:00 WIB
Ratusan sopir truk ngambek dan melakukan unjuk rasa sambil menutup jalan dan membuat sejumlah akses jalan terputus
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Ratusan sopir truk di berbagai daerah melakukan unjuk rasa terkait adanya kebijakan baru dari Pemerintah. Adanya pembatasan dan pelarangan truk ODOL (Over Dimension Over Loading) membuat para sopir merasa gerah.
Belakangan razia truk ODOL kerap dilakukan dan menjaring banyak kendaraan. Kondisi inilah yang membuat para sopir truk melakukan aksi demo di berbagai daerah di Indonesia khususnya di pulau Jawa.
Para sopir truk tersebut melakukan unjuk rasa di berbagai lokasi seperti kantor Dishub (Dinas Perhubungan), Jembatan Timbang hingga menutup beberapa akses jalan.
Walhasil kejadian ini merugikan pengguna jalan lainnya yang ingin beraktivitas. Terlebih seperti aksi di Kudus kemarin (22/02), para pendemo memberhentikan truk yang kebetulan melintas.
Di Bandung, aksi unjuk rasa dilakukan di Tol Purbaleunyi. Kemacetan parah sempat terjadi akibat adanya aksi pemblokiran jalan.
Lalu di Batang, para pengemudi truk menutup akses jalan Pantura (Pantai Utara) pulau Jawa. Akses jalan menjadi terputus akibat aksi para sopir truk tersebut.
Sama halnya dengan aksi para sopir truk di daerah Temanggung, Jawa Tengah. Mereka menggelar aksi di sekitar Terminal Madureso.
Tuntutan mereka kurang lebih sama, yakni menolak adanya revisi UU Nomor 22/2009, tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang mengatur tanggung jawab pengguna jasa kendaraan berat dengan dimensi dan muatan lebih (ODOL).
Pihak kepolisian melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan panjang. Kepolisian Resor Batang merekayasa arus lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan dari arah Pekalongan melalui jalur keluar Tol Kandeman.
Sedangkan dari arah Timur dialihkan melalui pintu keluar Tol Weleri.
“Kami melakukan komunikasi dengan paguyuban truk agar satu perwakilan sopir truk bertemu dengan Dinas Perhubungan Batang dan satunya ke Satuan Lalu Lintas Polres Setempat. Yang jelas kami mengikuti dulu penyampaian pendapatnya,” ucap AKBP Mohamad Irwan Susanto, Kepala Polres Batang seperti dikutip Antara.
Ia menyebutkan bahwa sopir truk dipersilahkan menyampaikan pendapatnya. Namun mereka diminta untuk tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan di Pantura.
“Memang terjadi kemacetan arus lalu lintas hingga mencapai 1 kilometer antara perbatasan jalur Pantura Banyuputih hingga Subah. Intinya para sopir truk menolak terhadap kebijakan hukum ODOL,” katanya kemudian.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 September 2025, 09:00 WIB
10 September 2025, 11:00 WIB
08 September 2025, 09:00 WIB
14 November 2024, 09:00 WIB
13 November 2024, 13:00 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini