Isuzu Berikan Nilai Tambah Bagi Para Pelanggan Setianya
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
Dengan menghadirkan sekolah khusus sopir truk, dapat melahirkan para pengemudi yang lebih berkompeten lagi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kecelakaan yang diakibatkan oleh truk terus berulang. Biasanya disebabkan oleh banyak faktor, misal kesalahan pengemudi.
Seperti contoh para sopir truk belum berkompeten dalam mengemudi. Mereka kurang memahami apa yang harus dilakukan ketika kondisi darurat.
Semisal ketika melewati jalan menurun dan membawa barang bawaan yang cukup berat. Lalu terjadi rem blong karena salah penanganan.
Sehingga mengakibatkan kecelakaan beruntun. Bisa melibatkan banyak kendaraan di lokasi kejadian.
Tak jerang insiden tersebut mengakibatkan sejumlah orang luka-luka. Bahkan ada yang menjadi korban jiwa.
Oleh sebab itu kondisi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir cukup memprihatinkan. Banyak pihak menilai pemerintah kurang sigap.
Terutama dalam meminimalisir kecelakaan akibat truk-truk besar. Hal ini penting agar tidak merugikan banyak pihak.
Pemerintah pun didorong untuk melakukan tindakan preventif. Seperti dengan membuat sekolah mengemudi khusus sopir truk.
“(Dengan) mewajibkan peningkatan skill pengemudi berupa training, assessment dan lain-lain. Lalu di lapangan melakukan pengawasan yang ketat,” ungkap Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Sony menilai langkah ini penting dilakukan pemerintah. Berguna untuk meningkatkan kemampuan para sopir truk.
Agar memahami situasi yang sedang dihadapi ketika di jalan raya. Lalu membaca berbagai kemungkinan-kemungkinan bahaya.
Contohnya menjaga jarak dengan kendaraan di depan, tidak melakukan overspeed sampai overload.
Dengan begitu sekolah khusus sopir truk dapat mencetak pengemudi yang andal. Memiliki kemampuan dibutuhkan ketika di jalan.
Otomatis dapat meminimalisir kecelakaan yang bakal merenggut korban jiwa. Selain itu tidak menimbulkan kerugian juga.
Sementara itu hal senada turut dikatakan oleh Gemilang Tarigan, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).
Ia menilai kalau sekolah khusus sopir truk sangat dibutuhkan sekarang. Pasalnya banyak pengemudi yang kurang piawai.
“Ini memang krusial, di samping kita kekurangan pengemudi. Ini kan tidak ada pendidikan mengenai mengemudi, makanya perlu sekolah,” tutur Gemilang.
Apalagi Gemilang mengungkapkan kalau profesi pengemudi merupakan pilihan terakhir untuk mencari nafkah.
Jadi banyak orang yang akhirnya memaksakan untuk menjalani sebagai sopir truk, padahal kemampuan mereka masih jauh dari kata berkompeten.
“Makanya perlu campur tangan pemerintah tentang hal ini (untuk menghadirkan sekolah khusus sopir truk),” Gemilang menambahkan.
Gemilang pun berharap Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri bisa mempertimbangkan usulan ini. Jadi dapat menekan angka kecelakaan akibat truk.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
05 Agustus 2026, 20:00 WIB
11 Juli 2026, 07:00 WIB
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
Terkini
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus