Praktisi Tanggapi Kecelakaan McLaren: Modal Nyetir Saja Tak Cukup
11 Juli 2026, 07:00 WIB
KNKT menilai pemerintah dapat menggandeng pihak swasta untuk mendirikan sekolah mengemudi khusus sopir truk
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Tingginya angka kecelakaan, mendorong sebagian pihak meminta pemerintah mendirikan sekolah mengemudi khusus sopir truk dan bus.
Hal ini dirasakan penting, karena dinilai dapat menambah kemampuan mengemudi masyarakat yang menggeluti profesi sebagai sopir.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyarankan para pemangku kebijakan buat berkolaborasi dengan pihak swasta.
"Untuk memulainya pemerintah harus menggandeng stakeholder lain dalam hal ini operator. Di mana mereka sudah memilki Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap dipoles termasuk juga sarana dan prasarana," buka Ahmad Wildan, Investigator Senior KNKT saat dihubungi KatadataOTO, Selasa (09/09).
Wildan menjelaskan beberapa perusahaan swasta siap diajak berkolaborasi oleh pemerintah. Terutama dalam urusan membuat sekolah mengemudi khusus sopir truk serta bus.
Seperti contoh PO Sumber Alam, PO Sugeng Rahayu, PO Eka Wira, PT Siba Surya, PT Pertamina sampai PT Transjakarta.
Lalu masih ada juga produsen kendaraan niaga seperti Hino. Sebab mereka sudah memiliki program pelatihan buat para sopir bus maupun truk.
"Kondisi saat ini untuk membuat sekolah mengemudi bus dan truk, pihak operator jauh lebih siap ketimbang kampus perhubungan seperti STTD sampai PKTJ," Wildan melanjutkan.
ia menuturkan kalau para operator mempunyai pengemudi senior yang mudah dibentuk sesuai kurikulum baru.
Lalu memiliki sarana dan prasarana memadai. Ambil contoh bus, truk, lapangan, perbengkelan sampai ruang kelas.
"Tantangan terberat jika dilakukan di kampus perhubungan adalah mencetak instruktur dan kebutuhan sarana juga prasarana," tegas Wildan.
Di sisi lain KNKT mengaku siap membantu pemerintah dalam mendirikan sekolah mengemudi khusus sopir bus juga truk.
Nantinya mereka membantu berdasarkan pada temuan-temuan keecelakaan selama ini.
"Pemerintah harus berani menyiapkan anggaran dengan merekrut lulusan SMTA yang masih belum bekerja," pungkas dia.
Terakhir pemerintah juga dapat melakukan peningkatan kompetensi untuk para sopir yang lama. Jadi kemampuan mereka bisa semakin baik.
Dengan begitu mampu menangani kondisi darurat saat di jalan raya. Keputusan yang dibuat tidak asal-asal.
Kecelakaan maut melibatkan kendaraan besar dapat diminimalisir. Jadi tidak memakan banyak korban jiwa dan merugikan masyarakat luas.
"Justru sejauh ini belum ada (rencana pemerintah mendirikan sekolah mengemudi). Justru dari swasta yang memulai," Wildan menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 07:00 WIB
11 Juni 2026, 09:30 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
14 Februari 2026, 11:00 WIB
Terkini
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
04 September 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana
04 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas