Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Selasa 8 September 2026
08 September 2026, 06:00 WIB
KNKT mendesak pemerintah mendirikan sekolah khusus sopir truk dan bus demi meningkatkan kompetensi mereka
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kecelakaan bus dan truk di Indonesia masih terus berulang. Biasanya salah satu penyebab insiden tersebut adalah kelalaian pengemudi.
Mulai dari tidak menguasai medan jalan, tak mengenal kendaraannya dengan baik dan lalai dalam melakukan perawatan kendaraan.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan, kecelakaan truk serta bus yang berulang disebabkan karena kemampuan dasar mengemudi kurang baik.
“Tidak kompetennya (sopir) juga ditemukan pada sebagian besar pengemudi bus dan truk lain,” ungkap Ahmad Wildan, Investigator Senior KNKT saat dihubungi KatadataOTO, Selasa (09/09).
Lebih jauh Wildan menjelaskan saat KNKT menelusuri akar masalahnya, kedua hal di atas tidak ditemui dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pengemudi.
Selanjutnya mereka juga tidak menemukan peningkatan kompetensi dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) B1 dan B2.
Tidak heran jika banyak sopir truk serta bus yang memiliki kemampuan pas-pasan. Sebab mereka memaksakan untuk menjadi pengemudi karena tuntutan ekonomi.
“Penelusuran lebih jauh lagi (KNKT) menemukan bahwa hampir semua pengemudi truk dan bus di Indonesia tidak pernah terdidik juga terlatih dengan baik secara terstruktur,” Wildan melanjutkan.
Menurut dia, berbagai temuan tersebut menjadi tanda bahwa berbagai kecelakaan di Tanah Air dikarenakan kemampuan sopir bus maupun truk yang kurang.
Sehingga KNKT menekankan pentingnya pemerintah untuk segera membuat sekolah mengemudi khusus kedua profesi di atas.
Mengingat sudah berulang kali kecelakaan yang melibatkan truk juga bus terjadi. Tentu hal tersebut sangat merugikan masyarakat.
Sebab banyak kendaraan masyarakat maupun fasilitas umum yang rusak. Bahkan tidak jarang nyawa melayang akibat kelalaian.
“Oleh sebab itu kebutuhan akan sekolah mengemudi kendaraan besar menjadi sangat urgent, jika kita ingin memutus mata rantai kecelakaan bus dan truk di Indonesia,” tegas Wildan.
Di sisi lain Wildan menyebut pemerintah juga wajib menyiapkan kurikulum jika ingin membuat sekolah mengemudi khusus sopir truk serta bus.
Seperti pengetahuan dasar sistem rem maupun lampu, pengetahuan dasar jalan, teknik mengemudi (defensive drive) hingga pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi (pre trip inspection).
Tak ketinggalan masyarakat yang menggeluti profesi ini juga harus memahami teknik emergency handling jika menghadapi kondisi darurat. Jadi mengetahui apa yang harus dilakukan saat ada bahaya di depan.
Terakhir yang tidak kalah penting adalah pemahaman tentang peraturan lalu lintas. Jadi bisa lebih taat saat berada di jalan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 September 2026, 06:00 WIB
08 September 2026, 06:00 WIB
07 September 2026, 06:00 WIB
04 September 2026, 06:00 WIB
04 September 2026, 06:00 WIB
Terkini
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan