Ruas Jalan di DKI Jakarta akan Berbayar, Tarifnya Capai Rp19.900

Pemerintah DKI jakarta kembali menggelar cara ruas jalan di DKI Jakarta akan berbayar dengan tarif resmi hingga Rp19.900

Ruas Jalan di DKI Jakarta akan Berbayar, Tarifnya Capai Rp19.900
Adi Hidayat

TRENOTO – Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan kembali mengeluarkan wacana Jalan Berbayar Elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP). Nantinya kebijakan tersebut akan dilakukan di jalan Sudirman dengan tarif hingga Rp19.900 .

Ide ini sebenarnya merupakan wacana lama dan telah sering digaung-gaungkan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Melalui sistem ERP diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas yang selalu menjadi masalah tersendiri.

Zulkifli, Kepala Unit Pengelola Sistem Jalan Berbayar Elektronik Dinas Pehubungan DKI Jakarta mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan dilakukan bertahap. Untuk tahap awal., Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar lelang untuk pembangunan ERP di Simpang CSW atau dekat MRT ASEAN hingga Bundaran HI. Lelang akan dilakukan pada 2022 dan dapat beroperasi pada 2023.

Photo : Istimewa

Tarif masing-masing jalan akan berbeda, tergantung pada kinerja ruas jalan di DKI Jakarta. Meski demikian, Ia menyebut bahwa rentang tarif akan berkisar dari Rp5.000 - Rp19.900 sehingga diharapkan tidak terlalu memberatkan masyarakat.

Dilansir dari Antara, Zulkifli telah mengusulkan 18 koridor ruas jalan sepanjang 174.04 Km yang akan menerapkan kebijakan tersebut. Ia telah memasukkan sistem jalan berbayar ke dalam Raperda tentang Rencana Induk Transportasi Jakarta (RITJ).

Ia pun yakin penerapan kebijakan ERP dapat mengurangi minat masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Dengan demikan transportasi umum akan menjadi solusi sehingga kepadatan lalu lintas berkurang.

Selama ini Pemerintah DKI Jakarta terus melakukan inovasi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Mulai dari 3 in 1 hingga kini penerapan ganjil genap di sejumlah ruas jalan. Seluruh kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas.

Berdasarkan data dari Numbeo, Jakarta masih menjadi kota termacet di Asia dengan menduduki posisi kedelapan. Hal ini karena Jakarta masih mendapatkan skor 254.63, lebih besar ketimbang Kota Tehran di Iran dan Banglore di India.

Sementara untuk kota paling macet di Asia saat ini diduduki oleh Colombo di Sri Lanka yang meraih skor 307.66 poin,. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi ketimbang New Delhi di India yang merupakan kota termacet kedua di Asia dengan skor 285.05 poin. Sedangkan diperingkat ketiga ada Sharjah, Uni Emirat Arab 283.43 poin.


Terkini

news
IEE Series 2026

IEE Series 2026 Pacu Ekosistem Baterai dan Mobil Listrik

Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia

mobil
AUKSI

AUKSI Beri Pelanggan Benefit Lebih Memanfaatkan Momen Harpelnas

AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Jelang Akhir Pekan, 4 September 2026

Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku

news
SIM Keliling Bandung

Cek Jadwal SIM Keliling Bandung 4 September 2026, Ini Lokasinya

Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana

news
Ganjil Genap Jakarta

Puluhan Titik Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 4 September 2026

Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi

mobil
Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 Batam

Daihatsu Kumpul Sahabat Batam 2026 Tawarkan Pengalaman Interaktif

Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas

mobil
BYD

BYD Resmi Buka Pabrik di Subang, Mampu Produksi 150 Ribu Mobil

Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.

otosport
Marc Marquez

Marc Marquez Trauma Balapan di Mandalika, Punya Kenangan Buruk

Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok