33 Ribu Pelanggar Tertangkap ETLE saat Operasi Zebra 2025
26 November 2025, 16:00 WIB
Pemerintah DKI jakarta kembali menggelar cara ruas jalan di DKI Jakarta akan berbayar dengan tarif resmi hingga Rp19.900
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan kembali mengeluarkan wacana Jalan Berbayar Elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP). Nantinya kebijakan tersebut akan dilakukan di jalan Sudirman dengan tarif hingga Rp19.900 .
Ide ini sebenarnya merupakan wacana lama dan telah sering digaung-gaungkan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Melalui sistem ERP diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas yang selalu menjadi masalah tersendiri.
Zulkifli, Kepala Unit Pengelola Sistem Jalan Berbayar Elektronik Dinas Pehubungan DKI Jakarta mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan dilakukan bertahap. Untuk tahap awal., Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar lelang untuk pembangunan ERP di Simpang CSW atau dekat MRT ASEAN hingga Bundaran HI. Lelang akan dilakukan pada 2022 dan dapat beroperasi pada 2023.
Tarif masing-masing jalan akan berbeda, tergantung pada kinerja ruas jalan di DKI Jakarta. Meski demikian, Ia menyebut bahwa rentang tarif akan berkisar dari Rp5.000 - Rp19.900 sehingga diharapkan tidak terlalu memberatkan masyarakat.
Dilansir dari Antara, Zulkifli telah mengusulkan 18 koridor ruas jalan sepanjang 174.04 Km yang akan menerapkan kebijakan tersebut. Ia telah memasukkan sistem jalan berbayar ke dalam Raperda tentang Rencana Induk Transportasi Jakarta (RITJ).
Ia pun yakin penerapan kebijakan ERP dapat mengurangi minat masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Dengan demikan transportasi umum akan menjadi solusi sehingga kepadatan lalu lintas berkurang.
Selama ini Pemerintah DKI Jakarta terus melakukan inovasi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Mulai dari 3 in 1 hingga kini penerapan ganjil genap di sejumlah ruas jalan. Seluruh kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas.
Berdasarkan data dari Numbeo, Jakarta masih menjadi kota termacet di Asia dengan menduduki posisi kedelapan. Hal ini karena Jakarta masih mendapatkan skor 254.63, lebih besar ketimbang Kota Tehran di Iran dan Banglore di India.
Sementara untuk kota paling macet di Asia saat ini diduduki oleh Colombo di Sri Lanka yang meraih skor 307.66 poin,. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi ketimbang New Delhi di India yang merupakan kota termacet kedua di Asia dengan skor 285.05 poin. Sedangkan diperingkat ketiga ada Sharjah, Uni Emirat Arab 283.43 poin.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 November 2025, 16:00 WIB
14 November 2025, 18:01 WIB
03 November 2025, 13:11 WIB
31 Oktober 2025, 13:00 WIB
03 September 2025, 14:00 WIB
Terkini
08 Desember 2025, 20:00 WIB
Menurut laporan Gaikindo pada Senin (08/12), penjualan mobil baru di bulan lalu berhasil menyentuh 79.310 unit
08 Desember 2025, 19:00 WIB
Keberadaan ETLE dinilai cukup penting bagi Polda Metro Jaya, sebab merekam ribuan pelanggar setiap hari
08 Desember 2025, 18:00 WIB
Auto2000 siap menjalani persaingan penjualan mobil baru tahun depan dengan bermodalkan strategi kuat
08 Desember 2025, 17:00 WIB
Ada beberapa hal yang patut jadi perhatian dalam penanganan untuk mobil yang terkena musibah banjir bandang
08 Desember 2025, 16:00 WIB
Federal Oil menggandeng mitra bengkel SiTepat untuk menggelar program yang melibatkan puluhan bikers
08 Desember 2025, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya mengungkap jumlah pelanggaran operasi Zebra 2025 di Jakarta telah mengalami penurunan
08 Desember 2025, 14:00 WIB
Pertamina yang baru saja mengirimkan pasokan BBM ke SPBU Shell Indonesia kini sudah bisa dinikmati konsumen
08 Desember 2025, 13:00 WIB
Toyota masih memimpin sebagai merek mobil terlaris di November 2025 disusul Daihatsu, simak daftar lengkapnya