10 Kota Paling Macet di Asia 2021, Jauh Lebih Parah dari Jakarta

Numbeo merilis data 10 kota paling macet di Asia pada 2021 dan Jakarta menempati posisi delapan meskipun sudah tampak parah

10 Kota Paling Macet di Asia 2021, Jauh Lebih Parah dari Jakarta
Denny Basudewa

TRENOTO – Jalanan di Jakarta kerap dikeluhkan warganya karena kemacetan yang panjang. Bukan hanya banyaknya kendaraan, namun kadang diperparah dengan adanya pembangunan dan pedagang kaki lima.

Walaupun kemacetan jalan-jalan di Jakarta terlihat cukup parah, namun sejatinya masih banyak kota di Asia yang memiliki tingkat kemacetan parah. Bahkan jauh lebih mengerikan daripada Ibu Kota.

Mengutip Databoks dari Numbeo yang menghitung data skor Indeks Kemacetan Lalu Lintas. Berikut 10 kota paling macet di Asia 2021.

Disebutkan bahwa Colombo, Sri Lanka adalah kota paling macet di Asia dengan skor 307.66 poin pada tahun ini.

Lalu di bawahnya dihuni New Delhi, India yang menjadi kota termacet kedua di Asia dengan skor 285.09 poin. Kemudian ada Sharjah, Uni Emirat Arab 283.43 poin di tempat ketiga.

Juga ada Kolkata, India dan Dhaka, Bangladesh yang menjadi kota termacet keempat dan kelima di Asia. Perolehan poinnya 275.27 dan 267.48 untuk Kolkata dan Dhaka.

Kota Manila, Filipina dan Mumbai, India menempati urutan selanjutnya dengan skor 258.1 juga 255.22 poin. Dalam peringkat 10 besar kota termacet di Asia, setidaknya terdapat empat kota di India yang masuk.

Artinya jika Anda berencana untuk menyambanginya, pikirkan lagi baik-baik. Paling tidak jika terpaksa ke sana, kesabaran Anda akan diuji benar-benar.

Jakarta sendiri menempati urutan kedelapan sebagai kota termacet di Asia dengan skor 254.63 poin. Walaupun dalam beberapa kesempatan, berkendara di Ibu Kota terasa sangat macet.

Kota Tehran, Iran dan Banglore, India menempati posisi sembilan dan sepuluh dengan raihan 253.44 dan 247.58 poin. Dua kota tersebut di atas tingkat kemacetannya masih lebih baik dari Jakarta.

Perlu diketahui bahwa untuk mendapatkan Indeks Kemacetan Lalu Lintas di atas, terdapat beberapa indikator. Adapun penghitungannya melibatkan waktu yang dihabiskan di jalan, tingkat ketidakpuasan perjalanan, hasil CO2 dan ketidakefisienan selama kemacetan terjadi.

Menghadapi jalanan macet bisa meningkatkan emosi dan memicu stres. Kemacetan jalan pada umumnya disebabkan karena banyaknya kendaraan tidak sebanding dengan kapasitas jalan.

Selain itu, kurangnya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, membuat kemacetan seolah tidak memiliki solusi. Sedangkan transportasi publik sering dianggap belum memadai.


Terkini

motor
Honda Beat

Cek Harga Motor Matic Murah Oktober 2026, Ada Beat dan Fazzio

Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan

motor
Suzuki Satria

Suzuki Periksa Dua Komponen Penting pada Satria Pro dan F150

SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025

mobil
Aion

GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027

GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah

motor
Yadea GT80

Motor Listrik Yadea Ditantang Buktikan Kemampuan Jarak Tempuh

Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh

mobil
BYD Atto 1

10 Mobil Listrik Terlaris September 2026: EV Mungil Diminati

Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales

mobil
New Danza D9

BYD Bersiap Hadapi Mandatori TKDN 60 Persen di 2027

BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan

otosport
BYD

Selain Atto 2, BYD M6 EV Bakal Pakai Blade Battery Generasi Kedua

BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit

otosport
Marc Marquez

Bos Ducati Puji Marc Marquez Meski Finis Keenam di Mandalika

Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi