Kepolisian Siapkan Strategi Baru Atasi Kemacetan Jakarta di 2026
02 Januari 2026, 08:00 WIB
Numbeo merilis data 10 kota paling macet di Asia pada 2021 dan Jakarta menempati posisi delapan meskipun sudah tampak parah
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Jalanan di Jakarta kerap dikeluhkan warganya karena kemacetan yang panjang. Bukan hanya banyaknya kendaraan, namun kadang diperparah dengan adanya pembangunan dan pedagang kaki lima.
Walaupun kemacetan jalan-jalan di Jakarta terlihat cukup parah, namun sejatinya masih banyak kota di Asia yang memiliki tingkat kemacetan parah. Bahkan jauh lebih mengerikan daripada Ibu Kota.
Mengutip Databoks dari Numbeo yang menghitung data skor Indeks Kemacetan Lalu Lintas. Berikut 10 kota paling macet di Asia 2021.
Disebutkan bahwa Colombo, Sri Lanka adalah kota paling macet di Asia dengan skor 307.66 poin pada tahun ini.
Lalu di bawahnya dihuni New Delhi, India yang menjadi kota termacet kedua di Asia dengan skor 285.09 poin. Kemudian ada Sharjah, Uni Emirat Arab 283.43 poin di tempat ketiga.
Juga ada Kolkata, India dan Dhaka, Bangladesh yang menjadi kota termacet keempat dan kelima di Asia. Perolehan poinnya 275.27 dan 267.48 untuk Kolkata dan Dhaka.
Kota Manila, Filipina dan Mumbai, India menempati urutan selanjutnya dengan skor 258.1 juga 255.22 poin. Dalam peringkat 10 besar kota termacet di Asia, setidaknya terdapat empat kota di India yang masuk.
Artinya jika Anda berencana untuk menyambanginya, pikirkan lagi baik-baik. Paling tidak jika terpaksa ke sana, kesabaran Anda akan diuji benar-benar.
Jakarta sendiri menempati urutan kedelapan sebagai kota termacet di Asia dengan skor 254.63 poin. Walaupun dalam beberapa kesempatan, berkendara di Ibu Kota terasa sangat macet.
Kota Tehran, Iran dan Banglore, India menempati posisi sembilan dan sepuluh dengan raihan 253.44 dan 247.58 poin. Dua kota tersebut di atas tingkat kemacetannya masih lebih baik dari Jakarta.
Perlu diketahui bahwa untuk mendapatkan Indeks Kemacetan Lalu Lintas di atas, terdapat beberapa indikator. Adapun penghitungannya melibatkan waktu yang dihabiskan di jalan, tingkat ketidakpuasan perjalanan, hasil CO2 dan ketidakefisienan selama kemacetan terjadi.
Menghadapi jalanan macet bisa meningkatkan emosi dan memicu stres. Kemacetan jalan pada umumnya disebabkan karena banyaknya kendaraan tidak sebanding dengan kapasitas jalan.
Selain itu, kurangnya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, membuat kemacetan seolah tidak memiliki solusi. Sedangkan transportasi publik sering dianggap belum memadai.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 08:00 WIB
09 Oktober 2025, 07:00 WIB
25 September 2025, 07:57 WIB
18 September 2025, 08:00 WIB
16 September 2025, 07:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi