Toyota Hilux BEV Masih CBU Thailand, Harga Tembus Rp 1 M
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Jadi satu dari beberapa opsi menekan emisi, Toyota bicara potensi mobil hidrogen dipakai di Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik dan hybrid merupakan dua opsi yang sedang gencar diperkenalkan di Tanah Air guna menekan emisi karbon. Namun sebenarnya masih ada pilihan lain sedang dikembangkan.
Misal mobil hidrogen yang di Jepang sudah cukup banyak digunakan. Sekadar informasi jenis kendaraan ini menggunakan gas hidrogen sebagai bahan bakar.
Di pasar global beberapa produsen otomotif mengimplementasikan teknologi hidrogen atau fuel cell untuk kendaraan besar karena diklaim lebih efisien untuk membawa muatan berat.
Hanya saja infrastruktur mobil hidrogen masih terbatas. Namun Toyota melihat tetap ada potensi kendaraan ini digunakan di Tanah Air.
Belum lama ini PT PLN (Persero) sudah mulai mengembangkan HRS atau Hydrogen Refueling Station atau stasiun pengisian hidrogen pertama di Indonesia.
Sekarang ada 21 unit GHP (Green Hydrogen Plant) diresmikan di beberapa wilayah Indonesia guna mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan berbasis hidrogen.
Toyota sendiri sudah memiliki lini kendaraan hidrogen atau FCEV (fuel cell electric vehicle) yang dijual secara global yakni Mirai.
Berangkat dari hal tersebut, Anton Jimmi Suwandy selaku Marketing Director PT TAM (Toyota Astra Motor) mengatakan pihaknya pasti akan membuka potensi demi mencapai netralitas karbon.
“Hidrogen hijau saya rasa akan bisa memberikan solusi buat fuel cell tapi pasti butuh infrastruktur. Nanti kita lihat ke depan trennya seperti apa,” ungkap Anton di sela acara Media Gathering Toyota di Jakarta Selatan, Selasa (12/12).
Ia menegaskan apapun teknologi untuk mengurangi emisi harus didukung, tidak terbatas pada mobil listrik saja namun hybrid sampai hidrogen.
“Kita tidak mengatakan teknologi mana yang paling baik semua adalah baik pada dasarnya. Tinggal nanti bagaimana setiap market itu membutuhkan apa, kalau dari Toyota kita usaha berikan semua opsi,” tegas Anton.
Sekadar informasi PLN sebelumnya telah memproyeksi bahwa produksi hidrogen hijau bakal jadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan di masa mendatang.
Untuk mendukungnya perlu ada infrastruktur atau ekosistem memadai. Pom hidrogen yang dibangun PLN saat ini diharapkan menjadi dorongan bagi produsen otomotif memproduksi mobil hidrogen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Juli 2026, 09:51 WIB
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit