Mobil Nasional Produksi Pindad Bakal Lahir dari Karawang
21 April 2026, 21:00 WIB
Pindad mematangkan rencana produksi mobil nasional sebagai wujud kemandirian industri otomotif nasional
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah terus meningkatkan fokus dalam pengembangan mobil nasional. Seperti yang sedang dilakukan oleh PT Pindad.
Terkini, mereka bersama Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendatangi kesepakatan.
Dalam Nota Kesepahaman (MoU), dijelaskan bahwa mereka berencana memperkuat kawasan industri prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Selain itu, turut mengakselerasi program mobil nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Jadi wacana ini bisa segera diwujudkan pemerintah.
“MoU ini menjadi langkah awal penyelarasan kebijakan dan pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi,” kata Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Bappenas di Antara, Selasa (09/12).
Rachmat menjelaskan, Nota Kesepahaman tersebut dinilai menjadi langkah awal untuk mengembangkan kawasan industri berwawasan lingkungan.
Selanjutnya juga membentuk rantai pasok otomotif dalam negeri, kemudian mengembangkan teknologi manufaktur canggih.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menyampaikan, kerja sama ini merupakan sejarah baru untuk melanjutkan tonggak pencapaian yang belum selesai.
Indonesia disebut sudah mampu membuat kendaraan roda empat beserta fasilitas produksi, akan tetapi belum menciptakan industri mobil nasional.
“Tanpa ada kawasan, pembangunan industri mobil nasional yang baik harus juga membangun ekosistem rantai pasoknya dan ini perlu ada di kawasan industri,” lanjut Rachmat.
Sementara itu, Sigit P. Santosa, Direktur Utama PT Pindad mengatakan, proyek mobil nasional tak boleh berhenti pada slogan.
Pindad disebut telah menyiapkan lahan industri di Subang, Jawa Barat untuk memproduksi mobil nasional.
Mereka juga menargetkan kapasitas produksi 500 ribu unit per tahun. Dimulai dengan 100 ribu unit pada 2028 sebagai tahap awal.
“Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya,” ungkap Sigit.
Di sisi lain, pemerintah belum lama ini membocorkan mengenai banderol dari kendaraan roda empat karya anak bangsa.
“Jadi ke depan kami dorong untuk mobil nasional, kami sudah cek di lapangan dari Gaikindo memang sekarang market terbesar pangsanya adalah mobil-mobil di bawah Rp 300 juta,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam kesempatan terpisah.
Memang banderol seperti di atas masih cukup digemari masyarakat, sebab dinilai sesuai dengan kantong konsumen kelas menengah.
Apalagi di rentang harga segitu, banyak produk yang bisa dibeli, semisal Toyota Veloz Hybrid, Daihatsu Xenia, hingga Ertiga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 April 2026, 21:00 WIB
08 Februari 2026, 07:00 WIB
07 Februari 2026, 12:00 WIB
24 Desember 2025, 11:00 WIB
13 Desember 2025, 21:00 WIB
Terkini
12 Juni 2026, 09:00 WIB
Yamaha MX King 150 Prima Pramac livery hadir untuk memenuhi kebutuhan para penggemar Toprak di MotoGP
12 Juni 2026, 07:00 WIB
Penjualan mobil kembali mengalami penurunan di Mei 2026, lonjakan harga BBM bakal ikut memberikan tekanan
12 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tidak mengendurkan layanan seperti SIM keliling Bandung, hal ini dilakukan demi melayani pengendara
12 Juni 2026, 06:00 WIB
Denda Ganjil Genap Jakarta cukup besar, sehingga para pengguna jalan protokol khususnya harus lebih waspada
12 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini 12 Juni 2026, jangan sampai terlewat
11 Juni 2026, 21:52 WIB
Kawasaki memboyong dua motor baru di PRJ 2026, yakni Brusky 125 sampai KLX 150 XLP guna menggoda para konsumen
11 Juni 2026, 11:50 WIB
Veda Ega Pratama kerap menghabiskan waktu luang, meskipun dirinya menjalani profesi pembalap profesional
11 Juni 2026, 09:30 WIB
IDRS hadir sebagai salah satu inisiator keselamatan deretan produk kendaraan roda dua di dalam negeri