Gaikindo Sambut Rencana Pemerintah Bikin Mobil Nasional di 2027
24 Desember 2025, 11:00 WIB
Pindad mematangkan rencana produksi mobil nasional sebagai wujud kemandirian industri otomotif nasional
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah terus meningkatkan fokus dalam pengembangan mobil nasional. Seperti yang sedang dilakukan oleh PT Pindad.
Terkini, mereka bersama Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendatangi kesepakatan.
Dalam Nota Kesepahaman (MoU), dijelaskan bahwa mereka berencana memperkuat kawasan industri prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Selain itu, turut mengakselerasi program mobil nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Jadi wacana ini bisa segera diwujudkan pemerintah.
“MoU ini menjadi langkah awal penyelarasan kebijakan dan pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi,” kata Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Bappenas di Antara, Selasa (09/12).
Rachmat menjelaskan, Nota Kesepahaman tersebut dinilai menjadi langkah awal untuk mengembangkan kawasan industri berwawasan lingkungan.
Selanjutnya juga membentuk rantai pasok otomotif dalam negeri, kemudian mengembangkan teknologi manufaktur canggih.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menyampaikan, kerja sama ini merupakan sejarah baru untuk melanjutkan tonggak pencapaian yang belum selesai.
Indonesia disebut sudah mampu membuat kendaraan roda empat beserta fasilitas produksi, akan tetapi belum menciptakan industri mobil nasional.
“Tanpa ada kawasan, pembangunan industri mobil nasional yang baik harus juga membangun ekosistem rantai pasoknya dan ini perlu ada di kawasan industri,” lanjut Rachmat.
Sementara itu, Sigit P. Santosa, Direktur Utama PT Pindad mengatakan, proyek mobil nasional tak boleh berhenti pada slogan.
Pindad disebut telah menyiapkan lahan industri di Subang, Jawa Barat untuk memproduksi mobil nasional.
Mereka juga menargetkan kapasitas produksi 500 ribu unit per tahun. Dimulai dengan 100 ribu unit pada 2028 sebagai tahap awal.
“Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya,” ungkap Sigit.
Di sisi lain, pemerintah belum lama ini membocorkan mengenai banderol dari kendaraan roda empat karya anak bangsa.
“Jadi ke depan kami dorong untuk mobil nasional, kami sudah cek di lapangan dari Gaikindo memang sekarang market terbesar pangsanya adalah mobil-mobil di bawah Rp 300 juta,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam kesempatan terpisah.
Memang banderol seperti di atas masih cukup digemari masyarakat, sebab dinilai sesuai dengan kantong konsumen kelas menengah.
Apalagi di rentang harga segitu, banyak produk yang bisa dibeli, semisal Toyota Veloz Hybrid, Daihatsu Xenia, hingga Ertiga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Desember 2025, 11:00 WIB
13 Desember 2025, 21:00 WIB
13 Desember 2025, 20:00 WIB
05 Desember 2025, 07:00 WIB
27 November 2025, 12:00 WIB
Terkini
24 Januari 2026, 09:00 WIB
Guna meningkatkan TKDN, Aletra akan memperbanyak aktivitas pabrik terkhusus prosedur perakitan baterai
24 Januari 2026, 07:00 WIB
Pemesanan Honda Prelude sudah mulai dibuka pada 23 Januari, namun hanya tersedia di diler-diler tertentu
23 Januari 2026, 21:06 WIB
Demi memberikan wadah kepada para pencinta modifikasi di Indonesia, kick off IMX 2026 baru saja dimulai
23 Januari 2026, 19:00 WIB
Material bangunan BMW mengedepankan keberlanjutan, masih tetap dibalut konsep global yaitu Retail.Next
23 Januari 2026, 18:00 WIB
Pabrikan kendaraan asal Cina kini semakin beragam setelah Arista Group resmi membawa Farizon ke Tanah Air
23 Januari 2026, 17:00 WIB
Ada empat pilihan kelir skutik Yamaha Grand Filano Hybrid untuk konsumen, harga mulai Rp 28,7 jutaan
23 Januari 2026, 16:41 WIB
Lepas L8 mengincar konsumen di segmen premium yang sedang mencari kendaraan tambahan, bukan mobil pertama
23 Januari 2026, 15:00 WIB
Penjualan merek mobil di segmen premium dipimpin BMW, berhasil mengirimkan lebih dari 2.000 unit ke konsumen