Pindad Gandeng Ashok Leyland Kembangkan Bus Listrik
08 Februari 2026, 07:00 WIB
Pindad mematangkan rencana produksi mobil nasional sebagai wujud kemandirian industri otomotif nasional
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah terus meningkatkan fokus dalam pengembangan mobil nasional. Seperti yang sedang dilakukan oleh PT Pindad.
Terkini, mereka bersama Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendatangi kesepakatan.
Dalam Nota Kesepahaman (MoU), dijelaskan bahwa mereka berencana memperkuat kawasan industri prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Selain itu, turut mengakselerasi program mobil nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Jadi wacana ini bisa segera diwujudkan pemerintah.
“MoU ini menjadi langkah awal penyelarasan kebijakan dan pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi,” kata Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Bappenas di Antara, Selasa (09/12).
Rachmat menjelaskan, Nota Kesepahaman tersebut dinilai menjadi langkah awal untuk mengembangkan kawasan industri berwawasan lingkungan.
Selanjutnya juga membentuk rantai pasok otomotif dalam negeri, kemudian mengembangkan teknologi manufaktur canggih.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menyampaikan, kerja sama ini merupakan sejarah baru untuk melanjutkan tonggak pencapaian yang belum selesai.
Indonesia disebut sudah mampu membuat kendaraan roda empat beserta fasilitas produksi, akan tetapi belum menciptakan industri mobil nasional.
“Tanpa ada kawasan, pembangunan industri mobil nasional yang baik harus juga membangun ekosistem rantai pasoknya dan ini perlu ada di kawasan industri,” lanjut Rachmat.
Sementara itu, Sigit P. Santosa, Direktur Utama PT Pindad mengatakan, proyek mobil nasional tak boleh berhenti pada slogan.
Pindad disebut telah menyiapkan lahan industri di Subang, Jawa Barat untuk memproduksi mobil nasional.
Mereka juga menargetkan kapasitas produksi 500 ribu unit per tahun. Dimulai dengan 100 ribu unit pada 2028 sebagai tahap awal.
“Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya,” ungkap Sigit.
Di sisi lain, pemerintah belum lama ini membocorkan mengenai banderol dari kendaraan roda empat karya anak bangsa.
“Jadi ke depan kami dorong untuk mobil nasional, kami sudah cek di lapangan dari Gaikindo memang sekarang market terbesar pangsanya adalah mobil-mobil di bawah Rp 300 juta,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam kesempatan terpisah.
Memang banderol seperti di atas masih cukup digemari masyarakat, sebab dinilai sesuai dengan kantong konsumen kelas menengah.
Apalagi di rentang harga segitu, banyak produk yang bisa dibeli, semisal Toyota Veloz Hybrid, Daihatsu Xenia, hingga Ertiga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Februari 2026, 07:00 WIB
07 Februari 2026, 12:00 WIB
24 Desember 2025, 11:00 WIB
13 Desember 2025, 21:00 WIB
13 Desember 2025, 20:00 WIB
Terkini
07 Maret 2026, 15:00 WIB
Kehadiran Volvo ES90 dipercaya dapat menambah opsi mobil listrik di segmen premium bagi konsumen di Indonesia
07 Maret 2026, 11:00 WIB
Berkaca pada tren pada tahun-tahun sebelumnya, minat masyarakat terhadap mobil bekas meningkat jelang Lebaran
07 Maret 2026, 09:06 WIB
JAC di bawah naungan Indomobil membuka diler 3S pertama di kawasan Pantai Indah Kapuk guna permudah konsumen
06 Maret 2026, 22:30 WIB
Jaecoo Indonesia terus menambah jumlah diler untuk bisa lebih maksimal dalam menghadirkan layanan terbaik
06 Maret 2026, 22:00 WIB
Inovasi terbaru dari Otospector untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat membeli mobil bekas berkualitas
06 Maret 2026, 20:00 WIB
Guna menjangkau lebih banyak konsumen, Ford memperluas jaringan diler dan membuka perdana outlet FEC
06 Maret 2026, 16:00 WIB
BAIC Indonesia berencana untuk meningkatkan penjualan dengan menambah lini produk ramah lingkungan mereka
06 Maret 2026, 14:00 WIB
Xpeng menyambut musim mudik Lebaran 2026 dengan memberikan beragam kemudahan purna jual untuk pelanggan