Wholesales Mobil Listrik Agustus 2026 Tumbuh, Hybrid Turun
15 September 2026, 13:00 WIB
Sebuah studi mencatat bahwa pemilik mobil PHEV lebih sering isi bensin daripada daya listriknya di rumah atau SPKLU
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Mobil ramah lingkungan jenis PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) saat ini menjadi salah satu pilihan konsumen di dunia. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh International Council on Clean Transportation (ICCT) hasilnya berbanding terbalik.
Mobil PHEV ternyata ditemukan lebih boros bbm (bahan bakar minyak). Hal tersebut dikarenakan para penggunanya lebih memilih isi bensin daripada men-charge ulang baterai kendaraan.
Fakta di atas ternyata jauh dari perkiraan sebelumnya. Padahal diperkirakan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) bahwa PHEV bisa lebih efisien.
Mereka memberikan label pada kendaraan jenis PHEV mampu mengurangi penggunaan bbm. Diharapkan para penggunanya lebih sering mengisi daya di rumah atau menyambangi SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Dalam studi EPA ditemukan pemilik mobil PHEV yang mengandalkan motor listrik sebanyak 26 hingga 56 persen. Angka tersebut lebih rendah dari label EPA.
Imbasnya penggunaan bahan bakar cenderung bertambah. Disebutkan konsumsi bensin di negeri Paman Sam meningkat 42 hingga 67 persen dari perkiraan regulator.
“Berdasarkan data yang kami kumpulkan menunjukkan bahwa PHEV tidak bisa mencapai pengurangan emisi sesuai label. Tren pada PHEV tersebut menunjukkan perlunya pemeriksaan lebih dekat dan penyelidikan lebih luas pada para penggunanya,” kata penulis studi seperti dikutip Carscoops.
Lebih lanjut dikatakan bahwa dibutuhkan pengukuran lebih akurat dari para pembuat kebijakan. Pengguna kendaraan dua penggerak (hybrid) kerap disamakan dengan listrik murni atau hidrogen.
Penulis data di atas juga menyarankan bahwa produsen mobil harus membuat laporan hasil emisi setiap kendaraan yang dibuat. Hal ini terkait keringanan pajak lingkungan dan bisa didapatkan.
Di AS kendaraan dengan mesin bakar sepenuhnya akan dilarang beredar pada 2035. Hingga saatnya tiba, penjualan PHEV terus dipasarkan pada masyarakat.
Sehingga penghitungan lebih akurat akan emisi yang dihasilkan PHEV harus dikaji ulang.
Saran dari ICCT kepada pabrikan adalah memberikan data lengkap tentang kendaraan. Selain itu beberapa persyaratan lain dibutuhkan untuk menekan penggunaan bbm.
Konsumen juga diharapkan lebih sering melakukan pengisian daya listrik di rumah. Hal ini agar bisa mendapatkan penghematan penggunaan bbm dan lingkungan lebih bersih.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 September 2026, 13:00 WIB
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
03 Agustus 2026, 16:00 WIB
Terkini
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta
16 September 2026, 06:00 WIB
Berikut adalah daftar lokasi serta jadwal SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, simak syaratanya
16 September 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara hari ini bisa lebih mudah dengan mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik
15 September 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun
15 September 2026, 09:00 WIB
Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029