Pemerintah Tegaskan Bakal Percepat Pembangunan Ekosistem EV
10 April 2026, 15:04 WIB
Pemerintah kenalkan konsep Green Mobility untuk mendukung industri otomotif yang ramah lingkungan di masa depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah berkomitmen untuk terbuka terhadap beragam teknologi untuk mencapai Net Zero Emission khususnya di sektor otomotif. Oleh sebab itu pabrikan mobil bakal didorong untuk terus mengembangkan inovasi agar bisa digunakan di masa depan.
Guna mencapai Net Zero Emission, pemerintah menegaskan bakal terbuka memperkenalkan konsep Green Mobility. Konsep ini bakal mengitegrasikan teknologi ramah lingkungan yang lebih lengkap dibanding hanya mengandalkan kendaraan listrik sebagai produk akhir.
“Kalau disimpulkan secara sederhana, pemerintah terbuka terhadap teknologi yang mengarah pada ramah lingkungan. Jadi Ada EV, hybrid, hidrogen hingga biofeul, sudah ada konsepnya,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di Jakarta (06/05).
Dengan ini maka Indonesia tidak bergantung pada satu teknologi saja dalam menciptakan lingkungan bersih. Namun akan ada banyak pilihan sehingga masyarakat juga bisa lebih mudah memilih sesuai kebutuhannya.
“Kebijakan akan lebih adaptif dan sustain bagi industri otomotif nasional terutama menjawab perkembangan teknologi ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, mendukung mobilitas penduduk sekaligus melindungi investasi yang telah ada di Indonesia selama ini,” tambahnya kemudian.
Nantinya dalam Green Mobility investasi investasi otomotif yang sudah berlangsung lama di Indonesia juga tetap masuk pertimbangan dalam pembuatan kebijakan. Sebagai contoh, produsen kendaraan berteknologi ICE dalam bentuk insentif bagi produk LCGC (Low Cost Green Car) dan program biofuel.
Pemerintah telah menerbitkan kebijakan dan insentif guna mendorong terciptanya ekosistem kendaraan listrik melalui insentif PPNBM DTP serta hilirisasi sumber daya alam mendukung industri baterai. Pemerintah juga telah memberikan insentif untuk produksi mobil hybrid.
Kemudian pemerintah juga menyiapkan kemudahan bagi investor yang memproduksi kendaraan berteknologi fuel cell hydrogen. Melalui banyaknya program disiapkan maka diharapkan mempercepat pencapaian Net Zero Emission
“Meski tantangan untuk memenuhi standar tersebut cukup besar, kami percaya bahwa dengan kebijakan yang tepat dan dukungan riset pabrik di Indonesia bisa segera memenuhi kebutuhan pasar berstandar global,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 April 2026, 15:04 WIB
10 April 2026, 08:40 WIB
07 April 2026, 11:06 WIB
03 April 2026, 15:39 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
Terkini
18 Juli 2026, 21:09 WIB
Stasiun pengisian kendaraan listrik Voltron Hub Puri Indah menawarkan opsi ultra fast charging ke konsumen
18 Juli 2026, 21:06 WIB
Pangsa pasar Daihatsu di Juni 2026 berhasil tembus 17,1 persen, naik dari capaian di tahun sebelumnya
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya