Lamborghini Batal Bikin Mobil Listrik: Hampir Tak Ada Peminat

Lamborghini memutuskan untuk hadirkan Lanzador sebagai PHEV, EV murni masih belum berhasil menjaring peminat

Lamborghini Batal Bikin Mobil Listrik: Hampir Tak Ada Peminat
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Manufaktur mobil mewah asal Italia, Lamborghini batal mewujudkan rencana awal mereka untuk memproduksi mobil listrik.

Sebelumnya Lamborghini berencana menghadirkan mobil listrik Lanzador untuk konsumen di segmen premium.

Namun rencana itu akhirnya dibatalkan. Ternyata mobil listrik high-end atau mewah belum memiliki banyak peminat di pasaran.

“Electric Vehicle  (EV) saat ini belum bisa menghadirkan koneksi emosional (ke konsumen),” kata Stephan Winkelmann, CEO Lamborghini dikutip dari Road & Track, Senin (02/03).

Lamborghini
Photo: TopGear

Dia tidak menampik peminat mobil listrik mewah saat ini bisa dibilang hampir tidak ada. Sehingga Lamborghini memilih untuk menunda rencana elektrifikasi itu.

Oleh karena itu berinvestasi seutuhnya untuk mobil listrik, menurut Winkelmann merupakan sesuatu yang mahal.

“Ini juga tidak bertanggung jawab secara finansial terhadap para pemegang saham, konsumen dan para pekerja kami serta keluarganya,” tegas Winkelmann.

Meskipun begitu, Lamborghini kabarnya tidak akan benar-benar menyerah soal rencana elektrifikasi.

Lanzador bakal dihadirkan ke konsumen sebagai mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai bagian dari komitmen elektrifikasi mereka per 2030.

Bicara soal mobil listrik murni, Winkelmann mengaku pihaknya masih menunggu waktu yang tepat.

“Untuk saat ini kami melihatnya masih PHEV saja. Kami akan terus mengembangkan elektrifikasi karena kami harus tetap siap,” tegas Winkelmann.

Sebagai informasi, Lamborghini sudah mulai memperkenalkan kendaraan ramah lingkungan untuk para konsumennya. Salah satunya adalah Lamborghini Urus SE PHEV.

Model itu diperkenalkan untuk pertama kalinya di Cina sebagai prototipe. Baru kemudian dihadirkan di negara-negara lain termasuk Indonesia.

Lamborghini
Photo: TopGear

Saat itu, Lamborghini memilih Cina karena disebut sebagai pasar yang strategis dan penting.

Apalagi adopsi kendaraan energi terbarukan di sana terbilang tinggi dan trennya positif. PHEV turut jadi pilihan banyak konsumen Tiongkok.

“Jadi kami ingin kembali lagi ke sana (Cina) dengan model (serupa) yang benar-benar baru, sudah hybrid,” kata Francesco Scardaoni, Regional Director of Automobili Lamborghini Asia Pacific di Jakarta beberapa waktu lalu.


Terkini

otosport
Marc Marquez

Bos Ducati Puji Marc Marquez Meski Finis Keenam di Mandalika

Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi

mobil
Baterai Mobil Listrik

BYD Bakal Produksi Blade Baterai Generasi Kedua di Subang

Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan

mobil
Wuling Aira ev

10 Merek Mobil Cina Terlaris September 2026: Wuling Bertumbuh

BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026

mobil
BYD

Flash Charging BYD Hanya Ekstra Cepat Untuk Model Terbaru

Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama

news
Asuransi Astra

70 Tahun Asuransi Astra, Evolusi Perlindungan di Era Digital

Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga

mobil
GIIAS Makassar 2026

GIIAS Makassar 2026 Siap Digelar, Empat Merek Hadir Perdana

Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen

mobil
BYD

BYD Atto 2 Sudah Masuk di Indonesia, Segera Dipasarkan

Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia

mobil
Mitsubishi Destinator

Mitsubishi Destinator, SUV 7 Seater Teman Berbagai Aktivitas

Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan