Peluang Mazda EZ-6 Melantai di Ajang GIIAS 2026, Sudah Tes Jalan
13 April 2026, 19:00 WIB
Lamborghini memutuskan untuk hadirkan Lanzador sebagai PHEV, EV murni masih belum berhasil menjaring peminat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur mobil mewah asal Italia, Lamborghini batal mewujudkan rencana awal mereka untuk memproduksi mobil listrik.
Sebelumnya Lamborghini berencana menghadirkan mobil listrik Lanzador untuk konsumen di segmen premium.
Namun rencana itu akhirnya dibatalkan. Ternyata mobil listrik high-end atau mewah belum memiliki banyak peminat di pasaran.
“Electric Vehicle (EV) saat ini belum bisa menghadirkan koneksi emosional (ke konsumen),” kata Stephan Winkelmann, CEO Lamborghini dikutip dari Road & Track, Senin (02/03).
Dia tidak menampik peminat mobil listrik mewah saat ini bisa dibilang hampir tidak ada. Sehingga Lamborghini memilih untuk menunda rencana elektrifikasi itu.
Oleh karena itu berinvestasi seutuhnya untuk mobil listrik, menurut Winkelmann merupakan sesuatu yang mahal.
“Ini juga tidak bertanggung jawab secara finansial terhadap para pemegang saham, konsumen dan para pekerja kami serta keluarganya,” tegas Winkelmann.
Meskipun begitu, Lamborghini kabarnya tidak akan benar-benar menyerah soal rencana elektrifikasi.
Lanzador bakal dihadirkan ke konsumen sebagai mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai bagian dari komitmen elektrifikasi mereka per 2030.
Bicara soal mobil listrik murni, Winkelmann mengaku pihaknya masih menunggu waktu yang tepat.
“Untuk saat ini kami melihatnya masih PHEV saja. Kami akan terus mengembangkan elektrifikasi karena kami harus tetap siap,” tegas Winkelmann.
Sebagai informasi, Lamborghini sudah mulai memperkenalkan kendaraan ramah lingkungan untuk para konsumennya. Salah satunya adalah Lamborghini Urus SE PHEV.
Model itu diperkenalkan untuk pertama kalinya di Cina sebagai prototipe. Baru kemudian dihadirkan di negara-negara lain termasuk Indonesia.
Saat itu, Lamborghini memilih Cina karena disebut sebagai pasar yang strategis dan penting.
Apalagi adopsi kendaraan energi terbarukan di sana terbilang tinggi dan trennya positif. PHEV turut jadi pilihan banyak konsumen Tiongkok.
“Jadi kami ingin kembali lagi ke sana (Cina) dengan model (serupa) yang benar-benar baru, sudah hybrid,” kata Francesco Scardaoni, Regional Director of Automobili Lamborghini Asia Pacific di Jakarta beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 April 2026, 19:00 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
13 April 2026, 07:00 WIB
12 April 2026, 18:27 WIB
12 April 2026, 15:00 WIB
Terkini
13 April 2026, 19:00 WIB
Kehadiran mobil listrik Mazda EZ-6 cukup dinanti-nanti, sebab sempat tertangkap kamera melakukan uji jalan
13 April 2026, 17:59 WIB
Isuzu masih terus menyediakan opsi suku cadang buatan Jepang dan lokal, harga menyesuaikan kebutuhan konsumen
13 April 2026, 16:55 WIB
Mitsubishi Fuso terus berupaya untuk membantu para konsumen, untuk melakukan efisiensi biaya serta waktu
13 April 2026, 11:00 WIB
Ratusan ribu mobil Cina dikirimkan ke berbagai negara akibat meningkatnya permintaan imbas kenaikan harga BBM
13 April 2026, 09:00 WIB
Insentif kendaraan listrik kembali dipertimbangkan untuk bisa menarik minat para pelanggan di Indonesia
13 April 2026, 07:00 WIB
BYD Sealion 7 mulai menuai respons positif di tengah krisis energi, jadi mobil operasional pilihan PM Thailand
13 April 2026, 06:00 WIB
Demi memfasilitasi para pengendara motor dan mobil, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
13 April 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta kembali tersedia untuk perpanjangan hari ini, simak informasi lengkapnya