Flash Charging BYD Hanya Ekstra Cepat Untuk Model Terbaru
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Lamborghini memutuskan untuk hadirkan Lanzador sebagai PHEV, EV murni masih belum berhasil menjaring peminat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur mobil mewah asal Italia, Lamborghini batal mewujudkan rencana awal mereka untuk memproduksi mobil listrik.
Sebelumnya Lamborghini berencana menghadirkan mobil listrik Lanzador untuk konsumen di segmen premium.
Namun rencana itu akhirnya dibatalkan. Ternyata mobil listrik high-end atau mewah belum memiliki banyak peminat di pasaran.
“Electric Vehicle (EV) saat ini belum bisa menghadirkan koneksi emosional (ke konsumen),” kata Stephan Winkelmann, CEO Lamborghini dikutip dari Road & Track, Senin (02/03).
Dia tidak menampik peminat mobil listrik mewah saat ini bisa dibilang hampir tidak ada. Sehingga Lamborghini memilih untuk menunda rencana elektrifikasi itu.
Oleh karena itu berinvestasi seutuhnya untuk mobil listrik, menurut Winkelmann merupakan sesuatu yang mahal.
“Ini juga tidak bertanggung jawab secara finansial terhadap para pemegang saham, konsumen dan para pekerja kami serta keluarganya,” tegas Winkelmann.
Meskipun begitu, Lamborghini kabarnya tidak akan benar-benar menyerah soal rencana elektrifikasi.
Lanzador bakal dihadirkan ke konsumen sebagai mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai bagian dari komitmen elektrifikasi mereka per 2030.
Bicara soal mobil listrik murni, Winkelmann mengaku pihaknya masih menunggu waktu yang tepat.
“Untuk saat ini kami melihatnya masih PHEV saja. Kami akan terus mengembangkan elektrifikasi karena kami harus tetap siap,” tegas Winkelmann.
Sebagai informasi, Lamborghini sudah mulai memperkenalkan kendaraan ramah lingkungan untuk para konsumennya. Salah satunya adalah Lamborghini Urus SE PHEV.
Model itu diperkenalkan untuk pertama kalinya di Cina sebagai prototipe. Baru kemudian dihadirkan di negara-negara lain termasuk Indonesia.
Saat itu, Lamborghini memilih Cina karena disebut sebagai pasar yang strategis dan penting.
Apalagi adopsi kendaraan energi terbarukan di sana terbilang tinggi dan trennya positif. PHEV turut jadi pilihan banyak konsumen Tiongkok.
“Jadi kami ingin kembali lagi ke sana (Cina) dengan model (serupa) yang benar-benar baru, sudah hybrid,” kata Francesco Scardaoni, Regional Director of Automobili Lamborghini Asia Pacific di Jakarta beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan